Dibalik Keindahan Tugu Amanah Arga Makmur, Ada Indikasi Korupsi Pada Pekerjaannya

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Pembangunan Tugu Amanah Arga Makmur, yang saat ini dikagumi masyarakat Bengkulu Utara atas keindahannya, mulai dari adanya tulisan besar Kota Arga Makmur hingga taman serta tempat bersantai pengunjung, menyimpan misteri indikasi korupsi terhadap pengerjaannya.

Bagaimana tidak, pekerjaan pembangunan tugu amanah ini disinyalir dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu Utara langsung. Ditambah lagi, dalam pekerjaan pada satu lokus ini terkesan kangkangi aturan. Mengingat, dana yang digelontorkan sejatinya masuk dalam kategori lelang, namun justru dipecah menjadi beberapa kegiatan, sehingga terhindarkan dari proses lelang.

Diketahui sebelumnya, sejumlah paket proyek Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2019 yang berlokasi di Tugu Amanah ada indikasi sejumlah paket proyek, sengaja dipecah-pecah menjadi paket PL untuk menghindari tender.

Diketahui terdapat empat paket proyek pekerjaan dalam satu locus tersebut, yakni pembangunan pembuatan taman dan fasilitas pendukung taman dengan anggaran Rp. 184.689.000, pembangunan pergola anggaran Rp. 54.730.000, pembuatan tempat duduk anggaran Rp. 59.732.000 dan Pengadaan lampu hias taman anggaran Rp. 55.000.000.

Padahal, kegiatan ini sejatinya bila dilihat dari sudut pandang ketentuan dalam pengadaan barang/jasa merupakan hal yang tidak tepat. Karena, keempat paket proyek tersebut masuk dalam ruang lingkup pekerjaan yang sama, dan target penyedianya adalah sama (penyedia pekerjaan konstruksi). Paket proyek, yang dijadikan empat item pekerjaan dalam satu lokus, yang dilakukan terkesan untuk menghindari tender. Mengingat, untuk beberapa item pekerjaan yang memiliki sifat dan ruang lingkup pekerjaan yang sama, dapat dilakukan dalam 1 (satu) paket pelelangan. 

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu Utara Kardo Manurung, ketika di konfirmasi terkait keterlibatannya langsung sebagai Kepala Dinas atas pekerjaan itu, membantahnya dengan keras. Ia mengaku, pekerjaan itu dilakukan oleh pihak ketiga.

“Wah nggak benar itu dek, mana boleh saya yang mengerjakannya langsung. Itu ada kontrak dengan pihak ketiga,” ujarnya.

Kami Di Upah Pihak Dispar Bukan Kontraktor

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun awak media. Dimana, awak media mendapatkan pengakuan langsung dari pekerja, bahwa pekerjaan itu di koordinir langsung oleh Kepala Dinas dan PPTK. Dimana, upah pembuatan mulai dari Pergola, hingga fasilitas taman lainnya, dan pembuatan tulisan Kota Arga Makmur tersebut, yang mengupah langsung adalah pihak Dinas Pariwisata Bengkulu Utara. Pihak pekerja, hanya diberikan upah pekerjaan dan material itu sudah langsung diadakan oleh pihak Dispar.

“Kami hanya menerima upah mengerjakan pekerjaan tersebut, kalau material itu sudah ada. Nggak tau, belinya dimana, yang jelas kami menerima upah langsung dari Dinas Pariwisata Bengkulu Utara. Mengenai pekerjaan apa saja, yang saya kerjakan terkait mengelas atribut kelengkapan taman, hingga pembuatan beberapa bagian taman,” ujar pekerja yang namanya enggan disebutkan.


Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment