Sst..Pemberkasan Sertifikasi Guru Bengkulu Utara, Diduga Ada Pungutan Uang

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Dunia pendidikan di Kabupaten Bengkulu Utara, kembali tercoreng. Setelah adanya dugaan korupsi, pengadaan mebelair yang diperuntukkan untuk siswa dan siswi SD, hingga SMP di Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2017 silam. Saat ini, beredar informasi ada indikasi oknum di Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Utara, yang disinyalir memperkaya diri dengan melakukan pungutan, terhadap pemberkasan sertifikasi guru. Ironisnya, Kepala Dinas ketika akan di konfirmasi awak media, justru bersikap cuek. Yang, disinyalir adanya keterlibatan atas dugaan pungli ini.

Baca : Pengusutan Dugaan Korupsi Mebelair Mangkrak, Tipidkor Belum Terima Audit Inspektorat

“Saya lagi sibuk, tidak bisa dikonfirmasi karena banyak urusan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Utara Margono, M,Pd sembari berlalu ketika disambangi awak media di kantor tersebut, Rabu (6/3).

Diketahui, data yang berhasil dihimpun awak media. Berdasarkan keterangan salah satu sumber, yang namanya tidak ingin disebutkan, membeberkan. Perihal, ketika ia mengajukan pemberkasan sertifikasi di kantor Dispendik Bengkulu Utara. Sumber ini, dimintai sejumlah uang, yang disinyalir untuk mempermudah pemberkasan tersebut. Diakui Sumber, hal seperti ini sudah lama berlangsung, dan memang sudah menjadi tradisi, sebelum mengajukan berkas untuk mendapatkan sertifikasi.

“Kami diminta mengisi amplop, dengan sejumlah uang, setiap mengajukan berkas sertifikasi. Hal ini, agar berkas yang kami ajukan dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Sumber.

Klarifikasi Wewenang Kepala Dinas

Informasi tambahan yang didapatkan awak media, ketika menyambangi salah satu ruangan, yang ada di Dispendik Bengkulu Utara. Dimana ruangan tersebut, merupakan ruangan yang menerima berkas para guru, untuk mengajukan pemberkasan sertifikasi. Hasil dari informasi tersebut, salah satu oknum PNS yang ditemui awak media, membeberkan. Bahwa, pihaknya tidak bisa memberikan klarifikasi apapun, terkait tupoksi pekerjaan yang menjadi kewajibannya. Karena diakuinya, itu merupakan wewenang pimpinan, yakni Kepala Dinas, agar memberikan keterangan satu pintu.

“Mohon maaf, disini memang ruang untuk menerima berkas sertifikasi. Namun, untuk informasi terhadap awak media atau statemen, itu wewenang kepala dinas. Silahkan dikonfirmasi kepada pimpinan kami, karena sifatnya satu pintu,” kilahnya mengelak pertanyaan awak media.

Guru Sertifikasi Tahun 2018 Ada 1500 Lebih Guru

Namun demikian, oknum PNS ini sedikit membeberkan jumlah guru di Kabupaten Bengkulu Utara, yang terdata mendapatkan sertifikasi tahun 2018 lalu, berjumlah 1.500 lebih guru. Ia pun menambahkan, untuk tahun 2019 tidak dapat diprediksi. Pasalnya, jumlah guru yang akan terdata mendapatkan sertifikasi, dapat bertambah ataupun berkurang.

“Kita belum bisa memastikan, berapa jumlah guru yang akan mendapatkan sertifikasi tahun 2019 ini. Bisa bertambah, bisa juga berkurang. Karena ini juga masih mengumpulkan berkas para guru, yang nantinya akan melalui tahab rekon di pusat. Untuk lebih jelasnya, silahkan ditanyakan kepada Kepala Dinas, bukannya saya tidak mau membeberkan lebih jauh,” singkatnya.

Pantauan awak media dilapangan, ketika menyambangi ruangan yang menerima berkas sertifikasi guru. Sekilas sempat terdengar, salah satu guru menyebutkan “Berapa”?, ketika menyerahkan berkas yang diterima oleh salah satu oknum THL Dispendik BU. Belum diketahui, maksud berapa tersebut, apakah yang dimaksud dugaan pungli tersebut, atau kemungkinan berapa jumlah yang menjadi kewajiban salah satu guru, untuk memperbanyak berkas (Photo Copy,red).

Laporan : Redaksi

Related posts

2 Thoughts to “Sst..Pemberkasan Sertifikasi Guru Bengkulu Utara, Diduga Ada Pungutan Uang”

  1. […] Sst..Pemberkasan Sertifikasi Guru Bengkulu Utara, Diduga Ada Pungutan Uang […]

  2. […] Sst..Pemberkasan Sertifikasi Guru Bengkulu Utara, Diduga Ada Pungutan Uang […]

Leave a Comment