RubriKNews.com, LEBONG – Sudah berjalan 3 hari sejak Jum’at (1/12), aktifitas angkutan truk Batu Bara (BB) milik PT Jambi Resources (JR), yang berada di Desa Ketenong II dihentikan paksa warga. Pasalnya, penghentian beroperasi truk BB tersebut atas inisiatif warga khususnya dari Desa Tambang Sawah, Desa Ketenong Jaya, Desa Ketenong I, Desa Ketenong II, yang dinilai memperparah kerusakan kondisi jalan provinsi, yang rusak terutama dari Desa Tambang Sawah hingga menuju Desa Ketenong II Kecamatan Pinang Belapis.
Untuk diketahui, warga mulai kesal lantaran sekitar 20 kilometer jalan provinsi dari Desa Tambang Sawah hingga ke Desa Seblat Ulu tersebut. Kondisi jalan yang ada saat ini, hanya berupa tanah kuning yang hanya ditutup batu koral yang kerap menjadi petaka, bagi para pengguna jalan yang melintasi jalan tersebut, lantaran ruas jalan yang rusak dan belum ada upaya sedikitpun dari pihak provinsi untuk segera melakukan perbaikan.
Sedangkan, di satu sisi kondisi akses jalan yang rusak kembali diperparah akibat angkutan truk batu bara, yang hampir berjumlah sekitar 80 an truk melintasi ruas jlan provinsi tersebut. Atas dasar itulah, Sekdes Ketenong Jaya Darus Sani mewakili atas masyarakat dari 3 desa yakni Desa Ketenong Jaya, Desa Ketenong I dan Desa Ketenong II menegaskan inisiatif untuk menghentikan sementara waktu Holling (angkutan truk batu bara keluar masuk,red) dari masyarakat desa bersama perangkat desa.
” Daripada semakin banyak memakan korban, lantaran setiap harinya jalan lintasan tersebut dilalui truk, mangkanya mulai hari ini, aktifitas angkutan truk kita hentikan sampai ada komitmen dari PT JR, untuk bisa memperbaiki ruas jalan yang rusak itu,” ungkapnya.
Terlebih lagi lanjut Darus, sebelum perusahaan berdiri sudah berjanji akan memperbaiki jalan yang rusak.
” Tapi nyatanya sejak 5 tahun PT JR beroperasi, sampai sekarang, jalan hanya ditutup dengan menggunakan batu granit yang jikalau digilas akan hancur dan hujan akan hanyut dibawa air hujan, jadi mana mungkin bisa tahan kualitas jalan kalau upaya perbaikannya hanya seperti itu,” jelasnya.
Sambung Darus, peningkatan ruas jalan provinsi di Kecamatan Pinang Belapis sangatlah diharapkan oleh seluruh warga Kecamatan Pinang Belapis khususnya. Bagaimana tidak, dengan buruknya akses jalan terkadang mempersulit akses masyarakat, terutama dalam menjual hasil buminya keluar daerah, terkhususnya pelajar yang kerap terjatuh gara-gara jalan yang rusak tersebut, dan banyak lagi akibat lainnya seperti sering mobil truk yang terbalik atau nyungsep akibat jalan yang buruk.
” Harga bahan kebutuhan pokok lebih mahal dibanding di Pasar Muara Aman, dan banyak dampaknya. Yang jelas, atas nama pemerintah desa kami meminta perbaikan jalan provinsi segera dilakukan,” harapnya.
Disisi lain, Camat Pinang Belapis Khairil Anwar,SH menuturkan, pemerintah kecamatan sudah sering mengusulkan perbaikan jalan, tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya.
” Apalagi, selama ini warga patuh membayar PBB. Namun, kok, minta perbaikan jalan saja tidak pernah terwujud,” singkatnya.
Laporan : Apri
Editor : Effendy

