Status Pernikahan Kedua, ASN Mantan Kabid Perikanan Lebong Disinyalir Kuat Unsur Rekayasa

RubriKNews.com, LEBONG – Aib, Mantan Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Lebong Da ternyata tidak hanya adanya dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bibit benih ikan tahun 2017, dengan satu kegiatan yang menguras anggaran APBD mencapai Rp 1,7 Milar. Ternyata, Rizal Wajo yang merupakan suami kedua dari Da mulai membeberkan aib lainnya, yakni pernikahan kedua antara da dengan Rizal Wajo disinyalir kuat unsur rekayasa.

Bagaimana tidak, hal ini dibuktikan dengan adanya buku nikah asli yang kedua-duanya dipegang oleh Rizal Wajo, sementara status Da yang merupakan ASN dilingkungan Pemkab BU, diketahui belum adanya perceraian dengan suami pertamanya. Hal ini mengundang tanda tanya banyak pihak. Selain itu, hal ini juga tidak dibantah oleh Rizal Wajo yang merupakan suami kedua Da.

Menarik, Rizal Wajo menceritakan awal mula dirinya bisa menikah dengan Da, lantaran Da mengaku kepadanya seorang janda cerai hidup dengan suami pertamanya. Namun hal ini sangat janggal, pasalnya usai pernikahan antara dirinya dengan Da pada 12 Februari 2018 silam, ia mendapatkan telpon dari suami pertama Da yang menyatakan bahwa suami pertamanya masih berstatus suami sah dari Da. Dan dirinya mendapatkan pertanyaan dari suami pertama Da, bagaimana bisa antara ia dan Da menikah, sementara status Da yang merupakan ASN di lingkungan Pemkab Lebong.

” Saya telah ditipu oleh Da, waktu itu Da mengaku sudah sah bercerai dengan suaminya tetapi betapa kecewanya setelah menikah dengannya saya pernah mendapat telepon dari suami pertamanya, yang menyampaikan kalau mereka belum bercerai secara sah di Pengadilan Agama, selaku ASN dia sudah melanggar undang-undang disiplin ASN,” ujar Rizal.

Rizal Wajo yang ketika disinggung oleh awak media, bagaimana bisa mereka berdua mendapatkan buku nikah asli serta bagaimana bisa buku nikah tersebut justru dikeluarkan jauh dari kediaman mereka berdua yakni di KUA Lebong Selatan, ada apa ini?. Selain itu, Rizal Wajo bagaimana bisa seorang yang merupakan bukan warga asli Kabupaten Lebong yakni warga Provinsi Ambon, dapat memiliki domisili. Rizal Wajo pun menjawab, dirinya mendapatkan domisili diwilayah Kabupaten Lebong melalui adik angkatnya bernama Romi Kasian, dimana namanya dimasukkan dalam Kartu Keluarga Romi. Kemudian, ia pun mengaku juga memiliki akta kelahiran di Kabupaten Lebong. Sementara Rizal mengungkapkan, untuk soal buku nikah bagaimana bisa ia dapatkan ia sendiri tidak tahu, dan mengarahkan awak media untuk mengklarifikasinya ke KUA yang bersangkutan yang menerbitkan buku nikah yang diakui Rizal Wajo diproses oleh Da. Yang lebih menarik lagi, status ASN Da yang masih mmeiliki suami sah dan bisa mendapatkan buku nikah asli di KUA Lebong Selatan, sangat aneh, karena sarat seorang janda ASN mendapatkan buku nikah dan dapat menikah lagi jika sudah mengantongi kartu kuning yang dikeluarkan oleh Pengadilan Agam yang mengadili yang bersangkutan.

” Hal itulah yang aneh menurut saya, waktu mau menikah saya tanya kartu kuningnya, Da menjawab ada. Namun hingga saat ini, saya sendiri belum pernah melihat kartu kuning tersebut,” jelas Rizal.

Menanggapi pengakuan dari Rizal Wajo dan Da, Kepala KUA Lebong Selatan Drs. H. Nursyat gunawan yang berhasil dikonfirmasi awak media, tidak membantah pengakuan kedua suami istri tersebut. Nursyat pun mengaku, jika dirinyalah yang menikahkan Da dengan Rizal Wadjo yang diselenggarakan pada bulan Januari lalu.

” Waktu saya nikahkan, kedua suami istri ini mengaku janda cerai hidup dan duda cerai mati. Mengenai bagaimana buku nikah bisa saya terbitkan, saya memiliki berkas pendukung namun berada di kantor, sementara saya saat ini sudah pulang,” singkat Nursyat.

Kabid-Pembinaan-dan-Kinerja-Aparatur-Apedo-IrmanS.Sos_

Disisi lain, untuk status ASN Da. Kepala BKPSDM Kabupaten Lebong H. Guntur S.Sos melalui Kabid Pembinaan dan Kinerja Aparatur, Apedo Irman S.Sos pun angkat bicara. Pihaknya menegaskan, belum mengetahui secara persis tentang status perceraian Darmawati dengan suami pertamanya. Karena berdasarkan data di Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil (PUPNS) Tahun 2014 Da, kata Apedo hanya terdaftar sendiri tanpa suami dan anak.

” Sejauh ini kami belum pernah menerima pengajuan perceraian dari Darmawati terhadap suami pertamanya,” ujar Apedo.

Apedo pun menjelaskan, untuk menanggapi kasus antara Rizal Wajo dengan da ini, proses perceraian seorang ASN seharusnya melalui Kepala OPD tempat dia bekerja diajukan ke BKPSDM untuk diselidiki kelayakannya. Kemudian, jika sudah dianggap layak dan pantas baru diajukan ke Bupati untuk diteruskan ke Pihak Pengadilan Agama.

” Sejauh ini, kita belum pernah menerima dan memproses itu. Tapi baru-baru ini, Darmawati pernah mengajukan permohonan untuk bercerai terhadap suaminya yang kedua yakni Rizal Wadjo. meski dmeikian, kami tentunya belum bisa memproses karena masih banyak kekurangan yang harus dilengkapi seperti buku nikah, kartu keluarga dan surat permohonannya pun belum ditandatangani oleh Ema,” jelasnya.

Untuk menindaklanjuti kasus ASN Da dengan suaminya, pihaknya masih akan mempelajari berkas terlebih dahulu, lantaran masih bingung dengan status Da sebelum menikah dengan Rizal Wadjo, apakah dia sudah sah bercerai secara hukum atau belum, karena pihak BKPSDM belum pernah memperoses perceraian Da dengan suami pertamanya.

” Kami bingung, berkas perceraian dengan suami pertamanya saja belum ada sama kami, namun Da sudah mau mengajukan perceraian dari pernikahannya yang kedua. Sejauh ini, di data PUPNS hanya nama Darmawati saja yang terdaftar, sedangkan suami dan ketiga anaknya tidak ada. Untuk lebih jauhnya, nanti akan kami pelajari terlebih dahulu,” tutup Apedo.

Untuk diketahui, berdasarkan isi buku nikah Rizal Wajo dengan mantan Kabid Perikanan ini, pernikahan keduanya terjadi di wilayah Lebong Selatan dengan mas kawin seperangkat alat solat dan uang Rp. 300 ribu. Yang langsug ditandatangani oleh Kepala KUA Lebong Selatan Drs. H. Nursyat Gunawan pada tanggal 12 Februari 2018. Dimana pernikahan keduanya Darmawati dengan wlai nikah bernama Handian (35) dengan alamat desa Karang Dapo Bawah.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment