NJOP Anggunan Nasabah Bank BRI Arga Makmur Yang Merasa Dirugikan, Tembus Ratusan Juta

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait, dugaan Freud (Kecurangan) yang dilontarkan oleh Nomi Husyanti, salah satu eks nasabah Bank BRI Arga Makmur, atas anggunan yang ditetapkan dalam proses pelelangan di KPKNL dibawah harga sewajarnya, banyak sekali mengundang pertanyaan?. Terlebih, dasar dari pihak Bank BRI Arga Makmur dalam menetapkan limit lelang, yang hanya Rp. 70 Juta.

Sementara, nilai aset anggunan nasabah itu jika dihargai bisa mencapai ratusan juta, yang terdiri dari Tanah 1075 M2, Ruko dua pintu dan rumah tempat tinggal. Hal ini dilihat berdasarkan, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) aset milik Nomi Husyanti tersebut, bisa menembus angkat ratusan juta rupiah. Mengingat, NJOP Tanah senilai Rp. 103.000/M2, dan NJOP Bangunan mencapai Rp. 575.000/M2. Hal ini dibenarkan, oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bengkulu Utara Sibarani, kepada awak media.

“Iya, NJOP untuk jalur protokol pada tahun 2015, itu mencapai Rp. 103 Ribu permeter. Itupun, untuk tanah ya. Sementara untuk bangunan, mencapai Rp. 575.000 permeter,” ujar Sibarani.

Dalam hal ini Sibarani juga memaparkan, penetapan nilai NJOP tersebut sudah berdasarkan rumus yang sudah ditetapkan oleh negara. Sehingga, banyak juga masyarakat yang komplain terkait nilai NJOP, yang ditetapkan negara tersebut, dinilai terlalu rendah, ketimbang harga pasar dan harga jual beli. Kendati demikian, ia menegaskan itulah ketetapan yang ada.

“Ia seperti itulah nilai NJOP, memang lebih rendah dari harga pasar dan harga jual beli. Namun demikian, NJOP juga bisa dijadikan acuan, pihak KPKNL untuk menjadi landasan menetapkan nilai limit lelang,” jelasnya.

Dasar NJOP Saja Capai Ratusan Juta Nilai Anggunan Nomi Husyanti

Sementara itu, melihat nilai yang dipaparkan oleh pihak Bapenda Bengkulu Utara. Sudah dapat dianalisa sendiri, jika lelang dilakukan dengan prosedur yang benar dengan dasar acuan NJOP ataupun harga pasaran, maupun harga jual beli. Sudah pasti dapat dipastikan, harga nilai limit harta kekayaan milik Nomi Husyanti, yang menjadi anggunan di Bank BRI Arga Makmur dan sudah menjadi hak tanggungan pihak BRI Arga Makmur. Sejatinya, penetapan nilai limit lelang, dapat lebih besar dari yang sudah dilakukan oleh pihak BRI Arga Makmur.

Jika ditetapkan dengan acuan NJOP tahun 2015, tentunya Tanah milik Nomi Husyanti bisa mencapai Ratusan Juta. Pasalnya, NJOP Rp. 103.000 dikalikan jumlah luasan tanah, yang tertera di sertifikat berjumlah 1075 Meter persegi, itu sudah dapat dihasilkan angka yang cukup fantastis, ketimbang nilai limit BRI dalam melakukan lelang, yang hanya Rp. 70 Juta. Itupun belum termasuk bangunan, yang jika dikalkulasikan dari Rp. 575.000 permeter persegi, jelas dapat mencapai berkali-kali lipat dari nilai limit yang ditetapkan pihak BRI Arga Makmur.

“Disitulah kami heran dengan pihak BRI Arga Makmur, bagaimana bisa menetapkan nilai limit dibawah batas kewajaran. Padahal, jika mengacu dari acuan untuk lelang dari NJOP saja, sudah mencapai ratusan juta. Belum lagi ditambah bangunan, semestinya kami dapat uang lebih dari hasil lelang. Tapi faktanya, Bank BRI Arga Makmur, justru menilai kami masih terhutang dari hasil lelang yang sudah mereka lakukan. Ini jelas telah merugikan masyarakat, kami orang yang bodoh, dan tidak mengerti akan hal ini, justru terkesan menjadi bulan-bulanan pihak perbankan saja. Kami harap, pihak terkait dapat memahami hal ini, terkhusus bagi pihak OJK Bengkulu dan Ombudsman serta pihak Pengadilan nanti,” harapnya.

Pihak BRI Arga Makmur, Terkesan Saling Lempar

Menanggapi hal ini, sayangnya hingga berita ini diterbitkan. Berulang kali, awak media mencoba untuk mendapatkan data dan klarifikasi yang jelas, terkait tudingan dari masyarakat yang merasa dirugikan. Pihak Bank BRI Arga Makmur, belum juga dapat memberikan informasi dan klarifikasi tersebut, dan terkesan mengelak. Pasalnya, berulang kali awak media mendatangi kantor Bank BRI Arga makmur, yang berada di Bundaran Arga makmur, selalu saja mendapatkan respon saling lempar, mulai dari pihak bagian Perkreditan, hingga pihak Asisten Manager Pemasaran Komersil dan Pimpinan Cabang BRI Arga Makmur.

“Nanti saja dek, kami belum bisa memberikan klarifikasi yang lebih detail, mengingat klarifikasi ini harus disampaikan satu pintu atas nama Bank BRI. Maka itu, untuk saat ini kami akan berkoordinasi terlebih dahulu,” singkat Anzahari yang ditemui awak media.

Baca juga :

Ketua DPRD Bengkulu Utara, Kritik Ulah BRI Arga Makmur Yang Diduga Semena-mena

Dituding Curangi Nilai Limit Lelang, Berikut Kata Pihak BRI Arga Makmur

Miris, Nilai Aset Ratusan Juta, Ditetapkan Bank BRI Arga Makmur Rp. 75 Juta

Rumah Akan Di Eksekusi, Warga Kelurahan Gunung Alam Sebut Dicurangi Bank BRI Arga Makmur

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment