Mediasi, CV Karya Utama Dideadline Toke Hingga Pekan Depan

Camat : Pihaknya Warning CV KU Segera Bayarkan Uang Toke

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait dugaan penggelapan yang dilakukan CV Karya Utama, terhadap uang puluhan toke sejumlah miliaran rupiah, dilakukan mediasi yang difasilitasi oleh pihak Kecamatan Ketahun Bengkulu Utara. Mediasi ini berlangsung, di aula Kecamatan pada Selasa (23/6) yang berlangsung alot, lantaran pihak CV Karya Utama terkesan berbelit-belit, yang berujung deadline yang disampaikan oleh para toke dan petani TBS Sawit ini, hingga pekan depan Senin (29/6). Hal ini dibenarkan, oleh Camat Ketahun Kadino kepada awak media, Rabu (24/6).

“Iya mas, kemaren (Selasa,red) sudah terjadi mediasi terkait belum disalurkannya hak puluhan toke atas TBS Sawit, yang sudah masuk ke PT K3 Ketahun melalui suplier CV Karya Utama,” ujar Kadino.

Kadino pun membeberkan, mediasi berjalan kondusif yang dihadiri oleh sekitar 20 orang perwakilan toke TBS Sawit, pihak Mapolsek Ketahun, dan pihak CV Karya Utama yakni, bendahara Engga Raskuti dan juga auditor dari CV Karya Utama, hadir juga dari PT K3 Ketahun Rambe dan Rizal. Dalam mediasi yang sempat ditinggalkannya, lantaran adanya kunjungan Danrem 041 Gamas Bengkulu ini, disebutkannya pihak CV Karya Utama terkesan berbelit-belit. Terlebih lagi, ketika pihaknya meminta paparan mengenai alasan belum juga menyalurkan uang milik para toke TBS Sawit ini, sementara uang sudah diselesaikan oleh pihak PT K3 Ketahun dengan CV KU.

“Alhamdulillah, mediasi berjalan kondusif meskipun terkesan alot. Yang kami sesalkan, kami meminta pemaparan alasan uang toke belum dibayarkan. Dua jam sudah pertemuan berlangsung, pihak CV Karya Utama tidak kunjung memberikan paparan, alasan mengapa belum membayarkan uang yang semestinya sudah diterima oleh para petani sawit ini. Hingga akhirnya, pertemuan terpaksa saya tinggalkan guna mendampingi pak Bupati adanya kunjungan pak Danrem,” bebernya.

Kendati demikian, pihaknya sudah mendapatkan hasil keputusan mediasi. Dimana, para toke dan petani TBS Sawit memberikan waktu hingga pekan depan, untuk menyelesaikan pembayaran. Yang intinya, para toke, meminta uangnya dibayar dengan kesepakatan limit waktu sepekan. Namun, jika tidak kunjung dibayarkan nantinya, ini akan kembali ditinjau ulang dan akan dilakukan langkah selanjutnya yang tidak menutup kemungkinan akan ke ranah lainnya.

“Dari hasil keputusan, yang diterima oleh pihak CV KU, toke sepakat memberikan waktu hingga pekan depan (Senin,red). Intinya toke minta uangnya dibayar dan disepakati limit waktu sampai hari senin. Jika tidak dibayar hingga hari senin, akan dilihat kembali karena saya tidak mengikuti hingga selesai,” tandasnya.

Disinggung seperti apa, mediasi bisa terjadi di kantor Kecamatan. Kadino pun membeberkan, bahwa pada hari Senin (22/6) para toke dan juga pihak PT K3 Ketahun, mendatangi kantor Kecamatan untuk mengusulkan mediasi dilakukan di Kecamatan. Namun, karena dirinya hari Senin itu berada di Kabupaten, sehingga atas permintaan pihak PT K3 Ketahun agar dilangsungkan mediasi di aula Kecamatan pada Selasa (23/6).

“Mengapa mediasi dilakukan di kecamatan, lantaran hari Senin para toke ke kantor Kecamatan. Namun, karena saya tidak berada di tempat, akhirnya disepakati Selasa pihak K3 Ketahun meminta dilakukan mediasi di kantor camat. ia pun menjawab, kalau hanya mediasi dipersilahkan,” jelasnya.

Camat : Petani Juga Punya Kebutuhan Hidup

Disinggung lebih jauh atas pandangannya terkait kasus dugaan penggelapan yang dilakukan oleh CV Karya Utama ini, terlebih lagi ini terkesan bukan yang pertama kali, melainkan sudah yang kesekian kalinya. Camat pun menyampaikan, pihaknya sifatnya hanya sebagai penengah atau fasilitator. Namun demikian, pihaknya meminta dengan sangat dengan penekanan yang jelas, jangan korbankan para petani. Apa yang menjadi hak para petani dan toke itu, agar segera di realisasikan. mengingat, sesuai aspirasi para petani dalam pertemuan mediasi itu, uang itu sangat dibutuhkan yang merupakan untuk kebutuhan hidup, apalagi saat ini merupakan tahun ajaran baru, yang sangat mebutuhkan uang lebih untuk membiayai anak-anak masuk sekolah.

“Kami tidak banyak meminta, karena kami ini dari pemerintah dan sifatnya berada di tengah. Sehingga harapan kami, pihak perusahaan janganlah menahan uang para petani ini, karena ini merupakan hajat orang banyak. Kami mohon, pihak perusahaan untuk segera membayarkan yang menjadi hak mereka, sesuai dengan keputusan yang telah disepakati dalam mediasi. Untuk warning sendiri, sebenarnya kami tidak memiliki kewenangan. Namun, karena ini wilayah pemerintahan kami, tentunya tetap kami menekankan agar CV KU segera menyelesaikan permasalahan ini, karena kami tidak mau Kamtibmas terganggu lantaran masalah ini. Selain itu, untuk perizinan akan kami lakukan pengecekan, CV KU ini apakah memiliki izin atau tidak, yang akan kami konsulkan ke Kabupaten nantinya,” demikian Camat.

Diketahui, mediasi yang berlangsung alot perwakilan para toke dan petani didalam video amatir berlangsungnya mediasi, meminta pihak PT K3 Ketahun dapat bersikap atas permasalahan, yang dilakukan oleh CV KU ini. Mengingat, pemilik CV KU ini merupakan adik dari pemilik PT K3 Ketahun, dimana sejatinya antara CV KU dan PT K3 Ketahun ini disebut sudah bekerjasama. Sehingga, para petani menilai apa susahnya jika masalah ini ditangani oleh PT K3 Ketahun, karena CV KU itu merupakan rekanan yang juga pemiliknya masih keluarga dari pemilik PT K3 Ketahun.

Baca juga :
Diduga Gelapkan Uang Puluhan Toke, Berikut Kata Kadis Perdagangan Tentang CV Karya Utama

CV Karya Utama, Ternyata Pernah Dilaporkan Ke Polres BU Atas Dugaan Penggelapan

Direktur dan Bendahara CV Karya Utama, Dicari PT K3 Ketahun Diduga Kabur Bawa Uang Toke Miliaran Rupiah

Reskrim Polres Bengkulu Utara Siap Tindaklanjuti Jika Ada Laporan, Toke Korban Dugaan Penggelapan CV Karya Utama

Dinas Perkebunan Bengkulu Utara, imbau Para Toke Sawit Yang Dirugikan CV Karya Utama Lapor Polisi

Ternyata, Direktur CV Karya Utama Adik Kandung Petinggi PT K3 Ketahun

Miliaran Dana Toke TBS Sawit PT K3 Ketahun, Diduga Digelapkan CV Karya Utama

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment