Dilibatkan Polisi Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Meubeler, Inspektorat Belum Lakukan Audit

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Mencuatnya dugaan korupsi di lingkungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Bengkulu Utara (BU) yakni pengadaan meubelair untuk SD dan SMP yang disinyalir adanya unsur dugaan markup besar-besaran serta adanya unsur dugaan monopoli kegiatan kepada individu yang tidak berkompeten yakni kegiatan disebut-sebut dilaksanakan oleh sang Ajudan kepala Dinas, yang telah mulai dilirik pihak penyidik Tipidkor Mapolres BU dengan melibatkan Inspektorat. Hingga saat ini, Inspektorat BU belum juga melakukan audit serta pengecekan gerak cepat terhadap dugaan korupsi yang sudah mencuat kepermukaan.

Baca : https://rubriknews.com/dugaan-markup-kegiatan-dispendik-gunakan-ajudan-polisi-garap-bersama-inspektorat/

Padahal sesuai dengan instruksi Presiden yang tertuang dalam MoU antara Kemendagri, Polri, dan Kejaksaan Agung (Kejagung), keterlibatan Inspektorat dalam penanganan dugaan korupsi bersama dengan ketiga institusi ini semestinya kerja sama cepat dalam penanganan laporan masyarakat atas dugaan korupsi di Pemerintah Daerah. Terlebih lagi terhadap dugaan korupsi yang saat ini tengah mencuat, yakni kasus pengadaan meubelair yang sudah seyogyanya dapat ditindaklanjuti dengan cepat, mengingat kerugian negara yang dapat ditaksir mencapai 50 persen lebih.

Inspektur Inspektorat Bengkulu Utara, Dullah,SE ketika dikonfirmasi tidak membantah belum adanya pergerakan apapun dari pihak Inspektorat. Meski demikian, ia menegaskan dan memastikan akan segera melakukan audit pengadaan mebeler SD di lingkungan Dinas Pendidikan Bengkulu Utara tahun 2017.

” Kalau sekarang belum kita lakukan audit. Mungkin dalam waktu dekat lah. Kita akan berkoodinasi dulu dengan pihak Penyidik Tipikor,” ujar Dullah.

Baca : https://rubriknews.com/pptk-kegiatan-mebelair-mengaku-kewenangannya-sebatas-kontrak/

Dalam penanganannya nanti, Dullah juga mengaku belum akan melakukan pemeriksaan secara langsung mengenai siapa saja yang nantinya akan diperiksa. Mengingat, kasus ini diakuinya baru meledak dan pihaknya baru akan mempelajari lebih jauh seperti apa, motif dan teknis dalam kegiatan yang diduga adanya unsur korupsi ini.

” Kita belum sejauh itu akan memeriksa langsung siapa saja yang terindikasi korupsi, karena sebelum kita lakukan audit kita akan mempelajari terlebih dahulu pekerjaan ini, seperti apa proses kegiatan ini, baik pola, rekanan dan lainnya lagi,” beber Dullah.

Sebelumnya, Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi Warganegara, SH, SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Jufri, SIK dikonfirmasi awak media mengakui akan melibatkan pihak Inspektorat Kabupaten dalam penanganan kasus ini. Dimana disampaikan Jufri, saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat mengenai jumlah kerugian negara yang diakibatkan dalam perkara ini.

” Selama pengusutan dilakukan Inspektorat, pihaknya tetap melakukan pemantauan sembari terus melakukan penyelidikan serta pengumpulan bahan dan keterangan dari saksi-saksi yang terlibat dalam kegiatan ini,” singkatnya.

 

Baca juga :

https://rubriknews.com/dugaan-markup-kegiatan-dispendik-gunakan-ajudan-polisi-garap-bersama-inspektorat/

https://rubriknews.com/sst-ada-kegiatan-pengadaan-langsung-diduga-dikerjakan-seorang-ajudan-kadis/

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment