Kades Tanjung Aur Yang Diduga Melakukan Perbuatan Amoral Diberhentikan Dengan Hormat, Masyarakat Kecewa

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Keputusan Bupati bengkulu Utara Ir. Mi’an memberhentikan dengan hormat status Sahirman dari jabatannya sebagai Kepala Desa Tanjung Aur Kecamatan Air Padang Kabupaten Bengkulu Utara, menjadi keluhan masyarakat desa Tanjung Aur. Dimana, masyarakat tidak terima akan keputusan pemberhentian dengan hormat tersebut, sejatinya dengan tidak hormat.

Lantaran, Sahirman yang diketahui telah diduga melakukan perbuatan amoral, yakni berselingkuh dengan salah satu warga yang merupakan istri dari perangkat desa. Padahal, tindakan Sahirman ini dinilai masyarakat jelas sebagai pemimpin di desa telah melanggar norma hukum dan norma agama, dan selayaknya dipecat dengan tidak hormat.

Hal ini disampaikan, oleh salah satu warga bernama Sahrial yang menyebutkan bahwa dirinya mewakili masyarakat yang terluka akan tindakan yang dilakukan oleh Kepala Desanya, dan ditambah lagi dengan ada keputusan bupati memberhentikan dengan hormat ini, sangat menyesalkan dan mengeluhkan hal tersebut. Karena menurutnya, sejatinya Sahirman dipecat dengan tidak hormat bukan diberhentikan dengan hormat, karena kesalahan yang dilakukannya sangat fatal, mencoreng nama baik desa serta melanggar norma agama dan hukum.

” Kami bisa menerima keputusan bupati, terkait pemberhentian Sahirman dari jabatan Kades. Tapi, kami sangat menyayangkan pada keputusan bupati tersebut, pada poin 2 yang menyebutkan memberhentikan dengan hormat saudara Sahirman. Tentu, ini sangat bertolak belakang pada kasus yang saat ini telah dilakukannya. Ia sudah melakukan perbuatan, yang tidak bisa diterima agama dan juga hukum dinegara ini. Harapan kami, bupati dapat bijak dan melihat permasalahannya, dan memecat Sahirman dengan tidak hormat atas perbuatannya,” ujar Sahrial.

Sudarman : SK Pemberhentian Didasari Surat pengunduran Diri

Menanggapi hal ini, Kabag Pemdes Setdakab Bengkulu Utara Sudarman merespon, bahwa SK pemberhentian dengan hormat untuk sahirman ini. Lantaran, dasar dari SK tersebut adalah Surat pengunduran diri yang bersangkutan, dari jabatannya sebagai Kades Tanjung Aur. Karena, ia telah mengaku tidak mampu lagi memangku jabatan tersebut. Mengenai perbuatannya, yang mana masyarakat mendapati Sahirman melakukan perbuatan yang melanggar norma agama dan hukum.

Tentunya, itu merupakan masalah di desa bukan di administrasi pemerintahan. Namun, adanya surat dari pihak BPD desa Tanjung Aur untuk pengajuan pemberhentian tidak hormat, dinilai terlambat. Karena, jauh hari sebelum itu pihaknya sudah menerima lebih dulu surat pengunduran diri yang bersangkutan, sehingga proses pengajuan untuk SK Bupati pemberhentian didasari dengan surat pengunduran diri.

“Dasar SK Bupati, surat pengunduran diri Sahirman dari jabatannya sebagai Kades. Ditambah lagi, adanya surat rekomendasi dari pihak Kecamatan Air Padang. Sehingga, SK pemberhentiannya pun sesuai dengan aturan, diberhentikan dengan hormat. Jika masyarakat keberatan atas SK ini, menurut saya tidak diperlukan lagi, karena jabatan Kades tidak lagi diemban oleh Sahirman. Mengenai Surat Musyawarah Desa, yang meminta Sahirman dipecat dengan tidak hormat, tentunya itu tidak bisa lagi kita proses, karena pengajuannya sudah lebih dulu didasari surat pengunduran diri. Sehingga, pemberhentiannya pun dengan hormat,” jelas Sudarman.

Baca :

SK Pemberhentian Kades Tanjung Aur Belum Turun Dari Meja Bupati Bengkulu Utara

Oknum Kades Tanjung Aur, Dikenakan Cuci Kampung Denda Adat 72 Juta

Ternyata, Oknum Kades Tanjung Aur Yang Diduga Selingkuh Telah Resmi Mengundurkan Diri

Minta Pecat Oknum Kades Selingkuhi Warganya, BPD Tanjung Aur Sampaikan Ke Bupati Bengkulu Utara

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment