Dugaan Pungli Pemberkasan Sertifikasi, Disinyalir Libatkan 6 Oknum Pegawai Dispendik Bengkulu Utara

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Aksi dugaan Pungutan Liar (Pungli) di Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Bengkulu Utara, atas pemberkasan sertifikasi. Disinyalir, libatkan 6 orang oknum pegawai. Dimana, ke enam orang tersebut diantaranya, 3 oknum pegawai berstatus ASN, dan 3 oknum pegawai berstatus Tenaga Harian Lepas (THL). Hal ini, dibeberkan oleh sumber guru yang namanya enggan disebutkan, kepada awak media Jum’at (8/3).

Baca : 

Sst..Pemberkasan Sertifikasi Guru Bengkulu Utara, Diduga Ada Pungutan Uang

Pengusutan Dugaan Korupsi Mebelair Mangkrak, Tipidkor Belum Terima Audit Inspektorat

Yang mana diketahui, keenam oknum pegawai tersebut berdasarkan informasi dari sumber yang terlibat dalam pungutan ini. Berinisial AM, AB dan AK, ketiganya berstatus ASN. Kemudian, pegawai yang berstatus THL berinisial AN, OR dan OT.

Berdasarkan pantauan awak media, keenam pegawai ini terindikasi terlibat, pasalnya ketika awak media menyambangi kantor Dispendik Bengkulu Utara, lima diantaranya memang berada di satu ruangan pemberkasan tersebut, kemudian yang satunya disinyalir merupakan atasan tertingginya.

“Pungutan yang diambil dari kami ini diterima oleh pegawai THL di Dispendik pak, dimana pengakuan pegawai THL ini atas perintah dari atasan mereka yang berstatus PNS,” ujar Sumber.

Sumber ini pun membeberkan, sempat dipertanyakan alasan pungutan ini. Pihak Dispendik Bengkulu Utara, mengaku ini berguna untuk melengkapi berkas yang kurang, yang tidak mungkin memanggil pihak guru bersangkutan. Selain itu, uang yang dimasukkan kedalam amplop tersebut, juga berguna untuk transportasi dalam hal pemberkasan.

“Kami sempat bertanya, uang ini untuk apa. Namun mereka menjawab, ini untuk pemberkasan kami lah, agar lebih mudah dan tidak lagi merepotkan para guru,” bebernya.

Disinggung lebih jauh, apakah permintaan uang tersebut menjadi kewajiban atau sekedar sukarela. Sumber menjawab, pihak Dispendik Bengkulu Utara jika ditanya lebih jauh berapa nominal yang diminta, tidak pernah mau menjawab. Namun, pihak Dispendik hanya menuturkan, agar uang itu dimasukkan kedalam amplop, jika berkas mau di tindaklanjuti. Dengan kata lain, guru yang tidak melampirkan amplop tersebut, berkasnya akan di persulit.

“Itulah mas, pernah kami mempertanyakan nominal, namun petugas Dispendik itu enggan untuk membeberkan. Mereka hanya memberikan saran, agar uang itu dimasukkan kedalam amplop,” jelasnya.

Dugaan Pungli, Bukan Hanya Pada Sertifikasi

Informasi terbaru dugaan pungli ini, sejak berita ini terangkat ke permukaan. Satu persatu informasi bermunculan di media sosial, dimana salah satu pada akun bernama Isma Yadi, yang membeberkan bahwa kejadian ini bukan yang pertama kali. Melainkan, dugaan pungli ini sudah berlangsung sangat lama, dan bukan hanya pada pemberkasan sertifikasi. Ditegaskannya, pada pencairan sertifikasi ini pun, kerap kali terjadi dugaan pungli.

“Sebenarnya kalau mau dibongkar, pasti banyak yang terkait. Contoh gaji pokok guru Rp. 3.800.000 X 3 = Rp. 11.400.000 dari pusat 5% 570.000, Jadi yang diterima guru hanya Rp. 8.500.000. Jadi yang Rp. 2.330.000 Kemana pak, sudah sekian lama?. Ini, hanya untuk hitungan perorangan kalau dikali ratusan orang, banyak sekali kan,” ucap Isma Yadi yang mengomentari pemberitaan soal dugaan pungli di Dispendik BU ini, di medsos Facebook.

Sejak Dulu, Disebut Guru Selalu Diancam

Selain itu, terdapat juga komentar dari akun medsos milik ASN Pemkab Bengkulu Utara, yang sempat batal dipecat, Thabrani Teak Nora. Dimana dalam komentarnya, ia berucap. Bahwa, dugaan pungli di Dispendik Bengkulu Utara tersebut sudah menjamur, dan itu tidak pernah bakal terbongkar. Lantaran, para guru ketakutan terhadap pejabat Dispendik, yang sejak dahulu selalu mengancam.

“Tanya sama guru, di atas benar apa tidak?. Tapi aku yakin guru tidak akan mau mengakuinya, karena takut dengan pejabat diknas, para guru sejak dulu selalu di ancam, maka selalu ketakutan,” singkatnya.

Margono Cueki Dugaan Pungli Di Dispendik

Sekedar mengingatkan, terkait informasi dugaan pungli di Dispendik Kabupaten Bengkulu Utara, yang melibatkan sebanyak 1500 guru lebih menjadi korban. Kepala Dinas Margono, M. Pd, terkesan cuek atas fenomena yang terjadi di kantor yang ia pimpin tersebut. Dimana, ini terlihat ketika awak media mencoba mengkonfirmasi, ia mengelak dan enggan untuk di konfirmasi.

“Saya sibuk, tidak bisa dikonfirmasi, banyak urusan,” ujarnya singkat meninggalkan awak media yang berupaya meminta keberimbangan, untuk sebuah pemberitaan terkait Dispendik BU.


Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment