PPTK Kegiatan Mebelair Mengaku Kewenangannya Sebatas Kontrak
Sudah Diperiksa Polisi, PPTK Pengadaan Mebelair Elak Libatkan Ajudan Teken Kontrak

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Dugaan korupsi kegiatan pengadaan mebelair di Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Utara (BU), yang menguras anggaran APBD dan APBD-Perubahan tahun 2017 untuk Sekolah dasar (SD) mulai saling lempar batu. Hal ini terungkap setelah awak media mengkonfirmasi kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) kegiatan pengadaan mebelair tersebut yakni Sukri.

Dimana Sukri mengaku dirinya tidak mengetahui terkait adanya dugaan markup serta monopoli kegiatan yang mana kegiatan ini dikerjakan langsung oleh seorang ajudan Kepala Dispendik BU yang notabenennya bukan kontraktor ataupun PNS melainkan seorang Tenaga Harian Lepas (THL). Penegasan Sukri ini ditambahnya lagi, ia mengatakan ia hanya memiliki kewenangan sebatas kontrak dengan pihak perusahaan yakni perusahaan CV. DIVA BUANA dari Provinsi Bengkulu yang ditunjuk sebagai pihak ketiga pelaksana kegiatan.

” Saya tidak tahu soal keterlibatan ajudan pak Margono dalam kegiatan ini, karena kewenangan saya hanya sebatas kontrak dengan pihak rekanan yakni CV. Diva Buana. Sementara yang katanya ada indikasi markup, itu juga saya tidak bisa berkomentar banyak,” ujarnya.

Sukri pun mengelak ketika disinggung, seperti apa teknis dalam pelaksanaan kegiatan ini yang dimulai dari penunjukan pihak rekanan hingga penandatangan kontrak. Sejauh ini yang ia ketahui, untuk teknis kontrak pihak Dispendik BU menerima hasil pekerjaan kegiatan ini yang sudah didistribusikan ke sekolah yang sudah terdaftar sebagai penerima bahan mebelair ini. Namun ironisnya, ketika ditanyakan lebih jauh sekolah mana saja yang menerima meubelair ini, Sukri lagi-lagi mengelak dengan alasan berkas berada di kantor, dan dirinya saat ini tengah tidak berada di kantor.

” Kami menerima hasil pekerjaan setelah didistribusikan oleh pihak rekanan ke sekolah-sekolah, dalam artian pihaknya menerima bersih pekerjaan itu tanpa didampingi dimana saya menerima berita acara bahwa bahan pekerjaan mebelair sudah berada di lokasi sekolah penerima mebelair. Soal data sekolah penerima, itu berkasnya ada di kantor saya saat ini lagi libur dan tidak kekantor,” bebernya.

Disinggung lebih jauh soal dugaan markup terhadap kegiatan ini, yang mana saat ini tengah dilirik Aparat Penegak Hukum (APH) Sukri pun menegaskan siap untuk menjalani pemeriksaan jika pada kegiatan yang ia tangani ini terjadi masalah. Sejauh ini Sukri mengaku, ia baru satu kali menjalani pemeriksaan oleh pihak penyidik Tipidkor Mapolres BU.

” Saya tidak mungkin bermain dalam kegiatan ini, karena kapasitas saya sudah jelas hanya sebagai pelaksan teknis. Jika pun ada yang tidak beres dalam pekerjaan pengadaan mebelair ini, itu diluar sepengatahuan saya,” tandasnya.

Sekedar mengingatkan, kegiatan pengadaan mebelair ini kuat dugaan adanya unsur markup, serta monopoli. Hal ini terkuak atas hasil penelusuran awak media dilapangan, dimana beberapa pengusaha mebelair yang menerima pesanan atas kegiatan di Dispendik BU ini mengakui jika pesanan meubelair ini dilakukan langsung oleh seorang Ajudan Kepala Dispendik BU berinisial Ek. Sementara, fakta dugaan markup besar-besaran yang berhasil dihimpun awak media, setelah diketahuinya pagu anggaran diaman apgu anggaran ini terjadi dua kali pesanan yakni menggunakan APBD Tahun 2017 untuk 5 sekolah dengan nilai Rp. 85 Juta. Kemudian dianggarkan kembali pengadaan mebelair untuk 10 sekolah dasar yang dananya bersumber dari APBD-Perubahan Tahun 2017 sebesar Rp. 170 Juta.

Baca : https://rubriknews.com/dugaan-markup-kegiatan-dispendik-gunakan-ajudan-polisi-garap-bersama-inspektorat/

Dimana dalam rincian yang berhasil dihimpun, setiap pesanan per set alat mebelair teranggarkan menggunakan uang negara @Rp. 850. 000/set (Kursi+meja). Sementara fakta dilapangan, pesanan pihak PPTK ini dilapangan hanya dihargai sebesar @Rp. 450.000/set. Terkuaklah dalam pesanan ini, dengan sample dua pengsaha mebelair bahwa unsur mark’up yang terjadi pada pengadaan mebelair ini, mencapai 50 % lebih.

Laporan : Redaksi

 

Baca juga :

https://rubriknews.com/dugaan-keterlibatan-ajudan-sebagai-aktor-utama-pengadaan-mebelair-dispendik-semakin-terkuak/

https://rubriknews.com/sst-ada-kegiatan-pengadaan-langsung-diduga-dikerjakan-seorang-ajudan-kadis/

 

Related posts

Leave a Comment