RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait aksi dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum Ketua Panwaslucam Arga Makmur berinisial Iw terhadap eks stafnya Ln, yang saat ini telah ditangani pihak PPA Mapolres BU, dimana sejauh ini telah dilakukannya pemeriksaan saksi-saksi. Terkuak, berdasarkan keterangan saksi perlakuan Iw memang beda dan sangat istimewa terhadap korban dibanding staf Panwaslucam lainnya.
Baca :Â Â Corengi Lembaga, Oknum Ketua Panwaslucam Ngaku Ke Atasan Dugaan Cabul Ada Unsur Dendam
Diketahui, banyak hal yang menjadi perhatian sehingga kasus dugaan perbuatan cabul ini dapat dikatakan mengarah terjadinya indikasi pelecehan seksual yang diterima oleh Ln dari atasannya yakni Iw. Hal ini diungkapkan oleh beberapa staf lainnya di Panwaslucam Arga Makmur yang mengaku melihat langsung hal-hal janggal antara atasan dan bawahan pada setiap jam kerja, terlebih lagi dalam beberapa bulan terakhir ini, adanya kejanggalan yang terjadi. Menariknya, saksi yang merupakan rekan kerja korban pun sempat terkejut dengan pernyataan korban, yang mendadak menyatakan mundur dari kantor Panwaslucam.
Beberapa kejanggalan yang diungkapkan beberapa saksi diantaranya, korban yang merupakan staf resepsionist di kantor tersebut dimana sudah menjadi tupoksinya standby di kantor untuk melayani jika ada tamu. Namun tidak demikian kebijakan yang dikeluarkan oleh petinggi Panwaslucam, korban justru kerap diajak kelapangan, salah contohnya dalam kegiatan peninjauan dilapangan untuk wilayah Arga Makmur, anehnya antara keduanya justru melakukan peninjauan hingga kota Bengkulu. Selanjutnya keanehan lainnya, korban memang diperlakukan istimewa dimana setiap apapun hal yang dibutuhkan oleh atasan dan bawahan, korban ketika dipanggil atasannya atas kebutuhan sesuatu kerap dipanggil keruangannya, yang menariknya ruangan tersebut ditutup rapat.
Hal ini pun sempat diakui oleh Oknum Ketua Panwaslucam sendiri dihadapan awak media, dimana Iw membenarkan kerap memanggil korban jika ada sesuatu permasalahan yang dinilai rahasia, dan ironisnya menurut Iw. Hal yang wajar atasan memanggil bawahannya keruangan, dimana sebelumnya pintu yang selalu terbuka harus ditutup rapat, mengingat permasalahan yang akan dibahas bersifat rahasia. Lebih jauh Iw juga sempat mengakui kepada awak media, ketika ditanya status korban sebagai staf dikantor tersebut, Iw pun menjawab korban merupakan staf resepsionis. Namun dalih Iw, lantaran kekurangan SDM di kantor Panwaslucam ia pun terpaksa memberdayakan staf resepsionis tersebut untuk ke lapangan menemaninya. Lebih jauh menariknya lagi, soal peninjauan kelapangan dimana seluruh staf tanpa terkecuali turun langsung ke lapangan, ia tidak menampik saat itu dirinya bersama dengan korban mengarah ke Bengkulu. Namun demikian Iw menegaskan, tidak ada terjadi apa-apa saat korban menemani dirinya melakukan peninjauan hingga kota Bengkulu tersebut.
Sementara itu, Kapolres BU AKBP Ariefaldi Warganegara, S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP. Jufri, S.Ik mengungkapkan, bahwa untuk kasus dugaan perbuatan cabul yang melibatkan oknum Ketua Panwaslucam dengan eks stafnya, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi termasuk saksi yang dapat dinilai saksi kunci. Sejauh ini, pihaknya belum dapat berkomentar banyak soal penanganan kasus ini, dan diharapkan untuk bersabar.
” Iya benar saat ini kita masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi, dan belum dapat kita ekspose. Namun yang pasti seluruh saksi telah diperiksa, hanya tinggal menyelesaikan pemeriksaan seluruh saksi dan memeriksa terlapor. Baru akan dilakukan gelar perkara seperti apa kelanjutannya kita lihat nanti,” singkat Kasat.
Baca juga :
Sst, Dituding Lakukan Pelecehan Seksual Oknum Ketua Panwascam Akan Dipolisikan
Dituding Ngajak Bobok Bareng, Berikut bantahan Oknum Ketua Panwaslucam
Polisi Resmi Terima Pengaduan Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oleh Oknum Ketua Panwaslucam
Asbun Bawa Malapetaka, Klarifikasi Dugaan Pelecehan Seksual Berujung Somasi
Kuasa Hukum Korban Pelecehan Seksual, Tembuskan Laporan Ke Bupati
Laporan : Redaksi

