Kolaborasi Oknum BPD dan LSM Diduga Peras Kades Muara Santan, Berujung OTT

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Kembali kasus dugaan pemerasan terhadap Kepala Desa (Kades), terjadi di wilayah hukum Polres Bengkulu Utara. Dimana, kali ini menimpa kades Muara Santan Kecamatan Napal Putih Kabupaten BU, yang diduga diperas oleh YU yang diketahui merupakan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Muara Santan, Yu dibantu tiga orang lainnya yang mengaku sebagai oknum Anggota Lembaga Swadaya Masyarkat (LSM) yakni SA, TB, dan MA. Alhasil, keempatnya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Timsus Sat Reskrim Mapolres BU. Hal ini dibenarkan langsung oleh Kapolres BU AKBP Anton Setyo Hartanto SIK MH melalui Kasat Reskrim Polres BU AKP Jery Antonius Nainggolan SIK saat dikonfirmasi awak media, Jum’at (29/5).

“Ya, benar mas kita menangkap ke 4 tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di salah satu rumah makan di Kecamatan Ketahun usai menerima uang sejumlah Rp. 5 juta dari Kades Muara Santan, dan saat ini masih dalam pemeriksaan,” singkat Jery.

Jery menjelaskan, kasus dugaan pemerasan ini berawal pada tanggal 3 Maret 2020 lalu, dimana YU selaku ketua BPD desa Muara Santan bersama 3 anggota BPD lainnya, membuat surat kuasa kepada LSM LPPRI untuk dapat menindak, adanya kejanggalan dalam pelaksanaan Dana Desa (DD) Muara Santan tahun 2019 ke Penegak hukum. Setelah surat kuasa tersebut dibuat, Ketua BPD YU bersama ketiga anggotanya dan anggota lembaga LPPRI, bersama sama melakukan pemeriksaan fisik DD Tahun Anggaran 2019.

Usai melakukan pemeriksaan fisik, Frengki selaku wakil ketua BPD mengundang kepala desa Darwinto untuk bertemu di rumah makan Parida. Dari pertemuan tersebut, pihak LSM meminta uang sejumlah Rp 50 juta, namun kades tidak menyanggupi. Kemudian, tawaranpun mengalami penurunan sejumlah Rp 40 juta, dan ini juga tidak disanggupi oleh kades. Merasa telah diperas, Kades Muara Santan pun akhirnya berinisiatif berkoordinasi dengan pihak Saber Pungli Polres BU, yang berujung dengan aksi OTT.

“Berdasarkan laporan kades ini, kami menindaklanjutinya dengan melakukan penangkapan pada Kamis malam (28/5), dengan barang bukti uang sebesar Rp 5 juta. Atas perbuatan tersebut, ke 4 oknum ini akan dijerat dengan pasal 12 e UU RI no 31 tahun 1999 diubah di ubah dengan UU RI no 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak lawan perlindungan demokrasi tentang negara atau bantuan negara dengan bantuan sendiri atau orang lain. Bagi menentang hukum, dengan menyalahgunakan perundangan seseorang memberikan sesuatu kepada orang lain atau bagi miliknya sendiri,” jelas Jery.

Sejauh ini diakui Jery, pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif guna melengkapi berkas dugaan pemerasan ini. Pemeriksaan ini sendiri sambung Jery, sengaja dilakukan di Mapolres BU beserta para tersangkanya guna mempermudah pemeriksaan.

“Saat ini kita masih tahap pemeriksaan, dan akan di tindaklanjuti lebih jauh mulai dari motif hingga tujuan pemerasan yang melibatkan perangkat BPD desa setempat,” demikian Kasat.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment