Berulah Lagi, Oknum Ketua Panwascam Arga Makmur Diduga Lecehkan Sekolah MTSN Bengkulu Utara

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Belum usai kasusnya menjadi terduga pelecehan seksual terhadap eks stafnya, Oknum Ketua Panwascam Arga Makmur berinisial Iw yang juga merupakan ASN di Kantor Dinas PPPA lingkungan Pemkab Bengkulu Utara, terbaru melecehkan salah satu sekolah dibawah naungan Kementrian Agama Bengkulu Utara. Yakni, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) Arga Makmur.

Baca :

Korban Pelecehan Seksual : Haruskah Saya Diperkosa Dulu, Baru Dapat Keadilan

Jerat Hukum Dan Pembuktian Pelecehan Seksual

Hal ini terbukti, pada hari Jum’at (30/11) sekitar pukul 09.00 WIB, ia dipaksa melakukan permintaan maaf dihadapan para guru di sekolah tersebut, akibat ulahnya menulis dan menuding dengan kata hinaan untuk sekolah MTSN Arga makmur di media sosial Facebook.

Diketahui, tulisan oknum ASN yang etikanya bermedsos perlu mendapatkan sanksi langsung dari Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an ini, berbunyi. ” Hebatnya pendidikan zaman now anak MTSN 1 Arga Makmur, tanpa berdosa merokok pas pus di depan SMPN 1 Arga Makmur, disaksikan oleh wali murid yang kebetulan menjemput anak anaknya tak menegur mereka. Pas ku sampai kumarahi dan kucar-kacir mereka lari, kemanakah dewan gurunya membiarkan anak anak mereka berkeliaran”.

Dampak dari etika oknum ASN ini di medsos yang menuding serta langsung menjustice siswa MTSN Arga Makmur mendapatkan kecaman keras dari pihak Kementrian Agama. Karena ucapannya tersebut, berdampak beban mental bagi kepala MTSN Arga Makmur serta seluruh para guru, yang tidak terima akan ucapan itu, lantaran apa yang ditudingkan oleh oknum ASN ini tidak benar.

Hal ini ditegaskan oleh Jemi Sundaya, yang mengaku dampak dari ungkapan di medsos oleh oknum ASN berinisial Iw tersebut ia terkena beban mental. Tidak hanya dirinya tapi juga seluruh guru yang ada di MTSN Arga Makmur ini. Dikatakannya, ia memang tidak mengalami kerugian materi namun kerugian mental yang ia alami yang tidak bisa dibayar dengan uang.

“Kita malu akibat ungkapan oknum ini, kita dianggap tidak becus mengurus anak-anak. Rupanya aja solat terus, dan dinggap tidak bisa mendidik anak-anak didiknya. Sejak ungkapan itu dimedsos, dua malam saya tidak bisa tidur, hingga terbawa ke keluarga yang menjadi panik atas ulah oknum ASN ini. Padahal apa yang dihujatkan tersebut tidak benar,” ujar Jemi.

Jemi pun memaparkan, pihaknya kecewa atas ungkapan yang sudah memvonis bahwa yang merokok itu siswa dari MTSN Arga Makmur, sementara di MTSN Arga Makmur dapat dipastikannya tidak ada satupun siswa dan siswi yang berkeliaran pada jam sekolah. Pasalnya, saat itu MTSN Arga Makmur tengah menjalani ujian pertama.

“Saya kecewa sekali dengan oknum ASN ini, karena apa yang ditudingkannya tidak sesuai fakta. bagaimana tidak sesuai fakta, hari disaat ia melihat ada siswa yang merokok itu MTSN tengah menjalani ujian pertama dan semua siswa ia pastikan ikut jian tidak ada yang keluar. Kami yakinkan itu bukan siswa kami,” bebernya

Sambung Jemi, pihaknya juga selaku Kepsek di MTSN Arga Makmur selalu berpegang teguh dengan ucapan tegas pihak Kanwil yang menyatakan. Bahwa sekolah yang dibina dibawah kementrian Agama ini membawa nama agama, untuk itu pihak kanwil tidak ingin mendengar ada kejadian yang melanggar norma agama, apapun bentuknya.

“Makanya disaat disebut nama MTSN saya secara pribadi langsung tersinggung, dan guru yang sudah berbuat banyak mendidik merasa tersinggung yang dianggap tidak mengerti mengajar pendidikan. Usaha sudah dilakukan malah dituduh tidak memperhatikan, oknum ini juga tidak bisa membuktikan apa-apa. Lagian, yang dilihat oleh oknum ini besar kemungkinan, siswa 5 orang yang sudah dikeluarkan, karena kasus rokok yang tidak bisa lagi dibina,” ucap Jemi.

Kendati demikian, Jemi dan guru-guru pun tidak lagi menyimpan dendam terhadap oknum ASN ini. Karena ia sudah proaktif untuk meminta maaf baik secara tertulis, maupun secara lisan ucapannya langsung dihadapan para guru dan terutama di medsos tempat oknum ini menulis tudingannya tersebut.

“Kami tidak mendendam dan penyelesaiannya sudah, oknum ini secara proaktif dan bersedia melakukan apapun tuntutan agar maafnya diterima. Dimana, ada tiga tuntutan kami yang pertama membuat surat secara tertulis diatas materai, dan yang kedua agar di klarifikasi lagi di medsos dan yang ketiga agar meminta maaf langsung kepada guru-guru,” jelas Jemi.

Baca halaman selanjutnya, Pengakuan oknum ASN——->

Related posts

Leave a Comment