Sekwan Baru Kaget Adanya Laporan Dugaan Korupsi SPPD Fiktif Di Kantor DPRD Bengkulu Utara

Sekretaris-Dewan-(Sekwan)-Bengkulu-Utara

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait indikasi korupsi di Kantor DPRD Bengkulu Utara, yang telah dilaporkan oleh salah satu LSM Bengkulu Utara ke Kejati Bengkulu, atas dugaan SPPD fiktif. Dimana, banyak sekali kejanggalan dugaan penyimpangan pada anggaran perjalanan dinas 30 anggota DPRD BU termasuk unsur pimpinan dewan, dan juga ASN beserta THL Sekretariat DPRD BU. Sekretaris DPRD Bengkulu Utara Ir. Siti Qori’ah Rosydiana yang terkesan telah diselamatkan Bupati BU Ir. Mi’an, masih tetap bungkam. Sementara, Sekwan yang baru dilantik beberapa waktu lalu Dra. Evi Fitriani, MM mengaku terkejut, dan belum mengetahui…

Read More

Pembagian Uang Dugaan SPPD Fiktif Sekretariat DPRD Bengkulu Utara, Biasa Disebut Uang “Ijel”

Dugaan-korupsi-SPPD-fiktif-di-Sekretariat-DPRD-Bengkulu-Utara..

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Ada yang menarik, mencuatnya dugaan korupsi di kantor Lembaga Legislatif Bengkulu Utara. Dimana, dugaan korupsi anggaran perjalanan dinas yang menguras mencapai Miliaran Rupiah ini, pembagian uang dugaan SPPD fiktif untuk unsur pimpinan dewan hingga anggota dewan dan Sekretariat DPRD BU, ternyata biasa disebut uang “Ijel” alias Uang Tidak Jelas. Hal ini terungkap, ketika awak media mengkonfirmasi salah satu staf Tenaga Harian Lepas (THL) dan ASN dilingkungan Sekretariat DPRD Bengkulu Utara. “Wah, masa nama saya ada dalam pertanggungjawaban anggaran belanja perjalanan dinas kak. Saya nggak pernah merasa…

Read More

Dilaporkan Dugaan SPPD Fiktif, Waka I DPRD Bengkulu Utara Lempar Kesalahan Ke Sekretariat

Kantor-DPRD-Bengkulu-Utara-yang-dilaporkan-adanya-dugaan-SPPD-fiktif

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait adanya laporan LSM NCW Bengkulu Utara ke pihak Aspidsus Kejati Bengkulu, atas dugaan korupsi di kantor DPRD Bengkulu Utara. Dimana, setidaknya ada tiga poin yang menjadi sorotan dalam laporan tersebut, salah satunya dugaan SPPD Fiktif, yang mana banyak sekali kegiatan perjalan dinas yang dinilai fiktif, mulai dari unsur pimpinan dewa, anggota hingga ASN dan THL di DPRD BU, ditambah lagi adanya penggunaan pembebanan mata rekening anggaran yang tidak sesuai, yakni mata rekening makan minum pasien dijadikan mata rekening untuk perjalanan dinas unsur pimpinan DPRD BU.…

Read More