Camat Kota Arga Makmur, Akui Sebagai Pemesan Seragam Linmas

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait pengadaan seragam Linmas yang diketahui direalisasikan menggunakan dana Kelurahan, yang baru dicairkan pada bulan Juli 2019 ini. Camat Kota Arga Makmur Bengkulu Utara Kannedi mengakui, jika pemesanan dilakukan oleh pihak Kecamatan yang merupakan hasil dari rapat.

“Iya benar, kami selaku Pengguna Anggaran (PA), ketika itu melakukan pemesanan untuk seragam Linmas. Mengingat, waktu untuk penggunaan seragam tersebut sudah mepet,” ujar Kannedi kepada awak media diruang kerjanya.

Kannedi pun menjelaskan, tahapan pengadaan itu berdasarkan hasil rapat yang diundang oleh pihak Bappeda Bengkulu utara. Dimana, didalam rapat tersebut, diputuskan dilakukan pemesanan terlebih dahulu atas seragam itu. Kendati demikian, pengadaan seragam itu tetap dibayarkan melalui dana kelurahan nantinya. Namun, menimbang Kelurahan ketika itu belum menjadi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), sehingga pihak Kecamatanlah akhirnya yang bertanggungjawab untuk pemesanan awak tersebut.

“Waktu itukan Kelurahan belum KPA, makanya kami yang masih PA atas kelurahan melakukan pemesanan, selaku yang menandatangani berita acara pemesanan barang,” bebernya.

Meski demikian, pihaknya menilai pemesanan seragam Linmas tersebut dinilainya tidak ada masalah, meskipun pihaknya selaku pemesan dan selaku kuasa belanjanya berada di tangan kelurahan masing-masing. Namun, jika ini dikemudian hari menjadi suatu persoalan, pihaknya siap bertanggungjawab dan membeberkan seperti apa kebenarannya, sehingga pihaknya menjadi pemesan barang.

“Kami mendapatkan perintah untuk pemesanan tersebut, suka tidak suka ya kami laksanakan. Terlebih, itu perintah dari atasan diatas saya. Karena, saya yakin, atasan saya sudah memperhitungkan dan memahami jika apa yang dipesan tersebut tidak akan bertentangan dengan hukum. Jika pun nanti, akhirnya harus berhadapan dengan hukum, kami siap membeberkan seperti apa kebenarannya sehingga kami harus memesan barang tersebut,” tandasnya.

Pengadaan Seragam Linmas, Disinyalir Langgar Dua Aturan

Untuk diketahui, belanja seragam linmas yang direalisasikan menggunakan dana Kelurahan. Dimana, se Kabupaten bengkulu Utara ini terdapat 5 Kelurahan, disinyalir langgar dua aturan sekaligus. Dimana, pemesanan dinilai mendahului anggaran. Sekedar mengingatkan, kewenangan kecamatan ketika pemesanan pengadaan seragam linmas tersebut bertanggungjawab. Lantaran, selaku Pengguna Anggaran (PA) atas kelurahan.

Dimana dalam pemesanan, pihak Kecamatan yang memutuskan dan menyusun HPS harga satuan. Dimana, pemesanan dilakukan pada bulan Maret 2019. Sementara, Bupati Bengkulu Utara Ir Mi’an, Selasa (12/2) melantik 1808 orang menjadi Linmas, guna melakukan pengamanan Pemilu yang dihelat pada tanggal 17 April 2019.

Gonjang ganjing, terkait seragam Linmas ini sempat naik ke Permukaan, setelah pihak Kelurahan sudah melakukan pemesanan dan pembagian, namun dana Kelurahan pada bulan Maret 2019 belum juga kunjung ada kejelasan. Padahal, perjanjian pemesanan kepada pihak ketiga, jatuh tempo pada tanggal 30 April 2019.

Ketakutan pihak Kelurahan atas pengadaan seragam linmas, yang nantinya akan dibayarkan menggunakan dana Kelurahan dirasakan oleh Kelurahan Gunung Alam Kecamatan Arga Makmur dan Kelurahan Purwodadi, serta 3 Kelurahan lainnya. Yakni, Kelurahan Pasar Lais, Lubuk Durian dan Arma Jaya. Pasalnya, seperti yang diungkapkan eks Lurah Syaiful yang langsung dicopot dari jabatannya, lantaran tidak mengindahkan perintah tersebut.

Dalam hal ini, ia pun sudah mengingatkan jika pengadaan seragam Linmas yang dibayarkan menggunakan dana Kleurahan ini,jelas akan bertentangan dengan hukum . Sehingga, dirinya pun bersyukur di copot dari jabatan tersebut, lantaran akan jauh dari masalah jika permasalahan ini akan bertentangan dengan hukum.

Terbaru, hal yang serupa juga dirasakan oleh Lurah Purwodadi Arga Makmur, Yen Rizal yang juga sempat mengucapkan rasa syukur ketika dirinya copot dari jabatan tersebut. Kendati dirinya, enggan untuk memperjelas seperti apa alasan ia tidak menginginkan jabatan etsrebut tahun 2019 ini.


Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment