Tanggapi Keluhan Masyarakat Soal Listrik, Mi’an Koordinasi Dengan PLN

Mi’an : Jangan Cengar-cengir Saja, Sikapi Masalah Ini

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an, baru saja menyebarkan videonya, tengah berkoordinasi dengan pihak PLN Arga Makmur. Menyangkut, laporan masyarakat yang mengeluhkan listrik byar pet. Didalam video, yang berdurasi 04.06 Menit ini. Mi’an didampingi Asisten I, II dan III menegaskan kepada pihak PLN Arga Makmur, agar permasalahan jaringan listrik ditangani dengan serius, jangan hanya dengan cengar-cengir saja. Tapi, koordinasi dengan Pemkab Bengkulu Utara, supaya dibantu memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

Dikatakan Mi’an, akar permasalahan menanggapi keluhan masyarakat soal listrik ini, ia mengaku sudah mengetahuinya. Yakni, posisinya kerap maintenance alias gangguan jaringan linstrik. Namun itu ditepis Mi’an, jika pihak PLN Arga makmur sigap dalam hal memberikan perawatan, terhadap atribut jaringan listrik.

“Sebenarnya akar permasalahannya saya sudah tahu, bahwa posisinya maintenance. Dimana, gangguan jaringan yang disebabkan oleh pohon dan lainnya itu, dibiarkan menunggu hingga numpuk, baru diperbaiki. Yang mencapai, berbulan-bulan,” ujar Mi’an.

Tentunya hal ini tegas Mi’an, tidak bisa dibiarkan seperti itu. Sejatinya, pihak PLN itu tanggap atas permasalahan yang ada. Apalagi, itu menyangkut jaringan listrik. Pihak PLN juga tidak etislah, menyalahkan masyarakat yang menjadi kambing hitam atas gangguan jaringan tersebut. Terlebih lagi, menyalahkan masyarakat yang mempersulit PLN dalam melakukan perawatan jaringan. Masyarakat itu dijelaskan Mi’an, tentunya jika diberikan sosialisasi dengan baik, pasti akan mengerti dan tidak akan mempersulit.

“Jelas saja masyarakat marah, dan terkesan mempersulit PLN dalam membersihkan jaringan. Wong PLN nya, tanpa koordinasi dan sosialisasi akan melakukan pembersihan. Nggak mungkinlah, datang ujuk-ujuk bawa singso, mau melakukan pemotongan tanpa memberi tahu sebelumnya, wajar saja kalau marah. Semestinya, kalau diberikan sosialisasi dan melibatkan masyarakat untuk bekerja, tentunya nggak akan ada miss komunikasi antara PLN dan masyarakat,” imbuhnya.

Libatkan Masyarakat Bekerja

Mi’an pun mempertegas pihak PLN, agar dalam membersihkan jaringan itu, melibatkan masyarakat. Mengingat, ini menyangkut dengan harta milik masyarakat, yakni tanam tumbuh yang berada di titik-titik jalur jaringan PLN yang dilewati. Tentunya menurut Mi’an, pihak PLN memiliki dana untuk ganti rugi tanam tumbuh masyarakat, itu mestinya direalisasikan. Atau, minimal ada biaya yang dikeluarkan untuk pembersihan jaringan. Tentunya, kalau itu melibatkan masyarakat, pastinya akan lebih baik.

“Dana ganti rugikan ada, mbok yang realisasikan lah. Atau minimal, dalam melibatkan masyarakat membersihkan jaringan, ia diberikan upah. Tidak mungkinlah, mempekerjakan orang hanya dibayar dengan air liur saja,” sindirnya.

Ia pun menghimbau, agar pihak PLN Arga Makmur memperbaiki komunikasinya, karena ia menilai pihak PLN kurang komunikasi. Pasalnya, dalam beberapa tahun ini, pihak PLN tidak pernah berkoordinasi dengan Pemkab Bengkulu Utara, sehingga pihaknya menganggap pihak PLN tidak memiliki masalah.

“Permasalahan tanam tumbuh atas jaringan listrik, menurut saya pihak PLN kurang komunikasi. Karena, saya perhatikan dalam beberapa tahun ini tidak ada laporan. Sementara kalau perusahaan lain, kerap berkoordinasi. Sejatinya, kalau ada masalah dikoordinasikan ke pemda, agar dapat dibantu. Ini dua tiga tahun tidak ada koordinasi, jadi kita menganggap tidak ada masalah dengan PLN,” jelasnya.

Kedepan, pihaknya meminta agar PLN dalam seminggu ini memberikan laporan, seperti apa permasalahannya. Hal ini dikatakannya, lantaran tidak mungkin harus mengumpulkan seluruh kades dan camat, hanya untuk menyelesaikan permasalahan ini. Ini diingatkannya, jangan lagi ada istilah ketika ada gangguan jaringan, masyarakat yang menjadi kambing hitam dikatakan sebagai penghambat.

“Seharusnya dibuat Peta, kalau ini memang permasalahannya, saya minta dalam minggu ini dibuatkan laporannya. kita tidak mungkin mengumpulkan kades atau camat. Ini menurut saya, segera dilaksanakan jangan sampai nanti posisinya ada yang mati lampu, justru masyarakat yang menjadi kambing hitam menjadi penghambat. Padahal kenyataannya, akibat tidak dipeliharanya jaringan atau terjadi overload,” sambungnya.

Masyarakat Jangan Lagi Jadi kambing Hitam

Selain itu, pihaknya juga meminta agar masalah ini segera diselesaikan, minimal ada progres yang baik. Kalau masalah tanam tumbuh pada jaringan, nanti akan diselesaikan oleh Asisten I. Kalau permasalahannya, akibat PLTA menurutnya itu bukan masalah. Karena, soal PLTA itu masih baru dan tidak mungkin menjadi masalah.

“Bupati nggak bisa tidur, gara-gara mati lampu ini, karena taunya masyarakat itu salah kepala daerah. Makanya, selaku kepala daerah yang merupakan titisan langsung presiden, berhak untuk menegur. Harapan saya, ini segera di perbaiki dan lakukan sosialisasi dan komunikasi yang baik,” demikian Mi’an.

Untuk diketahui, rapat yang digelar di ruang kerja Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an ini selain dihadiri 3 orang Asisten Setdakab BU, juga menghadirkan pihak jajaran PLN Bengkulu Utara.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment