Ini 20 Sekolah Penerima Mebelair, Yang Diduga Terindikasi Korupsi Dilaksanakan Ajudan Dispendik

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Dugaan Mark’up kegiatan pengadaan mebelair di Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Bengkulu Utara (BU), yang mana pengadaan melibatkan Kepala Dispendik BU Margono yang juga terlebih lagi disinyalir melibatkan sang ajudan berinisial Ek, yang disebut-sebut pelaksana kegiatan tersebut. Berikut 10 Sekolah SD dan 10 Sekolah SMP penerima mebelair yang bersumber dari Anggaran APBD-Perubahan Tahun 2017.

Dua puluh sekolah tersebut diantaranya, mebelair untuk 10 SMP yang dianggarkan sebesar Rp 170 Juta. Yakni SMPN 47, SMPN 37, SMPN 08, SMPN 05, SMPN 12, SMPN 27, SMPN 35, SMPN 32, SMPN 38, dan SMPN 63 Bengkulu Utara. Kemudian, mebelair untuk 10 SD, yang juga dianggarkan dengan pagu dana yang sama yakni Rp 170 Juta. Yakni, SDN 065, SDN 220, SDN 152 , SDN 014, SDN 032, SDN 156, SDN 116, SDN 192, SDN 083, dan SDN 098 Bengkulu Utara.

Sayangnya, kepala Dispendik BU Margono, S.Pd ketika dikonfirmasi terkait kegiatan ini, memilih untuk mengelak dan melemparkan jawaban atas kegiatan yang saat ini tengah disorot dan dilidik tersebut agar di konfirmasi kepada Tipidkor Mapolres BU.

” Silahkan ke pihak yang berwenang saja, toh kegiatan ini sudah ditangan Aparat Penegak Hukum. Saya tidak bisa berkomentar apa-apa,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Inspektorat BU memastikan akan menurunkan tim audit minggu depan, yakni pada hari kedelapan pasca masuk kerja setelah liburan lebaran. Hal ini ditegaskan oleh Inspektur Inspektorat BU Dullah, SE kepada awak media pada hari pertama masuk kerja diruangannya.

” Soal kegiatan di Dispendik BU yang saat ini heboh adanya dugaan korupsi, saya memastikan minggu depan akan menerjunkan tim untuk melakukan audit,” ujar Dullah.

Hal ini juga dikatakan Dullah, pihaknya memastikan akan mengusut dugaan korupsi pengadaan mebelair ini lantaran tuntutan yang saat diketahui kegiatan ini telah disorot oleh salah satu Aparat penegak Hukum (APH). Kendati demikian, pihaknya akan kooperatif dalam memberikan hasil audit, jika memang benar ditemukan adanya indikasi mengarah ke unsur korupsi, pihaknya memastikan tidak akan menutup-nutupinya dan akan langsung diserahkan ke pihak APH tersebut.

” Kita pasti lakukan audit dengan sebenar benarnya, dan tidak ada yang akan kita tutupi. Tim akan bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku, jika terindikasi kerugian negara akan langsung kita limpahkan ke APH terlebih lagi ini sudah disorot oleh salah satu APH,” demikian Dullah.

Sementara itu, penegasan langsung dari APH yang mengusut kegiatan ini datang dari Kepolisian Resort (Polres) Bengkulu Utara, yang hingga saat ini tertahan untuk melanjutkan pengusutan hingga adanya audit inspektorat setempat atas indikasi dugaan korupsi tersebut. Hal ini juga ditegaskan oleh Kapolres BU AKBP Ariefaldi Warganegara, S.Ik kepada awak media beberapa waktu lalu.

” Pengusutan dan penyelidikan kasus dugaan korupsi di Dispendik BU dipastikan akan tetap lanjut, bahkan kami sudah melakukan pemanggilan terhadap beberapa pihak sekolah penerima mebelair dan juga pihak terkait lainnya atas kegiatan tersebut. Namun demikian, kami belum bisa lebih jauh lantaran, sesuai dengan aturan yang ada APH untuk melanjutkan penyelidikan ketahapan lebih jauh harus melalui mekanisme yakni adanya audit dari Inspektorat setempat. Maka itu, kita akan menunggu hasil audit terlebih dahulu baru akan melanjutkan lebih jauh, meskipun nantinya akan membutuhkan waktu yang cukup panjang serta melibatkan banyak orang,” jelas Kapolres.

Sejauh ini, terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan meubeler ini pihak penyidik Tipidkor Mapolres BU telah melakukan pemeriksaan terhadap Kadispendik BU Margono, meskipun baru sebatas saksi. Sementara pemeriksaan lainnya, telah dilalui oleh seorang PPTK kegiatan yang hanya mengetahui kegiatan ini sebatas kontrak, dan juga 10 Kepala Sekolah dimana sekolah yang dipimpin mereka sebagai penerima bantuan pengadaan meubeler tahun anggaran 2017 oleh Dispendik BU tersebut. Sementara itu, terkait adanya dugaan monopoli pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh orang terdekat pejabat terkait, dimana nama ajudan Kadispendik BU berinisial Ek disebut-sebut sebagai aktor utama dalam kegiatan ini, belum menjalani pemeriksaan sama sekali terlebih lagi terjerat atas dugaan korupsi kegiatan ini.

Untuk diketahui, dugaan korupsi kegiatan pengadaan meubeler di Dispendik BU ini sesuai dengan instruksi Presiden yang tertuang dalam MoU antara Kemendagri, Polri, dan Kejaksaan Agung (Kejagung), keterlibatan Inspektorat dalam penanganan dugaan korupsi bersama dengan ketiga institusi ini semestinya kerja sama cepat dalam penanganan laporan masyarakat atas dugaan korupsi di Pemerintah Daerah. Terlebih lagi terhadap dugaan korupsi yang saat ini tengah mencuat, yakni kasus pengadaan meubelair yang sudah seyogyanya dapat ditindaklanjuti dengan cepat, mengingat kerugian negara yang dapat ditaksir mencapai 50 persen lebih.

Sekedar mengingatkan, kegiatan pengadaan mebelair ini kuat dugaan adanya unsur markup, serta monopoli. Hal ini terkuak atas hasil penelusuran awak media dilapangan, dimana beberapa pengusaha mebelair yang menerima pesanan atas kegiatan di Dispendik BU ini mengakui jika pesanan meubelair ini dilakukan langsung oleh seorang Ajudan Kepala Dispendik BU berinisial Ek. Sementara, fakta dugaan markup besar-besaran yang berhasil dihimpun awak media, setelah diketahuinya pagu anggaran diaman apgu anggaran ini terjadi dua kali pesanan yakni menggunakan APBD Tahun 2017 untuk 5 sekolah dengan nilai Rp. 85 Juta. Kemudian dianggarkan kembali pengadaan mebelair untuk 10 sekolah dasar yang dananya bersumber dari APBD-Perubahan Tahun 2017 sebesar Rp. 170 Juta.

Dimana dalam rincian yang berhasil dihimpun, setiap pesanan per set alat mebelair teranggarkan menggunakan uang negara @Rp. 850. 000/set (Kursi+meja). Sementara fakta dilapangan, pesanan pihak PPTK ini dilapangan hanya dihargai sebesar @Rp. 450.000/set. Terkuaklah dalam pesanan ini, dengan sample dua pengsaha mebelair bahwa unsur markā€™up yang terjadi pada pengadaan mebelair ini, mencapai 50 % lebih.

Laporan : Redaksi

Baca :

https://rubriknews.com/kadispendik-dipastikan-terlibat-pengadaan-meubeler-tahun-2017/

https://rubriknews.com/dugaan-korupsi-pengadaan-mebelair-kepala-dispendik-bu-mulai-terseret/

https://rubriknews.com/dilibatkan-polisi-usut-dugaan-korupsi-pengadaan-meubeler-inspektorat-belum-lakukan-audit/

https://rubriknews.com/pptk-kegiatan-mebelair-mengaku-kewenangannya-sebatas-kontrak/

https://rubriknews.com/dugaan-keterlibatan-ajudan-sebagai-aktor-utama-pengadaan-mebelair-dispendik-semakin-terkuak/

https://rubriknews.com/dugaan-markup-kegiatan-dispendik-gunakan-ajudan-polisi-garap-bersama-inspektorat/

https://rubriknews.com/sst-ada-kegiatan-pengadaan-langsung-diduga-dikerjakan-seorang-ajudan-kadis/

 

Related posts

Leave a Comment