Kepemimpinan Mi’an, Pemeliharaan Jalan Rusak Suka Manak Diduga Diperpanjang Tanpa Perubahan Kontrak

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait rusaknya jalan di desa Suka Manak Kecamatan Pinang Raya Bengkulu Utara di kepemimpinan Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an, yang mengalami rusak berat, padahal belum seumur jagung alias belum genap setahun. Dimana, pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Resi Putri Kontraktor, yang memakan anggaran APBN TP dengan Satker Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Bengkulu Utara selaku Satker mencapai Rp. 1,1 Miliar. Terungkap, pemeliharaan jalan dengan luas 1000 Meter dan lebar 3 Meter tersebut, telah kadaluarsa.

Menariknya lagi, pemeliharaan yang sudah kadaluarsa itu disinyalir tanpa adanya adendum kontrak. Kendati demikian, akibat di publis di media jalan tersebut langsung di perbaiki dengan anggaran pemeliharaan, yang dilaksanakan star pada Rabu (22/7). Kadaluarsanya pemeliharaan jalan tersebut, terungkap didalam kontrak yang tertera di papan informasi. Dimana, jelas di papan informasi pekerjaan yang dimulai pada 24 Juni 2019, dan berakhir di tanggal 21 Oktober 2019. Jika di dihitung maju pemeliharaan selama 6 bulan kedepan. Jelas, waktu pemeliharaan ini semestinya berakhir pada 21 April 2020. Namun, ketika waktu habis pemeliharaan tidak juga dilaksanakan, yang menghasilkan terlambatnya dilaksanakan Finishing Hand Over (FHO).

Disisi lain, kerusakan jalan desa Suka Manak ini juga secara kasat mata, disinyalir akibat pekerjaan yang dinilai tidak menyesuaikan spek. Hal ini terlihat secara visual, kondisi jalan yang membelendung, lantaran di lalui oleh kendaraan yang melebihi tonase. Meski demikian, jika pekerjaan dikerjakan sesuai dengan spek sesuai kontrak, tentunya kondisi aspal jalan tidak bakal hancur, yang terkesan kurangnya daya rekat dari aspal yang digunakan.

Ardi : Disnakertrans Kabulkan Perpanjangan Pemeliharaan, Tanpa Rubah Kontrak

Menanggapi hal ini, Ardi selaku pemilik CV Resi Putri Kontraktor, dikonfirmasi awak media, tidak menampik jika kondisi jalan yang dikerjakannya tersebut, mengalami rusak berat. Dalam hal ini, ia berdalih pekerjaannya rusak itu akibat dilalui oleh kendaraan berat, yang tidak sesuai dengan kekuatan jalan lapen yang dikerjakannya. Melihat kondisi inilah, ia berinisiatif meminta perpanjangan waktu pemeliharaan, mengingat jika jalan ini diperbaikinya saat ini, akan kembali rusak seperti itu, lantaran lalu lalang kendaraan besar di wilayah desa itu untuk mengangkut material.

“Iya kami akui pemeliharaan itu telah melewati batas kontrak, yang diberikan selama 6 bulan. Selain itu, kami juga akui bahwa pekerjaan kami tersebut, belum dilaksanakan FHO. Dalam hal ini, kami meminta perpanjangan kepada pihak dinas terkait, dan dikabulkan. Tentunya, kami tidak salah dong. Namun kami memiliki alasan yang kuat, mengapa kami belum memperbaiki jalan itu dikarenakan dikhawatirkan akan rusak kembali jika diperbaiki saat ini. Lantaran, truck pengangkut material masih berlalu lalang di jalan tersebut,” ujarnya.

“Yang jelas, masa pemeliharaan kadaluarsa itu sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan pihak dinas, dan dilaksanakan rapat bersama dan disitulah diputuskan, perbaikan dilaksanakan setelah kendaraan material selesai, baru dilaksanakan pemeliharaan,” sambungnya.

Ardi mengelak jika pekerjaannya tersebut, disebut tidak sesuai dengan spek yang tertera di kontrak. Diakuinya, ia mengerjakan jalan suka manak itu, sesuai dengan apa yang tertera di RAB. Kerusakan yang terlihat dan terjadi, itu bukan karena kegagalan pekerjaannya, melainkan karena dilalui kendaraan.

“Kami sudah mengerjakan pekerjaan jalan itu sesuai kontrak kok, kalau rusak dilalui kendaraan yang bertonase masa kami yang disalahkan. Tentunya, tanya masyarakat sanalah, mengapa truck bertonase yang tidak sesuai dengan kekuatan jalan itu, dibiarkan lewat. Yang jelas, semua pekerjaan kami kerjakan sesuai kontrak, begitu juga dalam teknis pekerjaan terlebih pada penggunaan alatnya,” tandasnya.

Disinggung, dalam pekerjaan jalan suka manak itu menggunakan alat apa saja, terutama dalam menjalankan pengerasan. Ardi mengaku, menggunakan alat Three Wheel, dan menggunakan alat vibro. Namun sayangnya, ketika di singgung apakah menggunakan alat Water Tank serta Gleder, Ardi belum bisa menjawab.

“Kalau alat, kami gunakan Three Wheel dan Vibro,” tutupnya.

Sekedar mengingatkan, jalan desa Suka Manak Kecamatan Pinang Raya Bengkulu Utara, yang belum genap setahun telah mengalami kerusakan parah. Dimana, jalan lapen tersebut, hingga saat ini diakui oleh pihak Disnakertrans BU selaku Satker, belum juga dilaksanakan FHO.

Baca juga :

Ternyata, Kepemimpinan Mi’an Jalan Suka Manak Rusak Berat, Belum Dilaksanakan FHO

Miris, Kepemimpinan Mi’an Belum Setahun Jalan Desa Suka Manak Sudah Rusak Berat

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment