Heboh, Oknum Polisi Seluma Jadi Bulan-Bulanan Warga

RubriKNews.com, SELUMA – Pemukiman warga Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan, sempat terjadi kehebohan. Pasalnya, Rabu (19/2) sekitar pukul 21.00 WIB salah seorang oknum anggota Kepolisian jajaran Polres Seluma berinisial Bripda An, bersama dengan rekannya Jo warga Kelurahan Napal Kabupaten Seluma, menjadi bulan-bulanan warga lantaran tidak menggubris warga penjaga pos galian C.

Kejadian ini, berdasarkan informasi keterangan dari penjaga pos galian C bernama Hendri (40) warga desa Pasar Seluma, mengatakan. Emosi warga tidka terbendung karena oknum polisi dan rekannya tidak menggubris penajaga pos. Dimana, sejatinya setiap pembelian di galian C wajib melaporkan faktur pembelian di pos, namun oknum polisi yang mengendarai mobil Mitsubishi L300 bermuatan pasir itu, justru melaju dengan kencang tanpa menghiraukan pos penjagaan. Alhasil, ulah oknum polisi ini membuat gerah dan memancing emosi warga setempat yang langsung melakukan pengejaran.

“Ulah oknum polisi ini sudah memancing emosi warga, yang berada di pos penjagaan galian c, yang mana ia langsung melaju tancap gas tanpa menghentikan dan melaporkan faktur pembelian,” ujar Hendri

Hasil pengejaran, penjaga pos dan warga berhasil menghentikan laju kendaraan yang dikemudikan oleh oknum polisi ini, namun emosi warga tidak terbendung lagi dan ia pun langsung menjadi bulan-bulanan warga yang emosi atas ulahnya, yang bukannya meminta maaf justru mengajak warga yang mengejar ribut mulut, dan sempat mengeluarkan tantangan ribut kepada warga. Namun akhirnya, oknum polisi dan rekannya beserta kendaraan yang dikemudikannya berhasil diamankan di kantor desa Pasar Seluma.

“Oknum polisi itu sempat meminta surat tugasnya yang diterbitkan oleh BPKD Seluma, karena ia menuding saya bertugas secara ilegal, dan hasilnya saya pun pulang dan membutikannya. Namun nahasnya, ketika saya mau pulang saya terjatuh karena menabrak anjing, sementara oknum polisi ini bukannya menunggu malah melaju pergi. Sehingga ulahnya itu, membuat warga emosi dan menghentikan laju kendaraannya lagi,”jelas Hendri

Beruntung, pada kejadian ini, Kepala Desa Pasar Seluma Hertoni sigap, melihat warga yang naik pitam menghajar oknum polisi itu, langsung mengamankan oknum polisi itu di kantor desa. Hal ini pun, dibenarkan oleh Hertoni selaku Kepala Desa pasar Seluma.

“Mereka penegak hukum, aku juga dilindungi hukum. Karena, saya jaga disana berdasarkan aturan. Kita bukan sembarang jaga-jaga, bukan ilegal. Memiliki izin dari kepolisian dan pendapatan daerah menugaskan kita berdasarkan SK. Apalagi itu oknum kepolisian, kita harapkan kedepannya jangan seperti itu lagi,” terangnya

Sejauh ini, atas kejadian ini, Wakapolres Seluma Kompol, Afrizal, S.Sos didampingi Kapolsek Seluma AKP Agus Norman, SH, MH, langsung terjun ke lokasi menenangkan situasi dan melaksanakan mediasi. Bahkan, terlihat juga mediasi turut disaksikan oleh Kapolres Seluma, AKBP I Nyoman Mertha Dana, SIk untuk mendengarkan penjelasan dari kedua belah pihak, kendati Bripda Andre sempat membantah tudingan warga. Meski demikian, Wakapolres Seluma Kompol, Afrizal mewakili oknum bawahannya, mengucapkan permintaan maaf dan pihaknya memastikan oknum yang bersangkutan dikenai sanksi disiplin.

“Atas nama Polres Seluma, kami meminta permohonan maaf sebesar-besarnya, terkait kelakuan salah satu anggota kami,” tegas Wakapolres.

Sementara itu, meskipun warga telah menerima permohonan maaf. Namun warga yang mengalami luka-luka tetap ingin melanjutkan perkara ini ke ranah hukum. Pasalnya, menurut salah satu warga, jika sebelumnya dirinya sempat dipukul oleh rekan oknum anggota Kepolisian.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment