Masalah Klinik GM Waras Rawat Pasien Covid 19 Diduga Secara Ilegal, Satreskrim Polres Bengkulu Utara Akan Mulai Pemeriksaan

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait masalah pada Klinik GM Waras yang berada di Kecamatan Giri Mulya Kabupaten Bengkulu Utara, yang dinilai telah melampaui kewenangannya sebagai pelayanan kesehatan secara swasta. Dimana, pihak klinik ini nekat merawat pasien covid 19 dengan gejala berat tanpa izin alias diduga secara ilegal, lantaran telah mengangkangi regulasi aturan pendemi covid 19. Satreskrim Polres Bengkulu Utara, selaku Penegakan Hukum (Gakum) Satgas Penanganan Covid 19 Bengkulu Utara, kepada awak media Selasa (14/9) menyatakan dengan tegas, akan memulai penyelidikan kasus ini. Yang mana, pihaknya seperti disampaikan, oleh Kapolres Bengkulu Utara AKBP Anton Setyo Hartanto, S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP Jery Antonius Nainggolan, S.IK, akan segera melakukan pemeriksaan.

“Kami sudah menerima informasi dari rekan rekan media, terkait masalah Klinik GM Waras, siap kami akan segera memulai penyelidikan kasus ini, dalam waktu dekat kami akan memulai pemanggilan untuk kepentingan pemeriksaan,” ujar Jery.

Jery pun menegaskan, pihaknya tidak akan gegabah dalam menangani kasus ini. Mengingat kasus ini berkaitan dengan masa pandemi covid 19, yang saat ini tengah gencar dilakukan oleh pihak pemerintah untuk menekan laju peningkatan kasus. Namun, mengenai ulah pihak klinik ini yang disebut sebut telah mengangkangi regulasi yang telah ditetapkan, tentunya ini akan berdampak jelas kepada masyarakat, juga klinik ini dapat dikategorikan telah berbuat melawan hukum yang berlaku.

“Siapapun yang terkait dengan masalah ini, akan kita periksa. Termasuk Dinas Kesehatan, yang semestinya dapat memberikan keterangan lebih jauh selaku leading sektor dalam penanganan pasien pandemi covid 19. Dalam hal ini, kami tidak akan gegabah menangani kasus ini. Yang pasti, jika nanti ditemukan bukti perbuatan melawan hukum, dengan mengangkangi regulasi aturan yang ada, dipastikan pimpinan klinik ini akan diganjar dengan sangsi sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Sejauh ini Jery juga menyampaikan, pihaknya telah melakukan puldata dan pulbaket atas masalah yang terjadi terhadap apa yang dilakukan oleh pihak Klinik GM Waras ini. Meski demikian, pihaknya tetap akan melalui prosedure hukum dalam menangani setiap kasus, yang berkaitan dengan perbuatan melawan hukum.

“Tunggu saja, dalam waktu dekat kita segera mulai pemeriksaan,” demikian Jery.

Sekedar mengingatkan, Klinik GM Waras diduga telah mengangkangi aturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat dan Daerah. Yang mana, untuk penanganan pasien covid 19, terutama yang memiliki gejala sedang dan berat, itu merupakan kewenangan dari Rumah Sakit Rujukan yang ditunjuk oleh pihak Kementerian Kesehatan. Faktanya saat ini, pihak Klinik GM Waras dengan dalih masyarakat ngotot minta dirawat di Klinik, telah nekat diduga mengangkangi aturan yang berlaku. Ironisnya lagi, pihak pimpinan Klinik GM Waras bernama dr Diky Mariska, terkesan diduga memfitnah dan membuat pernyataan kebohongan publik terhadap awak media untuk pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arga Makmur selaku Rumah Sakit Rujukan. Yang mana, kepada awak media dr Diky ini mengaku, bahwa pihaknya ditolak oleh pihak RSUD Arga Makmur untuk merujuk pasien covid 19 dengan gejala berat tersebut.

“Saya bisa kena marah mas, kalau memaksa merujuk pasien yang terpapar covid 19 dari klinik ini. Pihak RSUD Arga Makmur, menolak konfirmasi rujukan kami. Lagian, kita juga tidak bisa saklek dengan aturan,” ujarnya beberapa waktu lalu kepada awak media.

Sementara faktanya, pihak RSUD Arga Makmur mengaku dengan tegas tidak pernah menolak rujukan pasien covid 19 dari fasyankes manapun, apalagi dari Klinik GM Waras. Hal ini ditegaskan oleh dr Herawati selaku Direktur RSUD Arga Makmur, yang menegaskan. Bahwa, pihaknya tidak pernah menolak rujukan. Meski ia menandaskan “No Comment” kepada awak media, ia siap mempertanggungjawabkan fakta yang disebutkannya, baik berdasarkan data diatas kertas maupun fakta yang sebenar-benarnya. Yang menegaskan, pihaknya belum pernah sama sekali mendapatkan pemberitahuan, apalagi permintaan rujukan dari klinik GM Waras atas masyarakat yang terpapar covid 19.

“Sebenarnya saya No Comment saja, namun yang pasti saya tidak pernah menolak pasien rujukan baik dari manapun. Mengenai kasus Klinik GM Waras, saya memiliki bukti lengkap, bahwa kami tidak pernah menerima informasi ataupun konfirmasi rujukan dari klinik ini,” singkat Hera.

Untuk diketahui, Klinik GM Waras yang nekat melakukan pelayanan kesehatan pasien terkonfirmasi covid 19 hingga meninggal dunia, dan pasien terkonfirmasi tersebut, juga dibebankan biaya. Padahal, yang memiliki kewenangan melakukan perawatan pasien terkonfirmasi pasien covid 19 dengan gejala berat tersebut, adalah Rumah Sakit rujukan yakni RSUD Arga Makmur, dan setiap pasien terkonfirmasi menjadi tanggungan negara.

Dalam hal ini, apa yang dilakukan oleh klinik diduga telah mengangkangi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020, tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid 19). Selain itu, pihak klinik juga terkesan mengangkangi Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1991 tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular, Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non alam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Sebagai Bencana Nasional. Menariknya lagi, pihak Klinik GM Waras sama sekali diduga tidak berkoordinasi dengan pihak Satgas Covid 19, baik di desa maupun Kecamatan Giri Mulya, terlebih fasyankes negeri ketika pasien itu dinyatakannya positif covid 19.

Baca juga :
Diduga Lampaui Kewenangan, Pimpinan Klinik GM Waras Terkesan Kambing Hitamkan RSUD Arga Makmur

Diduga Lampaui Wewenang Rawat Pasien Covid 19, Kadinkes : Klinik GM Waras Dapat Ditutup

Camat Giri Mulya Akui Klinik GM Waras Lampaui Kewenangannya, Dan Pungut Biaya Perawatan Pasien Covid 19

Kasus Positif Covid-19 Bengkulu Utara Berangsur Menurun Sejak Agustus

DPRD Bengkulu Utara Sebut Kasus Klinik GM Waras Rawat Pasien Covid 19, “Kelalaian Terstruktur”

Pasien Terkonfirmasi Covid 19 Dibebankan Biaya Rp. 4 Juta, Oleh Klinik GM Waras

Rawat Pasien Covid 19 Tanpa Izin, Klinik GM Waras Terkesan Lampaui Kewenangan

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment