RubriKNews.com, BENGKULU – Prestasi Direktorat Narkoba Mapolda Bengkulu, patut diapresiasi. Bagaimana tidak, dalam tempo sepekan sebanyak 6 pelaku peredaran narkoba di empat Tempat Kejadian perkara, berhasil disikat habis.
Keenam pelaku ini diketahui, berinisial Jh Warga Kelurahan Jembatan Kecil Kota Bengkulu, He dan Ap warga desa Jago Bayo Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara, Jp warga Musium Kelurahan Tanah Patah Kota Bengkulu, Rm warga Binaan Lapas Kelas IIb Bengkulu, serta terkahir If warga jalan Flamboyan Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu.
Keempat lokasi berbeda yang sudah menjadi target operasi tersebut, dimana satu dari enam pelaku berinisial Rm merupakan salah seorang residivis yang saat ini masih mendekam didalam Lapas, yang berhasil diungkap dalam aksinya menjalankan peredaran narkoba didalam lapas.
Disampaikan Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung melalui Direktur Reserse Narkoba Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Sachroni menuturkan, bahwa pengungkapan satu orang napi yang menjalankan aksi penyebaran didalam lapas ini, berawal dari pengakuan dua orang pelaku Jh dan Jp, yang berhasil dibekuk di rumahnya, dimana tim berhasil menemukan barang bukti narkotika jenis sabu.
” Kita melakukan pengembangan, dan hasilnya bermuara pada adanya informasi peredaran narkoba didalam lapas. Karena kedua pelaku, mendapatkan barang haram tersebut, dari Rm,” ujar Imam.
Ternyata, Rm Tangan Kanan Pak Cik dan Kirmin
Berdasarkan hasil pengembangan tim Diresnarkoba Polda Bengkulu atas pengungkapan peredaran narkoba di lapas, ternyata Rm ini merupakan tangan kanan Pak Cik dan Kirmin yang merupakan sindikat bandar besar narkoba yang saat ini juga tengah mendekam di lapas, yang baru dipindahkan ke lapas Nusa Kambangan.
” Pelaku merupakan sindikat dan jaringan narkoba, yang peredarannya hanya melakukan ponsel,” sambung Imam.
Dengan diamankannya 6 pelaku tersebut, dimana Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan kurang lebih 1 ons lebih narkotika jenis ganja, alat timbang digital, 5 unit handphone dan beberapa bungkus plastik bening serta dua gulung isolatif.
Laporan : AD Anto
Editor : Effendi

