Dugaan Penggelapan Uang Toke Oleh CV Karya Utama, Bendahara Dilapor Ke Polisi

Oknum Bendahara CV KU, Terkesan Jadi Tumbal

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait dugaan penggelapan uang miliaran rupiah milik puluhan toke TBS Sawit, yang memasukkan tanda buah ke PT K3 Ketahun oleh CV Karya Utama (KU) selaku suplier. Menariknya ada cerita babak baru, dimana bendahara berinisial ER (26) warga desa Pasar Ketahun Bengkulu Utara Utara, yang merupakan juru bayar/ bendahara CV KU, terkesan menjadi tumbal.

Pasalnya, ia yang diduga menjadi penyebab hilangnya uang kas, serta menimbulkan kerugian bagi CV KU mencapai Rp. 1.017.006.437, dan secara resmi telah dilaporkan ke pihak Mapolres Bengkulu Utara, atas dugaan tindak pidana penggelapan dan atau penipuan. Selaku korban dalam laporan ini yakni CV KU, dan pelapor Wakil Direktur CV KU Marwan S Ramis (61) warga Kelurahan Cempaka Permai Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu, pemilik kuasa dari CV KU

Laporan ini sendiri secara resmi di terima pihak Mapolres Bengkulu Utara, pada Rabu (24/6) sekitar pukul 18.51 WIB. Yang mana disebutkan didalam laporan tersebut, kejadian dugaan tindak pidana penggelapan dan atau penipuan ini, terjadi antara bulan Januari 2020 hingga 24 Juni 2020, yang bertempat di desa Pasar Ketahun Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara.

Kapolres Bengkulu Utara AKBP Anton Setyo Hartanto, S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP Jery Antonius Nainggolan, S.Ik, dikonfirmasi awak media, membenarkan adanya laporan yang diterima tersebut. Yang mana, pihaknya menerima laporan, terkait adanya oknum bendahara CV KU, yang diduga menggelapkan uang perusahaan mencapai miliaran rupiah.

“Iya benar mas, kita sudah menerima laporan resmi dari pihak CV KU, yang melaporkan oknum juru bayar/bendaharanya atas dugaan penggelapan uang perusahaan,” ujar Jery.

Jery pun membeberkan, didalam laporan disebutkan bahwa kejadian ini mulai terkuak pada 19 Mei 2020, dimana Ha selaku Direktur CV KU. Berniat melakukan pencairan cek giro CV. KU, diwilayah Bandung. Yang mana, besaran yang akan dicairkan mencapai Rp. 300 Juta.

Namun, ketika dokumen pencairan berupa cek dan giro disodorkan ke pihak Bank Mandiri Bandung, betapa terkejutnya Ha mendapati pernyataan pihak Bank Mandiri Bandung, yang menyebutkan bahwa saldo kas CV KU tidak cukup untuk dilakukan penarikan sebanyak Rp. 300 Juta. Hal ini sontak saja membuat sang Direktur terkejut, dan langsung berkomunikasi serta memerintahkan Marwan S Ramis selaku Wakil Direktur dan juga pelapor, agar melakukan pengecekan dan penelusuran, atas jumlah saldo rekening giro CV KU tersebut.

Bermodalkan perintah tersebut, pelapor pun langsung bergerak cepat dengan melibatkan Nasir, guna melakukan pengecekan dan penghitungan internal yang dilaksanakan pada 27 Mei 2020. Dari hasil penelusuran, pelapor juga mendapatkan laporan dari pihak Toke atau suplier TBS Sawit, yang membeberkan bahwa banyak Delivery Order (DO) sawit para toke, yang belum dibayarkan oleh terlapor. Hal ini semakin membuat masalah menjadi lebih jauh lagi dilakukan pengecekan, pelapor pun langsung melakukan verifikasi bersama Nasir dan klarifikasi kepada terlapor.

Alhasil, terlapor pun mengakui bahwa DO dari suplier TBS Sawit (toke) belum ia bayarkan, yang jumlahnya sebanyak 367 DO. Sementara, didalam laporan keuangan terlapor, semua DO dari toke telah dibayarkan penuh. Hal inilah yang menjadi dasar pihak unsur pimpinan CV KU, membuat laporan secara resmi ke pihak Mapolres Bengkulu Utara, guna ditindaklanjuti. Selain itu, atas kejadian ini juga menjawab pertanyaan, mengapa uang puluhan DO toke yang mencapai miliaran rupiah, menjadi polemik hingga saat ini.

“Sejauh ini, kami sebenarnya sudah memonitor kasus yang terjadi di CV KU yang merupakan suplier TBS Sawit PT K3 Ketahun. Namun, karena belum adanya kejelasan yang jelas, yakni belum adanya pelapor, kami pun belum bisa mengambil tindakan jelas. Namun, saat ini kami sudah jelas, secara resmi telah menerima laporan yang langsung dilakukan oleh pelapor, yang memiliki kuasa dari CV KU yang juga didampingi pengacara CV KU. Kasus ini, masih akan kami tindaklanjuti terlebih dahulu, dan akan segera dilakukan penyelidikan lebih jauh,” jelas Kasat.

Direktur CV KU, Saat ini Masih Menjadi Terlapor Dugaan penggelapan Sebelumnya

Sekedar mengingatkan, kasus dugaan penggelapan di CV KU bukan yang pertama kali terjadi. Dimana, sebelum kejadian dugaan penggelapan yang merugikan puluhan toke, hingga miliaran rupiah belakangan ini, juga terjadi dugaan penggelapan yang merugikan salah satu investor CV KU. Yang diketahui, saat ini masih didalami oleh pihak Sat Reskrim Mapolres Bengkulu Utara. Sebelumnya, sebagai terlapor dugaan penggelapan CV KU yang dilaporkan oleh sang Investor bernama Anton Novrizal, yakni Direktur CV KU berinisial Ha menjadi terlapor. Yang hingga saat ini, masih ditindaklanjuti hingga tahap penyidikan oleh Sat Reskrim Mapolres BU.

Baca juga :
Mediasi, CV Karya Utama Dideadline Toke Hingga Pekan Depan

Diduga Gelapkan Uang Puluhan Toke, Berikut Kata Kadis Perdagangan Tentang CV Karya Utama

CV Karya Utama, Ternyata Pernah Dilaporkan Ke Polres BU Atas Dugaan Penggelapan

Direktur dan Bendahara CV Karya Utama, Dicari PT K3 Ketahun Diduga Kabur Bawa Uang Toke Miliaran Rupiah

Reskrim Polres Bengkulu Utara Siap Tindaklanjuti Jika Ada Laporan, Toke Korban Dugaan Penggelapan CV Karya Utama

Dinas Perkebunan Bengkulu Utara, imbau Para Toke Sawit Yang Dirugikan CV Karya Utama Lapor Polisi

Ternyata, Direktur CV Karya Utama Adik Kandung Petinggi PT K3 Ketahun

Miliaran Dana Toke TBS Sawit PT K3 Ketahun, Diduga Digelapkan CV Karya Utama

Laporan : redaksi

Related posts

Leave a Comment