Dipaksa Mundur, 9 Orang Petugas Kader Posyandu Talang Ginting Ngadu Ke Polres Honor Ditahan

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Kamis (16/1) Polres Bengkulu Utara kedatangan 7 orang kader Posyandi ditambah 2 orang tenaga pendidik guru TPQ di desa Talang Ginting Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara. Dimana, ketujuh orang ini berniat melaporkan ulah oknum Kades, yang diduga telah menahan honor mereka selama 2 hingga 3 bulan lebih, tanpa alasan. Menariknya, kades memaksa ke sembilan orang ini untuk menandatangani surat pernyataan pengunduran diri, jika ingin menerima honor tersbeut. Hal ini disampaikan oleh Bindaria yang ditemui awak media di gedung SPK Mapolres BU.

“Iya pak, kami berniat melaporkan kades yang telah menzolimi kami, dengan menahan honor kami selama dua sampai tiga bulan lebih tanpa alasan,” ujarnya.

Ia pun membeberkan, pihaknya sudah melalui proses jalan kekeluargaan mendatangi oknum kades, yang diketahui bernama Tahul Mansyah untuk meminta honornya baik-baik. Namun, bukannya honor yang didapat pihaknya bersama 9 orang rekan lainnya justru diminta menandatangani surat pernyataan pengunduran diri, jika ingin honor dibayar. Menanggapi hal ini, tentu saja pihaknya menolak karena dirinya dan teman lainnya menjadi kader Posyandu ini, sudah sejak lama.

“Kami tidak tahu apa alasan kades itu meminta kami mundur, jelas kami menolak pak, karena kami menjadi kader ini sudha sejak lama. Dan honor didesa selama ini tidka pernah nyendat, namun aneh saat ini justru ditahan dan meminta kami mundur,” bebernya.

Maka itu sambung Bindaria, ia bersama rekannya sudah berjuang ke pihak Inspektorat Bengkulu Utara, dan saat ini pihaknya pun langsung ke Mapolres BU, guna mendapatkan keadilan atas apa yang menimpa dirinya dan rekan lainnya.

“Harapan kami tidak banyak, honor kami dibayar dan kami tidak diusik atas apa yang menjadi tugas kami selama ini menjadi kader Posyandu dan guru TPQ, yang dibayar oleh pihak desa,” imbuhnya.

Untuk diketahui, jumlah honorarium kader Posyandu ini perindividu sebesar Rp. 300 Ribu setiap OK. Sementara, honor belum dibayarkan selama dua bulan oleh pihak desa Talang Ginting. Berdasarkan Surat keputusan Kepala Desa tentang Penetapan dan Pengesahan Kader Posyandu dan Kader Pelayanan Keluarga Berencana Desa Talang Hinting Kecamatan Air Besi, mereka diangkat pada 05 Januari dengan masa tugas selama 2 tahun yang berakhir pada tahun 2021 mendatang. Selain itu, untuk honor tenaga pendidik TPQ, desa menganggarkan perorang Rp. 600 Ribu dengan jumlah tenaga pendidik sebanyak 2 orang, dan ini juga belum dibayarkan oleh pihak desa Talang Ginting.

Kades : Saya Lagi Sibuk

Menariknya, Kades Talang Ginting Tahul Mansyah, ketika dikonfirmasi awak media untuk tanggapan bahwa dirinya dilaporkan oleh warganya ke Mapolres BU atas tindakan yang diambilnya, yakni menahan honor insntif dari warganya yang menjadi petugas desa tersebut, terkesan pura pura bodoh. Dimana, saat ditanyakan, ia berdalih lagi sibuk ada kegiatan.

“Saya lagi sibuk, ada kegiatan,” singkatnya.

Sementara itu, Kapolres BU AKBP Anton Setyo Hartanto, S.Ik. MH, melalui Kapolsek Air Besi Iptu Alexander, dikonfirmasi atas hasil dari konsultasi yang dilakukan oleh Babinkamtibmas wilayah desa Talang Ginting, di Mapolres Bengkulu Utara, menanggapi bahwa permasalahan ini akan diselesaikan di internal desa. Dimana, pihaknya bersama dengan pihak Kecamatan akan melakukan mediasi, yang dihadiri oleh pihak desa Talang ginting dan warga yang merasa di zolimi tersebut.

“Permasalahan tersebut akan diselesaikan secara internal, dimana akan kami fasilitasi bersama dengan Camat Air Besi,” singkat Kapolsek.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment