Nyamar Jadi Pembeli, Polisi Bekuk Pengedar Ganja Warga Kota Bengkulu

RubriKNews.com, SELUMA – Tim Opsnal Satres Narkoba Mapolres Seluma patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, dengan bermodalkan menyamar menjadi pembeli, Selasa (4/2) sekitar pukul 10.30 WIB, di ruas jalan Kelurahan Sukaraja, personil Satres Narkoba berhasil bekuk satu orang terduga pengedar ganja yang diketahui warga Kota Bengkulu.

Kapolres Seluma, AKBP I Nyoman Mertha Dana, S.Ik melalui Kabag Ops, Kompol Rudi Marwah, didampingi Kasat Narkoba, AKP Rajis Supi, SH, menerangkan. Terduga pelaku berinisial FT (18) warga Jalan Bhakti Husada, Kelurahan Lingkar Barat Kecamatan Gadang Kota Bengkulu. FT diamankan di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), ruas jalan lintas Kabupaten Seluma. Tepatnya, berada di jalan Raya Bengkulu Tais Km 31 Rt 01 Rw 01 Kelurahan Sukaraja.

“Kita berhasil membekuk terduga pelaku ini, setelah anggota menyamar sebagai pembeli. Kemudian, aksinya langsung digrebek tim opsnal Satres Narkoba Polres Seluma, yang sudah melakukan pengintaian disekitar lokasi,” ujarnya.

Kasat pun menambahkan, kronologis dibekuknya terduga pelaku berawal ketika personil Satres Narkoba Polres Seluma menerima informasi dari masyarakat, adanya transaksi jual beli Narkoba di wilayah hukum Polres Seluma. Pihaknya, bersama team Opsnal langsung menindaklanjutinya dan bergerak cepat melakukan pengintaian, ditempat lokasi yang diinformasikan oleh masyarakat tersebut. Tim berhasil mengamankan terduga beserta barang bukti berupa dua paket, narkotika jenis ganja dimana 1 paketnya seharga Rp 50.000, yang di bungkus dengan kertas bekas kalender, yang di simpan di dalam Kotak Rokok NICE Warna Hitam, dimana sebelumnya sempat disembunyikan pelaku ditiang Pondok warung.

“Ketika personil kami melakukan Transaksi jual beli kepada pelaku, dan tersangkapun mengambil dua paket ganja, kami langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku. Sejauh ini, setelah dilakukan pemeriksaan 1 x 24 jam kami langsung menetapkannya sebagai tersangka. Terlebih, bukti juga diperkuat dengan hasil tes urine, yang menyatakan positif mengandung psikotropika,” terang Kasat.

Dalam kasus ini, pelaku akan dijerat dengan Pasal 114 dan 111 KUHP tentang penyalahgunaan narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun penjara, dan denda Rp. 800 juta.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment