RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Miris, disaat kasus dugaan pelecehan seksual atau perbuatan cabul, yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkab Bengkulu Utara, terkesan mangkrak. Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an, justru menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE), yang diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yambise. Yang disaksikan, oleh Wakil Presiden RI H Jusuf Kalla, di Jakarta Rabu (19/12).
Diketahui, penghargaan ini diberikan karena komitmen yang tinggi Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Selain itu juga, penghargaan ini diberikan kepada Pemkab Bengkulu Utara, guna memotivasi dalam melaksanakan program-program perlindungan anak dan perempuan. Sehingga, hak-hak anak dan perempuan, terpenuhi sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Mian, pasca menerima penghargaan APE, mengungkapkan. Rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh jajaran di Pemerintahan Kabupaten Bengkulu Utara. Karena, upaya pembangunan pemberdayaan perempuan dan anak di Kabupaten Bengkulu Utara, tidak akan ada apa-apanya, tanpa partisipasi dan peran aktif, seluruh jajarannya dan juga dukungan dari masyarakat.
“Alhamdulillah, kita mendapatkan penghargaan Parahita Ekapraya yg diserahkan ibu Menteri PPPA. Pemkab Bengkulu Utara, dalam hal upaya pembinaan dan mewujudkan kesetaraan gender, dalam program kegiatan pemerintah daerah,” pungkasnya.
Sementara itu, diketahui lebih jauh terkait diterimanya penghargaan ini. Hingga saat ini, peran pihak Pemkab Bengkulu Utara belum sama sekali ada untuk melindungi hak perempuan. Dimana, salah satu perempuan di Kabupaten Bengkulu Utara, berinisial Ln warga desa Kuro Tidur Kecamatan Arga makmur Bengkulu Utara, telah menjadi korban dugaan pelecehan seksual. Yang mana, sebagai terlapornya di Kepolisian Resort Bengkulu Utara, merupakan salah satu ASN yang bertugas di Dinas Pembinaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkulu Utara. Hal inilah, yang membuat miris, penghargaan yang diterima oleh Pemkab BU, terkesan tidak sejalan dengan fakta yang ada saat ini.
Haruskah Diperkosa Dulu, Baru Dapat Keadilan
Hal ini diungkapkan, oleh korban pelecehan seksual itu sendiri. Yang tidak habis fikir, untuk mendapatkan keadilan atas apa yang telah dialaminya. Lebih pilunya lagi, disampaikan oleh Ln yang merupakan eks staf Panwascam Arga Makmur ini, sudah pasrah dengan keadaan. Mengingat dikatakannya, besar kemungkinan kasus yang ia adukan ke Mapolres BU, merupakan hal yang wajar terkesan mangkrak, alias tidak ada kabar berita seperti apa kelanjutan dan tindak lanjutnya. Hanya karena, ia menilai keluarganya merupakan keluarga miskin, yang tidak bisa berbuat banyak, jika didzalimi oleh orang yang memiliki power dan kekuasaan serta uang.
“Saya tidak habis fikir, apakah saya harus diperkosa dulu, baru mendapatkan keadilan. Sementara, infomasi yang saya terima, Bupati Bengkulu Utara yang merupakan atasan tertinggi, orang yang telah melecehkan saya, justru mendapatkan penghargaan. Tapi apa mau dikata, mungkin karena kami orang miskin. Sehingga, apa yang menimpa kami, hanya dipandang sebelah mata. Semoga saja, pak Bupati membaca dan tersentuh hatinya, atas kasus yang saya alami ini,” harapnya.
Baca juga :
Berulah Lagi, Oknum Ketua Panwascam Arga Makmur Diduga Lecehkan Sekolah MTSN Bengkulu Utara
Korban Pelecehan Seksual : Haruskah Saya Diperkosa Dulu, Baru Dapat Keadilan
Jerat Hukum Dan Pembuktian Pelecehan Seksual
Dinilai Lambing, Kuasa Hukum Korban Pelecehan Seksual Minta SP3
Dua Bulan Kasus Pelecehan Seksual Dilaporkan, Terlapor Oknum Ketua Panwaslucam Masih Melenggang
Pasca Dituding Mangkir, Akhirnya Kasek Panwascam Arga Makmur Diperiksa Kasus Dugaan Cabul Atasannya
Dibilang Mangkir, Kasek Panwascam Arga Makmur Meradang
Dua Bulan Kasus Pelecehan Seksual Dilaporkan, Terlapor Oknum Ketua Panwaslucam Masih Melenggang
Polisi Dalami Dugaan Pencabulan Oknum Ketua Panwaslucam Arga Makmur
Wabup Bengkulu Utara Pastikan ASN Terlibat Cabul Langsung Dipecat
Keluarga Korban Dugaan Pelecehan Seksual Ancam Bakal Ambil Sikap, Jika Jalur Hukum Gagal
Dihadapan Penyidik, Oknum Ketua Panwaslucam Berkilah Atas Dugaan Perbuatan Asusila
Pulang Haji Dapat Kabar ASN Diduga Terlibat Asusila, Mi’an Berang
Bawaslu BU Masih Tunggu Status Oknum Panwaslucam Di Kepolisian
Corengi Lembaga, Oknum Ketua Panwaslucam Ngaku Ke Atasan Dugaan Cabul Ada Unsur Dendam
Saksi : Perlakuan Oknum Kepada Korban Pelecehan Seksual Memang Terkesan Istimewa
Dituding Ngajak Bobok Bareng, Berikut bantahan Oknum Ketua Panwaslucam
Polisi Resmi Terima Pengaduan Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oleh Oknum Ketua Panwaslucam
Asbun Bawa Malapetaka, Klarifikasi Dugaan Pelecehan Seksual Berujung Somasi
Kuasa Hukum Korban Pelecehan Seksual, Tembuskan Laporan Ke Bupati
ASN Terlibat Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Pemkab Belum Ambil Sikap
Inspektorat Dan Panwaslukab Pastikan Oknum Ketua Panwaslucam Disanksi
Ups, Saksi Sebut Oknum Ketua Panwaslucam 4 Kali Ajak Korban Bertemu
Sst, Dituding Lakukan Pelecehan Seksual Oknum Ketua Panwascam Akan Dipolisikan
Laporan : redaksi

