Dugaan Pungli Pemberkasan Sertifikasi Dispendik, Tembus Angka Ratusan Juta

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Informasi indikasi dugaan Pungutan Liar (Pungli), di Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Utara, semakin menarik disimak. Bagaimana tidak, pungli pemberkasan sertifikasi, untuk guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ini saja. Terhitung, dapat mencapai ratusan juta rupiah.

Baca : 

Dugaan Pungli Pemberkasan Sertifikasi, Disinyalir Libatkan 6 Oknum Pegawai Dispendik Bengkulu Utara

Sst..Pemberkasan Sertifikasi Guru Bengkulu Utara, Diduga Ada Pungutan Uang

Pengusutan Dugaan Korupsi Mebelair Mangkrak, Tipidkor Belum Terima Audit Inspektorat

Ini dapat dilihat, setelah dikalkulasikan dengan ribuan guru di Bengkulu Utara. Jika indikasi pungutan setiap gurunya, dengan nominal Rp. 100 Ribu hingga Rp. 500 Ribu. Ini diungkapkan oleh sumber, yang membeberkan bahwa pungutan ini, untuk mempermudah tindak lanjut dari pemberkasan.

“Jika dikalkulasikan dengan jumlah guru, bisa mencapai ratusan hingga milyaran rupiah pak pungutan ini,” ujar Sumber kepada awak media.

Inipun belum dengan jumlah guru, yang memiliki peluang sertifikasi untuk tingkat SD dan SMP. Jika dikalkulasikan jumlah guru, yang melebihi 6.000 orang, dapat dikatakan mencapai milyaran rupiah dugaan pungli ini. Selain itu, Sumber juga membeberkan, tidak hanya indikasi pungutan pemberkasan saja, yang terjadi di Dispendik Bengkulu Utara. Melainkan, pada dugaan pungutan lain pun masih banyak lagi, yang terindikasi.

“Silahkan ungkap semua pak, coba tanyakan guru yang berani berbicara. Meskipun, lebih banyak guru yang tidak berani berbicara. Lantaran adanya indikasi ancaman. Namun yang pasti, jika ini terungkap, kami sangat senang karena dapat mengurangi jumlah dugaan pungli, yang terjadi. Sehingga, apa yang semestinya kami dapatkan tidak berkurang. Karena itu, merupakan hak kami,” bebernya.

Ada Indikasi, Perubahan Modus Dugaan Pungli

Sekedar informasi, dugaan pungli di Dispendik BU, terkait pemberkasan sertifikasi guru PAUD, yang saat ini baru terungkap. Didapati, informasi modus yang digunakan. Uang yang diwajibkan kepada para guru tersebut, wajib dimasukkan kedalam amplop, dan diselipkan pada berkas, yang akan diajukan. Menariknya, beberapa guru yang ditemui awak media juga mengaku, jika amplop yang berisi uang tersebut, tidak ada pada berkas yang diajukan. Dapat dipastikan, guru tersebut tidak akan masuk dalam daftar penerima sertifikasi untuk satu tahun.

Selain itu, informasi terbaru sejak mencuatnya dugaan pungli ini. Pihak Dispendik, disinyalir melakukan perubahan modus. Dimana, modus terbaru yang terjadi, yakni berkas para guru meskipun telah lengkap, tetap sengaja dikembalikan dengan dalih berkas belum lengkap. Ketika, para guru melengkapi kembali berkas untuk kedua kalinya, disinilah para guru disinyalir akan dimintai kembali untuk menyelipkan uang.

Kadispendik Enggan Dikonfirmasi

Sayangnya, hingga berita ini diterbitkan. Kepala Dispendik Bengkulu Utara, Margono, M.Pd, tetap enggan untuk menjawab konfirmasi awak media. baik via pesan singkat maupun via telpon. Menariknya lagi, ketika akan di konfirmasi awak media, yang ditemui usai Margono menghadiri kegiatan Pemkab Bengkulu Utara, persiapan menyambut 3 menteri, ia langsung berlari memasuki mobil, tanpa mau membuka kaca pintu mobil.


Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment