Kades Tambak Rejo, Panggil Narasumber Bukan Penerima Bedah Rumah

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait terpublisnya Parno dan Jarwo warga desa Tambak Rejo Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, sebagai narasumber di media, lantaran tidak mendapatkan bantuan pemerintah, atas tempat tinggal yang tidak layak huni, alias bedah rumah. Kades Tambak Rejo terkesan intervensi narasumber, yang memanggil warganya bernama Parno.

Dalam hal ini, Parno mendapatkan pesan singkat, tidak akan mendapatkan bantuan program bedah rumah, tahun 2020 mendatang. Hal ini pun, diakui oleh Parno warga desa Tambak Rejo Kecamatan Padang Jaya BU.

“Saya mendapatkan surat panggilan dari Kepala Desa, atas pemberitaan terkait program bedah rumah. Dimana, selain surat, istri saya juga mendapatkan pesan singkat WhatsApp, bahwa keluarganya terancam tidak jadi dapat program bedah rumah tahun 2020, karena menjadi narasumber di media,” ujar Parno.

Dirinya mengaku, tidak tahu alasan dari pihak desa memanggil dirinya atas pemberitaan bedah rumah. Padahal, ia tidak mengetahui jika yang mewawancarainya merupakan rekan-rekan wartawan. Ia pun menceritakan, ketika ia didatangi pada sore hari 22 Agustus 2019. Yang menanyakan, terkait program bedah rumah. Ia pun menjawab, ia dan keluarga sudah lima tahun menempati gubuknya tersebut, belum pernah didata apalagi di berikan informasi akan mendapatkan program bedah rumah.

“Saya tidak tahu jika yang datang itu, rekan rekan wartawan. Ketika saya ditanya soal bedah rumah, ya saya jawab apa adanya, saya tidak pernah mendapatkan bantuan tersebut. Boro-boro mendapatkan bantuan, didata aja nggak,” tandasnya.

Istri Parno Terima Pesan Singkat Dari Kades

Kendati demikian, dirinya berterima kasih atas pemberitaan yang ada. Pasalnya, sejak pemberitaan itu naik, dan dirinya menjadi narasumber, ia pun pada keesokan harinya langsung didatangi oleh Kades, dan menjanjikan akan masuk dalam daftar penerima program bedah rumah tahun 2020.

Namun sayangnya, janji tersebut mendadak tiba-tiba berubah pada keesokan harinya lagi, yang mana kades mengirimkan pesan singkat ke istrinya. Bahwa, wacana keluarganya mendapatkan program bedah rumah akan di coret. Dengan alasan, telah menjadi narasumber di pemberitaan. Selain itu, ia pun menerima surat panggilan dari desa, untuk dimintai klarifikasi terkait pemberitaan tersebut.

“Awalnya saya sudah senang, ada kades datang menawari bantuan tahun 2020. Namun, pada keesokan hari semuanya berubah, kades justru memberitahukan soal pembatalan, dan meminta agar saya datang ke kantor desa untuk memberikan klarifikasi soal bedah rumah. Dalam hal ini, saya tegaskan saya tidak pernah mengenal wartawan, apalagi mengundang. Pemberitaan ini muncul pun saya tidak tahu apa-apa, karena saya orang miskin,” tandasnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Desa Tambak Rejo Kecamatan Padang Jaya BU, Ali Sadikin, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya di kantor desa, membantah memberikan intervensi warganya tersebut. Dikatakan kades, dirinya memanggil guna mengklarifikasi kepada Parno dan Jarwo, perihal pemberitaan program bedah rumah. Padahal, pihaknya sudah mengagendakan akan memasukkan dua keluarga ini, dalam program tahun 2020.

“Nggak mas, saya nggak ngancam. Pesan singkat saya itu, hanya memberitahu jika permasalahan pemberitaan ini tidak diklarifikasi, desa terancam tidak mendapatkan program bedah rumah tahun 2020. Itu saja, sementara yang lainnya, saya sengaja melayangkan surat kepada dua keluarga yang menjadi narasumber ini, untuk mengetahui alasan mereka sampai menjadi narasumber. Apakah, mau menghancurkan nama baik kades, atau ada alasan lain,” tegasnya.

Sejauh ini, pihaknya terus berupaya agar desanya tetap mendapatkan kuota yang cukup untuk bantuan tersebut. Mengingat, masih ada sekitar 90 Kepala Keluarga lagi yang merupakan warganya, tinggal dirumah tidak layak huni. Harapannya, tahun 2020 sebanyak 90 kuota yang diajukan dapat disetujui semua.

“Didesa Tambak Rejo ini, masih sekitar 90 rumah lagi, yang tinggal dirumah tidak layak huni. Makanya, harapan kita usulan dapat di terima,” imbuhnya.

Soal Program Bedah Rumah 2019, Kades : Bukan Saya Yang Menentukan

Disinggung, seperti apa usulan awal untuk bantuan bedah rumah BSPS tahun 2019. Yang mana, penerima bantuan tersebut, justru diduga terdapat keluarga Kades, dan juga ada masyarakat yang dinilai tidak layak menerima bantuan tersebut, karena beberapa warga tersebut dinilai sudah mapan alias memiliki rumah tempat tinggal yang sudah layak huni(Permanen).

Kades pun menjawab, itu diluar kewenangannya. Ia pun berdalih, pihaknya sifatnya hanya mengajukan usulan awal, dan yang menentukan layak atau tidak layak itu tim verifikasi dan konsultannya.

“Wah, itu bukan kewenangan saya. Yang menentukan layak tidak layak itu kan tim verifikasi. Kami sifatnya hanya mengusulkan,” demikian Kades.

Baca :

DPRKP Bengkulu Utara, Bakal Periksa Tim Verifikasi Bedah Rumah Desa Tambak Rejo

Miris Puluhan Tahun Warga Tambak Rejo Tinggal Dirumah Berlantaikan Tanah

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment