Desak Oknum Kades Ngintip Anak Gadis Dipecat, Tomas Desa Kota Lekat Mudik Layangkan Surat Ke Bupati

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Masyarakat desa Kota Lekat Mudik Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara, sepertinya sudah mulai resah akan perilaku oknum Kades Kota Lekat Mudik berinisial LA. Selain oknum ini, telah menunjukkan perilaku buruk, yang diduga telah melakukan perbuatan amoral terpergok warga mengintip anak gadis tetangganya sendiri. Oknum kades ini juga, kerap berperilaku buruk dengan meminum minuman keras dan berjudi di desa tersebut. Sehingga, Ketua BPD beserta Tokoh Masyarakat (Tomas) dan Tokoh Agama, serta tokoh Adat lainnya, mendatangi kantor Bupati Bengkulu Utara Senin (6/12). Guna, menyampaikan aspirasi masyarakat dengan surat resmi, agar Kepala Daerah memecat Lailatul Azhar dari jabatannya sebagai Kepala Desa. Hal ini diungkapkan, oleh Ketua BPD Kota Lekat Mudik Rizen didampingi para tokoh masyarakat, yang ditemui di ruang kerja Wakil Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata, SE.

“Masyarakat kami sudah sangat resah, dengan perilaku oknum kades ini. Kami sangat berharap, pak Bupati BU agar segera memecatnya dari jabatannya. Hal ini kami katakan, karena Lailatul Azhar ini sudah dinilai tidak bisa lagi menjadi panutan atau menjadi pemimpin kami di desa. Karena, ia memiliki perilaku yang sangat buruk sekali di mata masyarakat. Harapan kami, dengan kedatangan kami ini untuk menyampaikan surat resmi kepada pak Bupati ini, agar dapat ditindaklanjuti,” ujar Rizen.

Rizen pun menambah, sejauh ini surat resmi yang ia buat dengan ditandatangani 5 anggota BPD beserta Ketua Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta ratusan tanda tangan masyarakat desa Kota Lekat Mudik. Sudah ia sampaikan, selain ke Bupati BU, juga telah disampaikan kepada Lembaga Legislatif, DPMD Bengkulu Utara, hingga Inspektorat Bengkulu Utara, Bagian Hukum Setdakab BU dan Kecamatan Hulu Palik Bengkulu Utara. Di Dalam surat tersebut, pihak BPD membuat perihal usulan Pemberhentian Kepala Desa, yang didasari hasil rapat pada Rabu (24 November 2021, bertempat di kantor desa Kota Lekat Mudik.

“Surat ini, kami buat atas nama BPD dan Masyarakat. Kami, sangat berharap sekali pak Bupati BU, dapat bijak untuk mendengarkan aspirasi kami,” jelas Rizen.

Sementara itu, salah satu Tokoh Masyarakat Wan Marzum juga menambahkan. Alasan, agar Lailatul Azhar ini dipecat dari jabatannya sebagai Kades. Yakni, oknum Kades ini kerap bermabuk-mabukan dengan mengajak para pemuda setempat. Selain itu juga, kerap menggelar perjudian di desa yang ia pimpin tersebut. Tentunya, hal tersebut dinilai sangat tidak lazim untuk seseorang yang menjadi panutan dan pamong di desa. Yang semestinya, dapat memberikan contoh yang baik. Terlebih lagi, beberapa waktu lalu justru kepergok oleh warga mengintip salah satu anak gadis tetangganya, yang merupakan guru honorer di desa tersebut. Ini menambah , deretan keresahan masyarakat. Ia pun menegaskan, jika usulan ini tidak kunjung ditindaklanjuti oleh Bupati BU. Tidak menutupkemungkinan,  masyarakat akan menggelar aksi di desa, agar oknum Kades ini berhenti dari jabatannya.

“Kami harap pak Bupati dapat bijak, ini demi kemaslahatan masyarakat desa Kota Lekat Mudik. Hal ini dikatakannya, karena masyarakat sudah tidak bisa lagi memberikan toleransi apapun kepada oknum Kades ini. Yang dinilai, sangat tidak bermoral. Maka itu, harapan kami ini dengan datang ke seni hari ini. Jika usulan ini tidak ditindaklanjuti, kami pastikan kami akan menggelar aksi baik itu di desa maupun di kantor Bupati ini. Semoga pak Bupati dapat bijak mendengarkan aspirasi kami ini,” tegas Wan Marsum.

Wabup : Keresahan Masyarakat Kita Maklumi

Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata, SE yang ditemui pasca kedatangan masyarakat tersebut, menyambut baik keinginan masyarakat ini. Ia pun menegaskan, pihaknya dalam hal ini tidak akan mengambil kebijakan dengan gegabah, karena didalam regulasi jelas disebutkan jabatan Kades dapat diberhentikan dengan tidak hormat, jika Kades Meninggal Dunia, Tersandung Korupsi, Mengundurkan diri. Maka itu, pihaknya akan melihatnya secara hukum, kriteria yang mana yang akan diambil.

“Kami akan menyerahkan ini ke pihak Inspektorat, untuk menindaklanjutinya. Yang pasti, kita tidak bisa semena-mena memberhentikan jabatan seseorang. Tentunya ini, tetap akan melalui kajian yang dalam oleh tim. Tapi, kami tetap merespon masyarakat yang sudah tidak nyaman lagi dengan kepemimpinan oknum kades ini, dan ini akan menjadi pertimbangan sendiri bagi kepala daerah untuk mengeluarkan kebijakan tegas. Memang saya akui, apa yang diutarakan masyarakat ini dapat kita maklumi dengan perilaku oknum kades ini yang sudah melampaui batas. Namun demikian, kami akan mempelajarinya terlebih dahulu, kami tidak mau masyarakat resah dan melakukan aksi yang tidak diinginkan,” demikian Arie.

Baca berita terkait :

Miris Disebut Kepergok Intip Anak Gadis, Moral Oknum Kades Kota Lekat Mudik Dipertanyakan?

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment