Dugaan Keterlibatan Ajudan Sebagai Aktor Utama Pengadaan Mebelair Dispendik, Semakin Terkuak
Infonya Perusahaan Yang Digunakan Ajudan, Pinjam Milik Pengusaha Provinsi Bengkulu

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Dugaan keterlibatan sang ajudan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Bengkulu Utara (BU) berinisial Ek, yang namanya disebut-sebut sebagai aktor utama dalam kegiatan pengadaan mebelair untuk SD dan SMP dengan anggaran tahun 2017 serta APBD-Perubahan tahun 2017 semakin terkuak. Dimana informasinya, meski sang ajudan bukanlah seorang kontraktor ataupun PNS ia tetap dapat menjalankan kegiatan ini sebagai pihak rekanan Dispendik BU, ia disinyalir mendapatkan jalan dengan cara meminjam perusahaan milik orang lain.

Baca : https://rubriknews.com/sst-ada-kegiatan-pengadaan-langsung-diduga-dikerjakan-seorang-ajudan-kadis/

Informasi terhimpun, sang ajudan menggunakan perusahaan pengusaha milik warga Provinsi Bengkulu, diamana salah satunya yang disebutkan oleh PPTK kegiatan ini yakni CV Diva Buana. Meskipun dugaan monopoli kegiatan serta dugaan markup besar-besaran yang memberikan keuntungan berlimpah kepada yang menjalankan kegiatan ini hingga 50 persen, sang ajudan tetap membantah saat ditanya terkait informasi ini.

Dikonfirmasi via ponsel, Ek membantah keras bahwasanya dirinya terlibat dengan kegiatan pengadaan meubelair. Dalam pernyataannya tersebut, ia mengaku tidak mengetahui dan tidak tahu soal kegiatan ini karena ia menilai juga ia tidak memiliki kapasitas apa-apa dalam kegiatan pengadaan meubelair ini.

” Saya tidak tahu soal proyek ini, dan saya tidak bisa berkomentar apa-apa karena saya takut salah berstatemen. Terlebih lagi, jika saya berkomentar nanti saya kena marah,” ujar Ek kepada awak media.

Disinggung seperti apa teknis dalam kegiatan ini, Ek pun menghindar dan tidak mau memberikan komentar lebih jauh. Terlebih lagi ketika disinggung, seperti apa tanggapannya terhadap pekerjaan ini yang informasinya justru diakali demi meraup keuntungan lebih besar. Yang mana, informasi yang terhimpun, pengusaha meubeler tidak mneyelesaikan pekerjaan ini hingga finishing, melainkan hanya mengerjakan bahan mentah meja dan kursi tanpa difinishing alias melalui sesi pengecatan. Pengecatan sendiri, informasinya di kontrol langsung oleh sang ajudan dimana dilakukan oleh pihak lain.

” Nah tambah lagi soal itu, saya tidak tau dan tidak mau berkomentar apa- apa. Yang jelas, dari saya tidak ada statemen apa-apa. Silahkan kepada yang berkompeten saja,” tandasnya.

Laporan : Redaksi

Baca juga : https://rubriknews.com/dugaan-markup-kegiatan-dispendik-gunakan-ajudan-polisi-garap-bersama-inspektorat/

Related posts

Leave a Comment