Perdana E-Musrenbangcam, Dimana Kepala OPD?

RubriKNews.com, LEBONG – Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, hari ini Senin (12/2), perdana Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) dengan menggunakan aplikasi E-Basen dilaksanakan di Kecamatan Lebong Utara. Dalam kesempatan tersebut, E-Musrenbangcam dibuka secara langsung oleh Bupati Lebong H Rosjonsyah,S.Ip,M.Si. Ironisnya, kegiatan kepentingan masyarakat ini sepi Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dimana yang hadir hanya Sekretaris, Kabid, dan staf OPD .

Padahal, kegiatan rutin tahunan ini guna merencanakan program usulan kebutuhan masyarakat dari desa maupun kelurahan yang dibawa ke kecamatan tersebut melalui E Musrenbangcam. Seyogyanya sebuah usulan perencanaan program kebutuhan masyarakat, yang telah disampaikan melalui Musyawarah Rencana Program Pembangunan (Musrenbang) baik dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi akan bisa berjalan terstruktur sedemikian rupa, apabila adanya proses klarifikasi program usulan dari desa yang disampaikan ke kecamatan secara langsung melalui peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Terlebih lagi, ditahun 2018 ini Pemerintah Kabupaten Lebong melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lebong telah menerapkan proses perencanaan, dengan sistem aplikasi E-Basen atau E-Musrenbangcam. Dimana, dari Musrenbangcam inilah, secara langsung proses input usulan dari desa maupun kelurahan akan secara otomatis terkoneksi ke masing-masing OPD.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lebong H Rosjonsyah,SIP,MSI yang membuka secara langsung kegiatan E-Musrenbangcam atau E-Basen di Kecamatan Lebong Utara, mengaku sangat menyayangkan atas tingkat kehadiran Kepala OPD yang tidak pro masyarakat. Seharusnya dikatakan Bupati, dalam kesempatan E-Musrenbangcam inilah Kepala OPD, bisa secara langsung memaparkan apa yang menjadi program usulan yang bisa dilaksanakan ataupun yang belum bisa terlaksana.

” Sangat saya sayangkan, kok acara moment tahunan dianggap sebelah mata saja dengan Kepala OPD ini. Untuk itu, nanti saya minta Kabag Humas mengatur undangan kepada seluruh Kepala OPD, agar wajib menghadiri acara Musrenbangcam ini, biar mereka (Kepala OPD,red) tau apa yang menjadi usulan masyarakat ini,” tegas Bupati.

Sambung Bupati, acara Musrenbangcam ini penting sebagai penentu pembangunan di Kabupaten Lebong, sehingga diperlukan perencanaan pembangunan yang terstruktur dengan baik berbasis IT melalui aplikasi E-Basen yang digunakan untuk mempermudah semua urusan.

” Jadi tidak ada istilah lagi program luncuran, sehingga pentingnya acara ini dihadiri secara langsung oleh Kepala OPD. Ini malahan, OPD kadang-kadang tidak jelas, Kadis masih ada yg tidak mengerti programnya, tapi ketika program tidak jalan dan dijalankan OPD lain, malah mulai berkoar-koar. Kedepan, bagi OPD yang tidak mampu menjalankan E-Planning, saya mutasikan. Terlebih lagi, seandainya gagal perencanaan kecamatan tersebut, artinya operator OPD tidak siap dan kita tidak bisa main main lagi, karena program Lebong Berbasis IT sudah dipersiapkan,” imbuhnya.

Selain itu, ia snagat mengharapkan kepada pihak terkait, mengingat penerapan E-Basen inipun juga harus didukung dengan jaringan internet yang memadai baik di desa, kelurahan maupun kecamatan.

” Internetnya juga harus jelas, serta didukung pada sarana dan prasarana seperti laptop, dan tenaga operator IT baik di desa, kecamatan maupun kabupaten yang handal sehingga dengan begitu penerapan E-Basen atau E-Musrenbangcam ini akan berjalan dengan baik,” papar Bupati.

Disisi lain, Kepala Bappeda Lebong Drs. Robert Rio Mantovani menuturkan. Sudah semestinya, Kepala Dinas bisa memaparkan masing masing program secara langsung kepada masyarakat. Menurutnya, Kepala OPD atau memang yang menguasai perencanaan program OPD yang menghadiri acara tersebut.

” Sehingga proses pembahasan, antara yg mengusulkan dalam hal ini masyarakat dengan OPD, bisa terklarifikasi dengan baik. Dimana, hasil dari E-Musrenbangcam akan disampaikan segera ke OPD untuk dilakukan klarifiksi. Di OPD nantinya, akan menentukan skala prioritas dengan mengacu pada Renja OPD. Dan, usulan ini belum final karena dari OPD dan Bappeda akan mensikronkan dengan Renstra Renja OPD. Kegiatan E-Musrenbangcam yang dilakukan ini dipantau secara langsung oleh KPK RI, sebagaimana tindaklanjut dari MoU Pemkab Lebong bersama KPK RI mengenai pengawasan program kegiatan di tingkat daerah,” terang Robert.

Sementara itu, Camat Lebong Utara Sailillah,SPd dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan Musrenbangcam dilaksanakan dengan dilatarbelakangi oleh UU Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, kemudian UU Nomor 6 tahun 2014 tentang desa, UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, PP Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara dan penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah.

” Tentunya, tujuan dari Musrenbangcam atau dikenal E-Basen ini akan tercapai suatu kesepakatan bersama maasyarakat dalam menyalurkan aspirasi pembangunan tingkat desa, kelurahanm membahas dan menyepakati hasil musrenbang serta melakukan proses klarifikasi atas kegiatan prioritas pembangunan kecamatan sesuai dengan fungsi dan tupoksi OPD di Pemkab Lebong,” sampainya.

Lebih lanjut Camat menjelaskan, dari hasil E-Musrenbangcam yang telah disampaikan dari 10 desa dan 2 kelurahan dalam wilayah Kecamatan Lebong Utara bahwasanya usulan infrastruktur masih mendominasi.

” Terutama usulan mengenai normalisasi air kotok dan pelapis tebing yang memang dirasakan sangat penting sekali. Dimana, setelah melalui proses klarifikasi secara langsung kepada kades maupun kelurahan, mengenai skala prioritas dihasilkan terdapat 26 usulan fisik, 3 sosial budaya dan 2 ekonomi. Dan, mudah-mudahan apa yang menjadi skala prioritas ini bisa ada tindaklanjut dari OPD yang bersangkutan,” harap Camat.

Turut serta menghadiri acara, Kades dan Lurah se Kecamatan Lebong Utara, Tokoh Masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Laporan : Apri
Editor : Effendi

Related posts

Leave a Comment