Sst, Ada Kegiatan Pengadaan Langsung Diduga Dikerjakan Seorang Ajudan Kadis

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Informasinya, salah satu Organisasi Perangkat daerah (OPD) Kabupaten Bengkulu Utara (BU), disinyalir telah menyalahi regulasi aturan yang ada. Dimana OPD tersebut yakni Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten BU, yang diketahui diduga telah mengutus seorang ajudan yang notabene hanya seorang Tenaga Hasian Lepas (THL) untuk menjalankan satu kegiatan di OPD tersebut, yakni kegiatan pengadaan meubelair anggaran tahun 2017. Hal ini terkuak, berdasarkan pengakuan salah satu pemilik meubelair di Kota Arga Makmur yang mengerjakan kegiatan pesanan tersebut.

” Saat kami mengerjakan kegiatan yang dipesan oleh ajudan Kepala Dinas pendidikan BU tersebut, kami terpaksa menolak adanya pesanan lain lantaran kerepotan mengerjakan pesanan tersebut masih mneumpuk,” ujar pemilik meublair yang nama dan tempat serta nama meublairnya agar tidak disebutkan.

Dijelaskannya, jika berdasarkan pengakuan dari ajudan kepala Dispendik BU tersebut meubelair yang akan dibuat untuk mengisi meubelair yang ada di sekolah SD satu atap yang ada di Kecamatan Arma jaya Kabupaten BU, dimana setiap unit dari meubelair tersebut dirinya menerima upah Rp. 150 Ribu.

” Saya tidak begitu tau pasti mengenai pengadaan ini, namun yang saya tau pekerjaan yang diamanahkan kepada saya ini untuk mengisi meja dan bangku di skeolah satu atap,” bebernya.

Menanggapi informasi ini, ketika awak media mencoba untuk mengkonfirmasi kepada yang bersangkutan yakni sang Ajudan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten BU, yang berinisial Ek terkait adanya informasi yang menyebutkan namanya atas pengadaan langsung kegiatan yang ada di kantor tempat ia bernaung, Ek terkesan mengelak dan membantah kebenaran informasi tersebut. Diakuinya, dirinya tidak pernah mengendalikan kegiatan yang disebutkan itu.

” Tidak tau saya, informasi darimana itu. Tidak benar itu. Saya tidak pernah merasa mengendalikan pengadaan meubelair. Nanti saya tanyakan ke tukang yang katanya menyebutkan nama saya, kenapa nama saya bisa terseret-seret ini,” ujarnya.

Sekedar diketahui, kegiatan pengadaan langsung yang menggunakan anggaran Pemerintah sudah seyogyanya dikerjakan oleh pemilik sebuah perusahaan pengadaan dibidangnya masing-masing yang biasa disebut Kontraktor. Namun pada kenyataannya, jika informasi ini benar adanya seperti yang diakui oleh pengusaha meubelair apakah itu dapat dibenarkan, terlebih lagi yang mengerjakan seorang ajudan Kepala Dinas OPD yang bersangkutan. Disinyalir ini ada permainan, dimana seorang ajudan ini hanya digunakan untuk mengelabui aturan agar kegiatan ini bisa meraup keuntungan individu.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment