Dua Tsk Dugaan Korupsi Dana Pemilu Tahun 2018 KPUD Seluma, Dilimpahkan Ke Jaksa

RubriKNews.com, SELUMA – Proses hukum Indikasi Korupsi penyalahgunaan dana Pemilu Tahun Anggaran 2018, di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Seluma, yang diusut pihak Kepolisian masuki tahap akhir. Dua tersangka beserta barang bukti (BB), dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Seluma, oleh pihak Satreskrim Mapolres Seluma.

Diketahui, pelimpahan dua orang tersangka dan BB indikasi korupsi di Sekretariat KPUD Seluma ini, berlangsung pada Rabu siang (5/2). Dimana, terlihat pihak Satreskrim Mapolres Seluma, menyerahkan dokumen hasil sitaan yang menjadi bukti dugaan korupsi tersebut. Barang bukti yang diserahkan diantaranya, satu unit Mobil Toyota Avanza, satu unit mobil Nissan Livina, satu unit mobil Daihatsu Xenia, 30 buah kursi plastik,satu unit lemari dan berkas dokumen.

“Kita melakukan pelimpahan, terhadap dua tersangka kasus korupsi di Sekretariat KPU Seluma ke pihak Kejaksaan. Tidak hanya itu, kita juga menyerahkan banyak barang bukti, salah satunya 3 unit mobil yang berhasil kita sita,” ujar Kapolres Seluma, AKBP I Nyoman Mertha Dana, S.Ik melalui Kasat Reskrim Polres Seluma, AKP Bakit Hadi Suseno, SH, MH.

Kedua ASN yang menjadi tersangka kasus dugaan pencucian uang ini, diketahui berinisial Aa (33) merupakan warga Kelurahan Sawah Lebar Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu. Dimana, dalam kasus ini Aa memangku jabatan sebagai bendahara KPU Tahun 2018. Selanjutnya, tsk lainnya berinisial Ha (59) yang diketahui berperan dalam jabatan Sekretaris KPUD Seluma, yang merupakan Pengguna Anggaran (PA). Pihaknya, melaksanakan pelimpahan tahap dua ini, setelah pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan berkas kasus dinyatakan P21.

“Setelah dinyatakan lengkap, kami tidka menunggu waktu lagi langsung kedua tsk beserta BB langsung diserahkan ke pihak JPU. Yang mana, kedua tsk ini resmi menjadi tahanan jaksa yang akan dititipkan di Lapas Kota Bengkulu guna menunggu proses persidangan di Pengadilan Tipidkor,” jelas Kasat.

Kasat : Kedua Tsk Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran KPU tahun 2018 ini, diketahui terkiat penggunaan anggaran sebesar Rp. 21 Milyar. Dimana, sebanyak 1,4 Milyar terindikasi disalahgunakan alias di korupsi, yang berdasarkan hasil pengusutan menjadi kerugian negara. Dalam kasus tersebut, kedua ASN ini ditetapkan sebagai tersangkalantaran tidak dibayarnya honor PPK dan PPS di tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Ulu Talo, Semidang Alas dan Semidang Alas Maras. Keduanya, bakal dijerat pasal 2, pasal 3, pasal 8, pasal 9, pasal 18 Undang-Undang RI nomor 31 tahun 1999 yang sebagai mana diubah dan ditambah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2021 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, junto pasal 55 ayat 1 kesatu kuhp dengan ancaman pidana 15 tahun.

“Untuk barang bukti kendaraan serta dokumen BB lainnya, memang sengaja diamankan karena ada kaitannya dengan aksi dugaan korupsi yang dilakukan oleh kedua tersangka,” demikian Kasat.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment