Kades Batu Raja R Bangun Jalan JUT, Terindikasi Rugikan Dana Desa

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Ironis memang, ketika pembangunan di desa tidak sejalan dengan masyarakat di desa. Seperti yang terjadi di desa Batu Raja R Kecamatan Hulu Palik Bengkulu Utara, dimana pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) yang menguras anggaran Dana Desa Ratusan Juta Rupiah, justru tidak bisa dinikmati masyarakat. Hal ini terjadi, setelah adanya klaim penolakan dari masyarakat pemilik lahan yang dilalui oleh jalan JUT yang dibangun oleh desa. Dimana, penolakan ini lantaran pembangunan JUT oleh Pemdes Batu Raja R, tanpa koordinasi dan tidak memiliki keabasahan dari dokumen lahan. Alhasil, akibat perbuatan Kepala Desa yang dinilai semena-mena dan tanpa perencanaan yang matang, timbul kerugian negara akibat pembangunan yang tidak memiliki keabsahan aset yang jelas.

Terungkapnya pengelolaan Dana Desa yang terkesan semena-mena atas pengucuran dana untuk pembangunan JUT di desa Batu Raja R, setelah adanya pengakuan dari dua orang masyarakat pemilik lahan yang dilalui JUT yang sudah dibangun tersebut. Dimana, kedua pemilik lahan ini bersikeras protes dan sempat menyuarakan tindakan kades yang semena-mena ini di kantor desa, hingga dilakukannya pemblokiran JUT tersebut. Seperti diungkapkan oleh Roswan (45) warga setempat, yang mengeluhkan JUT yang sudah dibangun oleh Pemdes, tidak bisa dilaluinya karena telah diblokir oleh pemilik lahan. Ia pun mengemukakan, kedua pemilik lahan yang memblokir JUT itu bernama Sodikin dan Suwito.

“JUT yang baru dibangun Pemdes itu, memang sengaja dipagar seperti itu. Karena tanah yang dibangun JUT tersebut, tanpa mendapatkan persetujuan dan tidak pernah dihibahkan untuk dijadikan jalan JUT,” ucap Roswan masyarakat yang kerap melintasi wilayah itu.

Ia pun menilai sangat disayangkan, anggaran Dana Desa terkuras untuk pembangunan JUT itu, namun justru tidak bisa dinikmati masyarakat. Kendati demikian, ia menilai wajar jika pemilik lahan itu melakukan pemblokiran, karena sepengetahuannya berdasarkan pengakuan Sodikin dan Suwito, Pemdes Batu Raja R, tidak pernah melibatkan atau berkoordinasi dengan kedu apemilik lahan itu, terlebih lagi menghibahkan tanah.

“Sangat disayangkan jalan baru dibangun tidak bisa dimanfaatkan. Namun demikian, saya rasa hal wajarlah kalau pemilik tanah melakukan pemblokiran. Karena, pihak Desa tidak ada pamit maupun minta surat hibah atau duduk bersama pemilik tanah. Sekarang barulah menyesal, pihak Pemdes, jalan sudah dibangun tapi tidak bisa digunakan. Tentu, ini menjadi mubazir dan terkesan menghambur-hamburkan uang pemerintah tanpa azas manfaat. Jika pihak desa selama ini ada pamit ataupun menghibahkan terlebih dahulu, tentu tidak seperti ini kejadiannya,” sesal Roswan.

Menanggapi hal ini, menariknya oknum Kades Batu Raja R Sahri ketika dikonfirmasi awak media, justru menganggap kejadian ini biasa. Terlebih lagi, ia justru senang kalau hasil pembangunan yang menggunakan Dana Desa itu di blokir oleh pemilik lahan. Kendatipun, ia tidak menampik jika jalan yang diblokir itu itu tidak pernah mendapatkan surat hibah maupun bertemu dengan pemilik tanah. Ia pun menjelaskan, sebelum melakukan pembukaan badan jalan saat itu, pihaknya bersama perangkat sudha berupaya menunggu kedua pemilik lahan itu dilokasi pembangunan JUT tersebut. Guna, mencari solusi atas rencana pemdes ini. Namun sayangnya diakui oknum Kades ini, hingga saat ini pemilik tanah tidak pernah ditemukannya. Ia pun sempat, didatangi salah satu pemilik lahan bernama Sodikin yang mendatangi kantor desa, menolak dan mempermasalahkan, agar tanahnya tidak dibuat JUT.

“Memang ada tanah yang belum diambil hibahnya, kalau tidak salah ada sekitar dua orang warga selaku pemilik tanah. Karena pemilik tanah tidak pernah bisa dijumpai. Sehingga, saya tetap menjalankan apa yang sudha menjadi rencana pemdes ini. Untuk saat ini, mau bagaimana lagi pekerjaan sudah terlanjur selesai, yang sebelumnya tanah itu didozer dan sudah jadi jalan. Cocok jugo sayo jalan itu diblokir, biarlah diblokir,” ucap Kades yang terkesan merasa tidak bersalah atas apa yang telah dilakukannya.

Menariknya, pihak Kecamatan Hulu Palik Bengkulu Utara diduga dibohongi oleh oknum Kades Batu Raja R ini. Bagaimana tidak, terkait polemik ini pihak Kecamatan mengaku bahwa masalah lahan itu, pihak desa melapor ke pihak pemerintah kecamatan telah adanya hibah tanah. Terlebih lagi, tanah hibah itu jika berdasarkan pengakuan Kades kepada pihak Kecamatan, sudah memiliki sertifikat. Hal itu diucapkan oknum kades ini, sejak sebelum dibangunnya pengerjaan pembukaan jalan JUT ini. Hal ini disampaikan oleh Camat Hulu Palik BU Ali Amran kepada awak media.

” Wah nggak ada masalah JUT di desa Batu Raja R. Kalau pengakuan Kades ke saya, semua lahan yang dibangun menggunakan DD, sudah dihibahkan dan sudah ada sertifikatnya. Makanya, kami sebagai pemerintah Kecamatan mendesak agar pekerjaan itu, segera dikerjakan sampai selesai. Ini sudha nggak benar, karena jika pengakuan kades itu belum ada hibahnya lahan untuk dibangun JUT, tentu kami tidak akan memperbolehkan pihak desa membangun. Coba nanti, saya cek dulu kebenarannya,” singkat Camat.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment