Inspektorat Cermati Dugaan Korupsi Pengadaan Mebelair Dispendik

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Utara, dimana pengadaan mebelair untuk SD dan SMP yang menggunakan dana APBD-APBD-Perubahan Tahun anggaran 2017 yang mencapai ratusan juta rupiah, pihak Inspektur Daerah (Ipda) Kabupaten BU berjanji akan mengaudit pekerjaan ini sedetail mungkin, dan jika ditemukan adanya dugaan markup, laporannya akan langsung diserahkan ke pihak Kepolisian. Hal ini disampaikan oleh Inspektur Ipda bengkulu Utara Dullah, SE kepada awak media.

Baca :

https://rubriknews.com/dugaan-permainan-pengadaan-mebelair-dispendik-sang-ajudan-kadis-bakal-melenggang/

https://rubriknews.com/ini-20-sekolah-penerima-mebelair-yang-diduga-terindikasi-korupsi-dilaksanakan-ajudan-dispendik/

https://rubriknews.com/kadispendik-dipastikan-terlibat-pengadaan-meubeler-tahun-2017/

” Kami sudah mulai menurunkan tim, melakukan audit terhadap pekerjaan pengadaan mebelair di Dispendik BU, sesuai dengan hasil koordinasi permintaan dari pihak Mapolres BU untuk mengaudit kegiatan tersebut,” ujarnya.

Pihaknya pertama kali akan mengaudit ke Dinas terkait, yakni Dinas Pendidikan BU untuk mengetahui terlebih dahulu dasar untuk melakukan audit, yakni diantaranya tim akan mencermati nominal kegiatan pengadaan mebelair, yang tercantum di Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Selanjutnya, pihaknya akan mencari tahu nominal HVS pengadaan kegiatan tersebut, berapa yang telah dilakukan survei dan dimana saja dengan siapa selaku tukang surveinya tersebut. Baru setelahnya, audit akan berlanjut mengetahui nominal Pedoman Umum (Pedum) pengadaan mebelair tersebut, setiap unitnya yang akan langsung dilakukan pengecekan pembanding harga disetiap pelaku usaha mebel yang ada di Kabupaten BU. Baru terakhir, pihaknya akan mengecek sekolah penerima mebelair, dimana didalamnya pihaknya akan meminta berita acara penyerahan hasil kerja serta apakah hasil pekerjaan sudah sesuai spek dalam Pedum.

” Tim akan sangat selektif dan cermat dalam melakukan audit kegiatan ini, mengingat salah satu APH sudah mengklaim bahwa kegiatan pengadaan mebelair ini terindikasi adanya mark’up, serta yang dilakukan oleh pihak oknum yang tidak semestinya mengerjakan kegiatan ini,” tandasnya.

Sejauh ini, pihaknya tidak mau berandai-andai apakah kegiatan yang akan dilakukan audit ini terindikasi mark’up, namun yang pasti jika nantinya ditemukan adanya kerugian negara, pembayaran berlebih atau kelebihan bayar selain pihaknya menghimbau untuk mengembalikan juga akan meneruskan hasil audit ini ke pihak Tipidkor Mapolres BU.

” Jangan berandai-andailah, yang pasti kita tunggu saja hasil kerja tim. Jika nanti ditemukan adanya indikasi yang mengarah ke dugaan korupsi, akan segera ditindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku,” imbuhnya.

Baca juga :

https://rubriknews.com/dugaan-korupsi-pengadaan-mebelair-kepala-dispendik-bu-mulai-terseret/

https://rubriknews.com/dilibatkan-polisi-usut-dugaan-korupsi-pengadaan-meubeler-inspektorat-belum-lakukan-audit/

https://rubriknews.com/pptk-kegiatan-mebelair-mengaku-kewenangannya-sebatas-kontrak/

https://rubriknews.com/dugaan-keterlibatan-ajudan-sebagai-aktor-utama-pengadaan-mebelair-dispendik-semakin-terkuak/

https://rubriknews.com/dugaan-markup-kegiatan-dispendik-gunakan-ajudan-polisi-garap-bersama-inspektorat/

https://rubriknews.com/sst-ada-kegiatan-pengadaan-langsung-diduga-dikerjakan-seorang-ajudan-kadis/

 

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment