Dituding Curangi Nilai Limit Lelang, Berikut Kata Pihak BRI Arga Makmur

Di Konfirmasi, Saling Lempar

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait keluhan masyarakat Kelurahan Gunung Alam Kecamatan Arga Makmur bernama Nomi Husyanti, yang merupakan salah satu nasabah wanprestasi, yang menyebut telah menjadi korban kecurangan, atas harta miliknya berupa aset ruko dua pintu, rumah serta lahan seluas 1.075 M2 yang berada di jalur protokol, dilelang dengan harga dibawah kewajaran. Pihak Bank BRI Arga Makmur, lagi lagi menyebutkan semuanya sudah sesuai dengan prosedur. Dimana, hal ini disampaikan oleh Anzahari selaku Asisten Manager Pemasaran Komersil BRI Arga Makmur, ditemui awak media di kantornya, Senin (30/9).

Bank BRI ARga Makmur
Anzahari Asisten Pemasaran Komersil BRI Arga Makmur

“Saya tidak terlalu faham soal seperti apa penetapan limit pada pelelangan, karena itu bukan bidang saya. Yang jelas, saya bagian proses pemasaran. Kalau, proses lelang bukan bagian saya,” ujarnya.

Yang pasti sambung Anzahari, pihaknya menetapkan proses lelang itu jelasnya sesuai dengan prosedur. Dimana, nasabah atas nama Nomi Husyanti merupakan nasabah wanprestasi, sehingga anggunannya terpaksa di lelang. Hal ini, guna mengantisipasi kredit macet yang dialami pihak Bank, dan itu sudah sesuai dengan akad hak tanggungan, yang diserahkan kepada pihaknya. Namun, untuk penetapan nilai limit ia tidak mengetahui seperti apa prosesnya.

“Nanti, kami akan berembuk dan berkoordinasi dulu, karena untuk penetapan limit lelang, seperti apa dasarnya itu bukanlah ranah saya. Melainkan, ranahnya ibu Artila. Besok silahkan datang lagi, agar kami bisa memberikan statemen satu suara,” tandasnya.

Kendati demikian, sejatinya bank dalam menetapkan nilai limit mestinya sesuai dengan rujukan kisaran besaran diskon, yang dipertimbangkan wajar ada standarnya, yaitu Standar Penilaian Indonesia (SPI). Jika penetapan harga lelang, dilakukan oleh tim penaksir dari internal bank sendiri, maka pada praktiknya, bank juga ikut prosedur penetapan nilai yang terkait.

Dari nilai hak tanggungan, harga pasar, dan Nilai Likuidasi, pertama – tama untuk Nilai Limit (harga minimal barang, yang akan dilelang dan ditentukan oleh Penjual) terpilih harga yang tertinggi. Jika tidak laku, maka nilai limit akan diperoleh di penawaran kedua. Jika masih belum laku, akan terus berlanjut sampai selesai nilai likuidasi.

Dalam Pasal 45 huruf b PMK 27/2016 ini diatur hanya Lelang Eksekusi Pasal 6 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan Dengan Tanah (“UU Hak Tanggungan”) (Lelang Eksekusi cidera janji debitor) dengan Nilai Batas lebih besar dari Rp 1 miliar, yang harus ditetapkan oleh penilai independen. Sedangkan, nilai batas lelang di bawah nilai tersebut, dapat ditentukan oleh penaksir internal bank, namun dengan azas kewajaran.

Nomi : Harta Kami Terkesan Dirampas Bak Zaman Penjajahan

Nomi Husyanti, ketika dikonfirmasi benar-benar merasa telah dirugikan atas apa yang sudah dilakukan oleh pihak Bank. Pasalnya, apa yang sudah dilakukan, selain tidak adanya istilah kekeluargaan dalam melakukan prosedur lelang, juga terkesan memaksakan. Bagaimana tidak, harta yang sejatinya dapat dinilai, baik kasat mata maupun secara penilaian NJOP atau survei ke lokasi, dapat dihargai ratusan juta rupiah. Justru, hanya di lelang sebesar Rp. 70 Juta. Ini jelas, layaknya zaman penjajahan yang melakukan perampasan paksa, harta milik masyarakat kecil.

“Kami jelas sangat dirugikan dalam hal ini, semestinya bank tidak bersifat kaku seperti itu. Jika hal ini dilakukan secara kekeluargaan, tidak akan demikian kejadiannya. Jelas dalam hal ini, kami tidak mempermasalahkan masalah lelangnya, namun penetapan nilai limitnya itu yang jelas sangat merugikan kami. Dalam hal ini, kami akan meminta pertanggungjawaban pihak bank, dalam menetapkan nilai limit harta yang kami miliki, dibawah kewajaran,” imbuhnya.

Baca juga :

Miris, Nilai Aset Ratusan Juta, Ditetapkan Bank BRI Arga Makmur Rp. 75 Juta

Rumah Akan Di Eksekusi, Warga Kelurahan Gunung Alam Sebut Dicurangi Bank BRI Arga Makmur

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment