Harimau Sumatera Ditemukan Mati Terkena Jerat Di Seluma

RubriKNews.com, SELINGSINGAN – Kasus harimau sumatera mati terkena jerat kembali terulang di wilayah Kabupaten Seluma. Petugas BKSDA Seksi Konservasi Wilayah II Seluma bersama unit Tipidter Polres Seluma, dan masyarakat Desa Selingsingan Kecamatan Seluma Utama, Kamis (20/2) pagi sekitar pukul 10.00 wib, mengevakuasi bangkai harimau, yang mati terkena jerat di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Bukit Badas.

Informasi terhimpun, bangkai Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) tersebut pertama kali ditemukan oleh Ridwan (40) warga Desa Selingsingan, Kecamatan Seluma Utara yang saat itu bersama anaknya. Bermula pada Rabu (19/2) pagi, sekitar Pukul 07.00 wib. Ketika sedang mencari umbut rotan yang berjarak sekitar 6 km dari Desa Selingsingan.

Saat dimintai keterangan oleh petugas Ridwan mengatakan, setelah mengetahui bangkai harimau kemudian memilih cepat pulang bersama anaknya dan tidak berani, melanjutkan mencari umbut rotan. Kemudian setiba di desa, langsung melaporkan kejadian ini ke Kepala Desa Selingsingan. Sebelum akhirnya, melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum.

“Awalnya kami berniat cari umbut rotan pak. Tapi baru beberapa meter dari jalan kami terkejut melihat bangkai harimau yang sudah membusuk,” ujar Ridwan.

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi BKSDA Wilayah II Seluma, Mariska Tarantona, S.Hut menjelaskan. Jika kondisi harimau tersebut, berjenis kelamin betina. Harimau tersebut, mati karena terkena jerat dibagian leher dan bangkai harimau tersebut diperkirakan sudah lama, sekitar 3 hari mati. Diperkirakan sekitar 2 tahun Harimau itu berukuran panjang 190 cm dan tinggi 70 cm.

“Harimau ini berjenis kelamin betina. Umurnya diperkirakan sekitar 2 tahun,” jelasnya.

Selain menemukan Harimau, petugas juga menemukan 1 jerat harimau, yang masih aktif dengan umpan babi hutan. Jerat tersebut, ditemukan berjarak sekitar 30 meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan bangkai harimau. Melihat kondisi jerat yang ditemukan petugas, pelakunya diduga kuat masih ada kaitannya dengan jaringan lama yang pernah terungkap beberapa bulan lalu.

“Ini dugaan kuat terkena jerat yang memang sengaja dipasang oleh oknum. Harimau ini akan kita evakuasi,” ujarnya.

Dilain pihak, Unit Tipidter Polres Seluma yang juga tengah melaksanakan Operasi Wanalaga tahun 2020 ini juga terus berupaya melakukan penyelidikan untuk mengusut kasus perburuan harimau sumatera ini.

“Kuat indikasi harimau dikawasan ini memang sengaja diburu dan kini sedang kita lakukan penyelidikan. Karena harimau salah satu yang dilindungi undang-undang,” tegas Kapolres Seluma, AKBP I Nyoman Mertha Dana, S.Ik melalui Ipda Catur Teguh S, SH.

Harimau sumatera merupakan subspesies harimau yang habitat aslinya di pulau Sumatera dan merupakan satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini. Harimau juga termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah dalam daftar merah spesies terancam yang dirilis Lembaga Konservasi Dunia IUCN.

Para pelaku bisa dijerat Pasal 21 UU KSDAE dan tindak pidana menangkap, melukai, membunuh satwa dilindungi dengan alat berupa jerat belum mencapai tujuan, tindakan permulaan membawa atau memasang jerat, yang diatur dalam Pasal 53 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-undang Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Mayat Harimau tersebut langsung dilakukan evakuasi oleh pihak BKSDA Seksi Konservasi Wilayah II Seluma bersama anggota Tipidter Sat Reskrim Polres Seluma. Mayat Harimau tersebut pun langsung dibawa ke BKSDA Provinsi Bengkulu. Untuk dilakukan pemeriksaan dn otopsi oleh Dokter Hewan Provinsi Bengkulu.

Laporan : redaksi

Related posts

Leave a Comment