Buntut Protes Kades Tepergok Ngintip, Warga Desa Kota Lekat Mudik Tutup Kantor Desa

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Sepertinya masyarakat desa Kota Lekat Mudik Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara sudah kehabisan kesabaran. Bagaimana tidak, Senin (27/12) masyarakat desa kota Lekat Mudik melakukan aksi ke Kantor Camat Hulu Palik BU, untuk menuntut status kades agar dipecat atau mengundurkan diri. Namun sayangnya, ketika aksi ini dijalankan seluruh pejabat Kecamatan tidak berada ditempat. Tidak hanya itu, aksi masyarakat yang tidak dapat menyampaikan aspirasinya ke pihak Kecamatan langsung dilampiaskan ke Kantor Desa Kota Lekat Mudik, dengan menutup atau menyegel secara paksa aktivitas di kantor desa tersebut.

Pantauan awak media dilapangan, masyarakat desa kota Lekat Mudik yang dipimpin langsung oleh Ketua BPD bersama dengan rombongan yang diantaranya Tokoh Agama, Tokoh Adat serta masyarakat lainnya, sudah berkumpul di Kantor Kecamatan Hulu Palik BU sekitar pukul 10.30 WIB. Masyarakat terlihat kecewa, dengan pemerintahan Kecamatan Hulu Palik BU, lantaran ketika masyarakat ingin mendapatkan pelayanan justru penjabat kantor tidak satupun berada di tempat. Mulai dari Camat Hulu Palik BU Sahmad, hingga Sekretaris Kecamatan dan Kasi PMD serta kasi Trantib pun tidak berada di kantor.

Masyarakat desa Kota Lekat Mudik ketika mendatangi kantor Camat Hulu Palik

Alhasil, kekecewaan masyarakat ini dilampiaskan dengan meminta izin kepada pihak Kecamatan melalui Kasi Pemerintahan, untuk menutup aktivitas kantor desa Kota Lekat Mudik sementara, hingga status Kepala Desa diganti atau dipecat atau mengundurkan diri. Pemblokiran atau penyegelan dilakukan secara tradisional, dengan memakukan beberapa batang kayu ke pintu kantor desa, serta menempelkan beberapa kertas karton yang bertuliskan masyarakat tidak menginginkan lagi Lailatul Azhar menjadi Kepala Desa. Pasalnya, masyarakat menilai dugaan perbuatan amoral oknum kades ini, yang terpergok mengintip dan melanggar norma agama dan norma adat setempat, sudah tidak lagi bisa ditolerir. Sehingga, masyarakat meminta kepada pemerintah agar memecat atau kepada kades, agar segera mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kades. Karena jika tidak, masyarakat memastikan akan melakukan aksi yang lebih dari ini.

“Hari ini (Senin,red) kami ingin menunjukkan keseriusan, atas status jabatan oknum kades Lailatul Azhar ini. Kami minta kejelasan dari pihak pemerintah Bengkulu Utara, agar status jabatan kades ini dipecat. Maka itu, masyarakat desa KOta Lekat Mudik sudah sepakat untuk melakukan aksi demo ke kantor Kecamatan Hulu Palik BU. Namun, karena tidak ada staupun pejabat di kantor tersebut, kami pun sepakat menutup kantor desa Kota Lekat Mudik ini sementara dari aktivitas sehari harinya,” ujar Ketua BPD Kota Lekat Mudik Rizen.

Rizen pun menambahkan, pihaknya selaku wakil dari masyarakat jelas mendukung aksi masyarakat ini, karena menurutnya suara masyarakat jelas berada di atas semuanya. Maka itu, karena perilaku oknum kades Lailatul Azhar ini sudah tidak bisa lagi di tolerir yang sudah melanggar norma agama dan adat. Maka itu masyarakat meminta kepastian. Apakah Bupati memecat kades dengan tidak hormat, atau kadesnya sendiri mengundurkan diri dari jabatannya.

“Bagi kami (Masyarakat,red) Lailatul Azhar, tidak pantas lagi memangku jabatan sebagai Kades, atau pamong didesa ini. Karena, kami menilai ia bukan seorang pemimpin yang baik. Aksi kami hari ini, kami harap didengar oleh pak Bupati dan pemerintah setempat. Karena, jika tidak dapat dipastikan kesabaran masyarakat tidak bisa lagi kami bendung,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kecamatan Hulu Palik BU Arlis Burhan yang ditemui awak media, setelah menghadapi masyarakat desa Kota Lekat Mudik. Mengaku terkejut dengan kedatangan masyarakat desa Kota Lekat Mudik ini, ia pun telah meminta kepada amsyarakat untuk bersabar dan menanti proses yang sudah ada.

“Saya akui, kedatangan masyarakat desa Kota Lekat Mudik ini, tidak salah mendatangi kantor Camat ini. Terlebih, kedatangan amsyarakat ini meminta kejelasan dna kepastian, terkait status jabatan kepala desa. Namun, karena pak Camat dan Sekcam tidak berada di tempat, kami pun tidka bisa memberikan pernyataan apapun dan keputusan apapun. Saya hanya bisa mnegatakan kepada amsyarakat untuk bersabar,” singkat Arlis Burhan.

Sementara itu, perlu diketahui beberapa waktu lalu, berdasarkan laporan masyarakat desa Kota Lekat Mudik yang ditujukan ke Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an serta ditembuskan ke pihak Inspektorat, DPMD dan Kecamatan Hulu Palik BU. Ternyata, pihak Inspektorat BU merespon laporan masyarakat yang menuntut agar Lailatul Azhar dapat dievaluasi dari jabatannya dan didesa mengundurkan diri atau dipecat dengan tidak hormat. Yakni, dengan terjun langsung ke desa Kota Lekat Mudik, dan melakukan pemeriksaan terkait hal tersebut di kantor desa Kota Lekat Mudik. Alhasil, Plt Inspektorat BU Novri Anto Silaban ketika dikonfirmasi awak media mengatakan, bahwa laporan amsyarakat sebelum ini telah di tindaklanjuti dengan menurunkan tim utusan ke desa tersebut. Namun, dirinya belum mengetahui hasilnya karena ia mengaku baru menjabat sebagai Plt Inspktorat BU.

“Kendati demikian, saya akui sudah ada pembahasan terkait permasalahan di desa Kota Lekat Mudik. Sayangnya, saya belum berani berkomentar banyak, karena belum faham serta belum mempelajari hasil laporan tersebut. Yang pasti, laporan masyarakat sudha ditindaklanjuti, nanti saya akan koordinasikan ke Inspektur Pembantu yang mengurus masalah ini,” demikian Silaban.

Mediasi di Mapolsek Kerkap

Bongkar Segel Warga, Camat Sulut Emosi Masyarakat

Disisi lain, terkait aksi masyarakat desa Kota Lekat Mudik yang menyegel kantor desa. Aksi tersebut, ternyata membuat Camat Hulu Palik BU Sahmad berang dan melakukan pembukaan segel tersebut. Alhasil, aksi tersebut sempat menyulut emosi warga sehingga dilakukan mediasi oleh pihak Polsek Kerkap. Hal ini pun diinformasikan oleh warga setempat, Wan Marzum yang mengaku kesal dengan ulah Camat yang terkesan membela oknum Kades tukang ngintip ini.

“Kami sempat tersulut emosi dengan ulah camat yang membuka segel kami pak, namun kami di redam oleh pihak Polsek Kerkap yang langsung dilaksanakan mediasi dan menghasilkan pihak Camat meminta masyarakat bersabar, dan berjanji satu minggu kedepan sudah ada hasil dari Inspektorat Bengkulu Utara. Maka itu, kami menerima mediasi tersebut dan bersabar. Namun, jika hal tersebut tidak juga ada kunjung kejelasan, jangan salahkan kami ketika ada aksi yang lebih lagi untuk menurunkan jabatan dari Lailatul Azhar ini dari jabatan Kades,” tutupnya.

Sayangnya, hingga berita ini diterbitkan, baik pihak Kecamatan Hulu Palik BU maupun pihak Mapolsek Kerkap belum ada yang merespon tanggapan terkait kejadian ini, baik dihubungi via telpon.

Berita terkait :

Desak Oknum Kades Ngintip Anak Gadis Dipecat, Tomas Desa Kota Lekat Mudik Layangkan Surat Ke Bupati

Miris Disebut Kepergok Intip Anak Gadis, Moral Oknum Kades Kota Lekat Mudik Dipertanyakan?

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment