RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Meskipun pengusutan dugaan perbuatan cabul yang dilakukan oleh oknum Ketua Panwaslucam Arga Makmur berinisial Iw terhadap stafnya berinisial Ln, yang saat ini masih terkesan berjalan ditempat di penyidik PPA Mapolres BU. Ternyata aksi dugaan pelecehan seksual yang membuat korban mengaku merinding ketika dilakukan oleh oknum ini, ada yang menyaksikan langsung. Dimana saksi berinisial Ar, mengaku pernah melihat paha korban diraba oleh sang oknum. Menariknya lagi, saksi juga sebut sang oknum disinyalir sengaja membuat siasat mengajak korban bertemu hingga mencapai empat kali pertemuan, demi untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, dimana oknum diduga memanfaatkan ancaman atas laporannya ke Mapolres BU atas dugaan pencurian.
Baca : Saksi : Perlakuan Oknum Kepada Korban Pelecehan Seksual Memang Terkesan Istimewa
” Iya saya pernah tidak sengaja melihat dari kaca, ketika oknum Iw meraba-raba paha teman saya ini, yang sengaja mengajak saya untuk memenuhi keinginan Iw bertemu dengan Ln,” ujarnya.
Ar pun tidak segan-segan mengungkapkan apa yang menjadi kejengkelannya atas ulah dari atasan temennya tersebut. Dimana ia menjelaskan, sangat ironis sekali seorang atasan memanfaatkan situasi dimana korban lemah atas ancaman yang mengarah ke aparat penegak hukum. Padahal, laporan sang oknum atas tudingannya kepada korban telah melakukan pencurian sangat disayangkan sekali, pasalnya ponsel yang katanya dicuri justru belum 2 X 24 jam sudah berada di tangan sang oknum yang merupakan pelapor. Seharusnya ini yang patut dipertanyakan, bagaimana bisa oknum melaporkan aksi pencurian namun kerugian yang dilaporkannya justru sudah kembali, namun belum dilaporkan kepada pihak berwajib bahwa barang yang menjadi kerugian tersebut telah berada ditangannya.
” Yang membuat saya berani bersaksi, ulah oknum ini memanfaatkan kelemahan korban hanya untuk mendapatkan yang namanya kesenangan sesaat tersebut. Ini dapat saya buktikan, baik melalui pesan singkat maupun apa yang sudah saya saksikan langsung,” tegasnya.
Lebih jauh Ar menjelaskan, dalam siasat Iw untuk memanfaatkan kelemahan Ln ini, ia sangat beruntung selalu dilibatkan oleh temannya tersebut, pada setiap kali oknum ini mengajak korban untuk bertemu, meskipun sang oknum setiap mengajak korban bertemu, selalu meminta hanya korban sendiri saja apabila ingin bertemu dengannya. Yang diketahui, setiap pertemuan diduga membahas soal janji oknum untuk mencabut laporan pencurian yang dilaporkannya ke Polisi, dengan catatan korban dapat memberikan ucapan terimakasih dimana pamrih yang diminta oleh sang oknum diduga berupa kesenangan sesaat bersama dengan Ln.
” Saya sangat beruntung korban selalu mengajak saya, setiap kali oknum ini mengajak ketemuan dengan alasan membahas seoal bagaimana pamrih dalam pencabutan laporan oknum ini ke Mapolres BU,” bebernya.
Ar pun mengungkapkan, 4 kali pertemuan yang selalu diminta oleh sang oknum kepada Ln dalam pesan singkat tersebut, diantaranya pertemuan yang berada di ALun-alun Rajo Malim Paduko tepatnya di auning ayam penyet, kemudian pertemuan di kantor Panwaslucam Arga makmur yang mana waktunya berada diluar jam kerja semestinya. Mengapa dirinya sangat ingin mengikuti kemana korban pergi, Ar membeberkan bahwa ia tidak terima lantaran ia merasakan adanya niat jahat yang akan menimpa sahabatnya tersebut, sehingga ia pun rela untuk menunggu setiap kali korban memenuhi panggilan Iw. Dimana, dalam waktu tunggunya tersebut pada pertemuan terakhir ia sempat melihat dari kaca jendela kantor Panwaslucam Arga Makmur dimana, saat itu korban yang berada di atas motor, didekati oleh oknum dengan menjongkok dihadapan korban sambil mengelus-ngelus paha korban. Ia pun sempat melihat, korban dalam kondisi menangis meskipun ia tidak mengerti penyebab dari korban menangis tersebut.
” Saya sempat memiliki emosi untuk melabrak atas apa yang telah dilakukan sang oknum kepada korban saat pertemuan terakhir di kantor Panwaslucam Arga Makmur, disitu saya melihat korban menangis sementara oknum justru mengelus-ngelus paha korban sambil dalam posisi jongkok dihadapan korban. Namun lantaran saya diminta korban hanya untuk menunggu, saya hanya dapat melihat apa yang terjadi dan tidak dapat berbuat banyak. Harapan saya kasus ini dapat segera diselesaikan oleh pihak PPA Mapolres BU, lantaran ulah yang dilakukan oleh sang oknum juga sudah diluar kewajaran dan telah merugikan harga diri seorang wanita baik-baik dimana pelakunya justru pria beristri,” pungkasnya.
Baca juga :
Corengi Lembaga, Oknum Ketua Panwaslucam Ngaku Ke Atasan Dugaan Cabul Ada Unsur Dendam
Sst, Dituding Lakukan Pelecehan Seksual Oknum Ketua Panwascam Akan Dipolisikan
Dituding Ngajak Bobok Bareng, Berikut bantahan Oknum Ketua Panwaslucam
Polisi Resmi Terima Pengaduan Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oleh Oknum Ketua Panwaslucam
Asbun Bawa Malapetaka, Klarifikasi Dugaan Pelecehan Seksual Berujung Somasi
Kuasa Hukum Korban Pelecehan Seksual, Tembuskan Laporan Ke Bupati
Laporan : Redaksi

