Sekwan Baru Kaget Adanya Laporan Dugaan Korupsi SPPD Fiktif Di Kantor DPRD Bengkulu Utara

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait indikasi korupsi di Kantor DPRD Bengkulu Utara, yang telah dilaporkan oleh salah satu LSM Bengkulu Utara ke Kejati Bengkulu, atas dugaan SPPD fiktif. Dimana, banyak sekali kejanggalan dugaan penyimpangan pada anggaran perjalanan dinas 30 anggota DPRD BU termasuk unsur pimpinan dewan, dan juga ASN beserta THL Sekretariat DPRD BU. Sekretaris DPRD Bengkulu Utara Ir. Siti Qori’ah Rosydiana yang terkesan telah diselamatkan Bupati BU Ir. Mi’an, masih tetap bungkam. Sementara, Sekwan yang baru dilantik beberapa waktu lalu Dra. Evi Fitriani, MM mengaku terkejut, dan belum mengetahui persoalan tersebut.

“Saya ini baru saja dilantik dek, mana saya tahu ada persoalan kayak gitu di kantor ini. Memang saya akui, saya sempat sekilas membaca berita di media, namun saya tidak begitu faham lebih jauh atas persoalan tersebut. Kendati demikian, saya bukan mengelak. Untuk saat ini, saya “no comment” dulu ya, sampai saya mempelajari terlebih dahulu persoalan yang ada di kantor ini,” ujarnya singkat.

Untuk diketahui, PPTK Perjalanan dinas di kantor DPRD BU ini, berinisial HM, masih terkesan bungkam. Malah, informasi yang berhasil dihimpun awak media. Sejumlah THL, diduga mendapatkan intervensi atau intimidasi dari oknum PPTK ini. Terutama, para THL yang dicurigainya yang tidak pernah mendapatkan porsi perjalanan dinas keluar daerah, namun namanya tertera didalam pertanggungjawaban belanja perjalanan dinas para THL selaku pendamping. Hal ini terungkap, setelah adanya pengakuan beberapa THL kepada awak media, yang ketakutan, agar namanya tidak muncul ke permukaan, lantaran dirinya ketika dikonfirmasi awak media sebelumnya, mengaku tidak pernah mendapatkan porsi perjalanan dinas luar daerah sepanjang tahun 2020 silam.

“Bang, jangan seret nama aku dalam masalah dugaan SPPD fiktif ini. Aku mengakui bahwa sepanjang tahun 2020, saya tidak pernah berangkat melakukan perjalanan dinas ke luar daerah itu, hanya sama abg. Tapi, kenyataannya aku dicurigai oleh dedengkot PPTK perjalanan dinas bang. Tolong nian, jangan sampai muncul nama aku bang,” ujar beberapa THL, yang langsung meminta kepada awak media, agar namanya dirahasiakan.

Meski demikian, para THL dan ASN yang telah mengakui kepada awak media, siap menjadi saksi jika dibutuhkan oleh penegak hukum untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan penyimpangan anggaran pada belanja perjalanan dinas tersebut. Pasalnya, beberapa THL dan ASN tersebut tidak terima, namanya muncul didalam pertanggungjawaban belanja perjalanan dinas. Sementara, tidak pernah dilibatkan atau diberikan porsi perjalanan dinas luar daerah, sepanjang tahun 2020 silam.

“Saya akan berbicara jujur apa adanya, jika bapak-bapak penegak hukum membutuhkan keterangan saya. Karena, saya juga kesal bang, masa iya nama saya muncul melakukan perjalanan dinas, sementara saya sendiri tidak pernah melakukan perjalanan dinas,” tutup THL dan ASN.

Baca juga :
Pembagian Uang Dugaan SPPD Fiktif Sekretariat DPRD Bengkulu Utara, Biasa Disebut Uang “Ijel”

Dugaan Korupsi SPPD Fiktif, Oknum PPTK Sekretariat DPRD Bengkulu Utara Susah Ditemui

Salah Satu Anggota DPRD Bengkulu Utara, Ngaku Tidak Terima Uang SPPD Dalam Daerah

Anggaran Perjalanan Dinas Di DPRD Bengkulu Utara Tahun 2020 Yang Terindikasi Fiktif, Capai Miliaran Rupiah
Dilaporkan Dugaan SPPD Fiktif, Waka I DPRD Bengkulu Utara Lempar Kesalahan Ke Sekretariat
Tepis Nikmati Belanja Biaya Rumah Tangga Rumdin Terindikasi Fiktif, Waka I DPRD BU Bersuara
Dilaporkan Dugaan Korupsi, Ketua DPRD BU “No Comment” Belanja Rumah Tangga Rumdin Jadi Sorotan
Diduga Korupsi Ditengah Pandemi Covid 19, Kegiatan Kantor DPRD Bengkulu Utara Dilapor LSM NCW Ke Kajati Bengkulu

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment