Jaksa Lirik Jalan Rusak Desa Suka Manak Bengkulu Utara

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait rusaknya jalan desa Suka Manak Kecamatan Pinang Raya Bengkulu Utara, yang belum genap setahun dari pekerjaannya di Tahun 2019 lalu. Terlebih lagi, pemeliharaan yang sudah melewati masa kontrak dari 6 bulan. Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Arga Makmur, kendati selaku TP4D proyek jalan yang menguras anggaran APBN TP Rp. 1.123.000.000, dengan Satker Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Bengkulu Utara, tetap akan lakukan lidik puldata untuk mencari penyebab kerusakan jalan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Kejari BU Elwin Agustian Kahar, SH, MH melalui Kasi Intel Denny Agustian, SH, MH kepada awak media.

“Giat itu kemaren di dampingi TP4D, dimana saat opname dan PHO, bersama menyertakan ahli dari team teknis Unihaz. Jadi, soal kerusakan yang dinilai belum genap setahun itu, akan kita cari data update giat itu, untuk mengetahui seperti apa penyebabnyo,” ujar Denni.

Denni pun membeberkan, pihaknya hanya mengikuti pendampingan saat opname dan PHO. Sementara, rusaknya jalan itu, akan dicari dulu update pekerjaannya. Sejauh ini, yang ia ketahui pekerjaan itu ada jaminan pemeliharaan, dan jika ada kerusakan semestinya sudah diperbaiki. Namun faktanya, justru hingga habis masa kontrak pada bulan April 2020, pemeliharaan belum juga diperbiki. Kendati demikian, pihaknya sudah mengkonfirmasi dan infonya jalan itu sudah diperbaiki.

“Kita sudah lakukan pengecekan masa pemeliharaannya, yang sudah habis. Infonya, kerusakan yang terjadi sudah diperbaiki menggunakan jaminan pemeliharaan,” terangnya.

Ketika disinggung, seperti apa dengan masa pemeliharaan yang diketahui oleh pihak TP4D, Denni mengaku belum mempelajari dokumen kontraknya. Mengenai, masa pemeliharaan yang sudah terlewati, itu nanti diakuinya akan di lakukan puldata. Untuk saat ini, pihaknya baru menandaskan agar pihak dinas terkait segera menindaklanjuti kerusakan jalan itu. Mengingat, infrastruktur jalan itu merupakan hak masyarakat yang sudah seharusnya dipenuhi oleh pemerintah. Namun, jika kerusakan terjadi, itu juga menjadi kewajiban pemerintah untuk memperbaikinya.

“Mengenai indikasi atau tidak, saya belum bisa jawab. Kareno, belum puldata, tentunya akan kita jawab setelah kita puldata nanti,” demikian Denni.

Jaminan Kontrak Pemeliharaan Habis Bulan April 2020

Untuk diketahui, pasca diberitakan proyek jalan jenis lapisan penetrasi (Lapen) senilai Rp 1,1 Miliar di Desa Air Suka Manak, Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara, yang sudah banyak rusak, akhirnya diperbaiki kembali. Padahal, pekerjaan baru sekira 6 bulan selesai dan belum dilakukan FHO. Hal itu terlihat dari para pekerja yang sedang bekerja di lapangan. Dimana, terlihat pekerjaan yang membongkar kembali aspal yang rusak tersebut. Setelah itu, jalan diaspal kembali.

Dalam hal ini, Ardi, selaku kontraktor pelaksana proyek jalan membenarkan, jika jalan tersebut dilakukan perbaikan setelah melewati masa pemeliharaan, yang sudah ditentukan dalam kontrak kerja. Hal itu dapat dilakukan, karena pihak dinas yang terkait telah mengabulkan permintaan pihak kontraktor pelaksana proyek yakni CV Resi Putri Kontraktor, yang sebelumnya telah meminta agar diperpanjangkan lagi waktu masa pemeliharaannya. Seperti yang tercantum dalam plang proyek. Mulai pekerjaan pada tanggal 24 Juni 2019, dan selesai pekerjaan pada bulan Oktober 2019. Jika masa pemeliharaan dalam kontrak awalnya 6 bulan, sehingga masa pemeliharaannya tentu habisnya pada bulan April 2020. Sementara, perbaikan jalan dilakukan pada bulan Juli 2020. Artinya, ada perubahan kontrak ketika dilakukan perpanjangan waktu masa pemeliharaan.

“Kami akui, perbaikan jalan saat ini telah melewati masa pemeliharaan, yang telah ditentukan dalam kontraknya selama 6 bulan. Namun, kami telah meminta perpanjangan waktu masa pemeliharaan kepada pihak dinas yang terkait, dan dikabulkan,” ungkap Ardi.

Jalan Rusak Akibat Dilalui Truck Material CV Mitra Abadi

Ardi juga membeberkan, soal lamanya proyek lapen tersebut diperbaiki, akibat jalan lapen yang baru saja selesai dikerjakan tersebut selalu digilas oleh truck pengangkut material, proyek jalan Lapen milik CV Mitra Abadi yang juga mengerjakan pekerjaan Lapen, menyambung Lapen yang ia kerjakan. Selain itu, Ardi juga mengakui, meskipun sudah lama selesai dan telah dilakukan perpanjangan waktu masa pemeliharaannya. Namun, proyek jalan tersebut belum dilaksanakan FHO (Final Hand Over).

“Iya, memang benar kalau pekerjaan kami tersebut, belum dilaksanakan FHO. Soal mengapa kami belum memperbaiki jalan itu pada bulan-bulan sebelumnya, karena kami khawatir akan rusak kembali, jika diperbaiki saat itu. Sebab, truck pengangkut material masih berlalu lalang di jalan tersebut. Yang jelas, masalah perpanjangan waktu masa pemeliharaan jalan, kami sebelumnya sudah berkoordiansi dengan pihak dinas pada saat rapat bersama. Disitulah diputuskan, bahwa perbaikan jalan yang rusak tersebut dilakukan, setelah beberapa kendaraan truck selesai mengangkut material,” jelas Ardi pemilik CV Resi Putri Kontraktor tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun. Pembangunan jalan Lapen yang dikerjakan oleh CV. Resi Putri Kontraktor tersebut, merupakan Proyek pembangunan peningkatan jalan sentra produksi di Kawasan KTM Lagita yang sumber dananya APBN-TP tahun 2019 dari kementerian Desa dan Transmigrasi RI Satker Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bengkulu Utara.

Baca juga :
Kepemimpinan Mi’an, Pemeliharaan Jalan Rusak Suka Manak Diduga Diperpanjang Tanpa Perubahan Kontrak

Ternyata, Kepemimpinan Mi’an Jalan Suka Manak Rusak Berat, Belum Dilaksanakan FHO

Miris, Kepemimpinan Mi’an Belum Setahun Jalan Desa Suka Manak Sudah Rusak Berat

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment