Miris Disebut Kepergok Intip Anak Gadis, Moral Oknum Kades Kota Lekat Mudik Dipertanyakan?

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Seorang Kepala Desa (Kades), adalah seorang pamong yang dapat memberikan contoh yang baik bagi masyarakat. Tidak hanya itu, seorang Kades juga dituntut untuk menjadi pengayom serta pelindung bagi masyarakatnya. Ibarat Raja, yang berada di satu desa. Namun tidak demikian, yang terjadi di Kabupaten Bengkulu Utara justru sebaliknya, oknum Kades ini justru melakukan perbuatan yang dinilai amoral. Hal ini terjadi, di desa Kota Lekat Mudik Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara. Dimana, oknum Kades Kota Lekat Mudik berinisial LA ini, kepergok warga sebanyak tiga orang tengah mengintip anak gadis orang yang merupakan tetangganya.

Hal ini terungkap dari tersebarnya, “Surat Perjanjian” agar tidak mengulangi perbuatannya mengintip anak gadis sebut saja namanya Kuntum, yang merupakan guru THL di salah sekolah di Kecamatan tersebut, yang ditandatangani langsung oleh oknum kades diatas materai 10.000. Penandatangannya juga, diketahui oleh 5 orang anggota BPD desa Kota Lekat Mudik, 3 orang saksi yang melihat langsung kejadian, beserta Ketua Suku dan Adat. Di Dalam surat tersebut, juga tertulis sanksi yang akan diterima oleh oknum kades jika mengulangi perbuatannya. Yakni, adanya berupa denda sebesar Rp. 20 Juta sesuai dengan Undang-undang yang berlaku.

Selain itu, informasi yang terhimpun awak media, ketika menemui Ketua BPD Desa Lekat Mudik bernama Rizen. Ia mengakui, kabar memalukan yang cukup menghebohkan masyarakat ini, dilakukan oleh oknum Kades. Yang mana ia menjelaskan, kronologis kejadian oknum Kades ini kepergok warga pada hari Minggu pagi menjelang siang 14 November 2021 sekitar pukul 10.00 WIB. Sebagai saksi mata, ada tiga orang warga yang melihat ketika sang Kades melancarkan aksinya. Pihaknya, selaku BPD menerima laporan dari masyarakat dan langsung menindaklanjutinya dengan memanggil oknum Kades dan mendengarkan keterangan para pihak. Alhasil, ketika dalam forum pertemuan yang dilakukan pihak BPD bersama pelaku ini, oknum kades ini sempat menunjukkan sikap yang dinilai tidak baik dalam forum. Ia keluar dari forum musyawarah, ketika diminta keterangan oleh pihak BPD, dengan dalih akan membeli rokok, namun ia tidak kembali hadir lagi dalam forum.

“Masalah kades kami ngintip anak gadis warganya sendiri itu, memang benar. Kemudian, terkait surat perjanjian yang ditandatangani oleh Kades, agar tidak mengulangi lagi perbuatannya itu juga benar. Anak gadis itu kalau tidak salah, kerjanya sebagai guru honorer di SD desa kita. Yang sangat kami sayangkan, meski pun hal tersebut telah diselesaikan di desa setempat. Namun warga Desa Kota Lekat Mudik heboh, dan menggunjingkan kelakukan Kades mereka. Sebab, warga selama ini tidak menyangka orang yang mereka hormati, ternyata tukang ngeten (“Ngintip”, bahasa rejang.red) anak gadis warganya sendiri,” ujar Rizen.

Sejauh ini dijelaskan Rizen, oknum kades telah meminta maaf kepada keluarga perempuan yang diintipnya itu, sekaligus berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya tersebut. Selanjutnya, dalam surat perjanjian juga menjelaskan, apa bila terulang kembali. Maka oknum Kades siap diberi sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku dan didenda senilai Rp 20 juta.

“Tanda tangan itu, tidak ada unsur paksaan. Kalau dia bilang kami memaksa agar menandatangani surat perjanjian, itu bohong. Karena sebelum ditandatanganinya, kami minta agar dia membaca surat perjanjian tersebut hingga tiga kali,” jelas Rizen.

Tidak AKui Perbuatannya, Oknum Kades Terkesan Bohongi Camat

Ironisnya, ketika kejadian ini didengar oleh pihak Kecamatan Hulu Palik Bengkulu Utara. Pihak Kecamatan Hulu Palik BU justru terkesan dibohonginya, dan oknum Kades ini disebut tidak mengakui perbuatannya di hadapan pihak Kecamatan. Hal ini pun tidak dibantah oleh Camat Hulu Palik, Sahmat, S.Sos ketika dikonfirmasi, membenarkan bahwa pihaknya menerima informasi berbentuk surat perjanjian tersebut. Sejauh ini ditegaskan Camat, terkait hal tersebut ia mengaku telah memanggil oknum kades selaku yang bersangkutan. Namun, dalam penjelasannya, oknum kades ini membantah adanya hal tersebut.

“Kita sudah memanggil serta meminta keterangan oknum Kades ini. Dari hasil keterangannya, mengatakan bahwa dia tidak merasa melakukan. Tapi saya langsung jawab, kenapa ini ada tanda tanganmu di dalam surat perjanjian. Lalu dia jawab lagi, mereka yang minta tanda tangan, yah saya tanda tangan. Begitu katanya dengan saya,” aku Sahmat, Kamis (25/11).

Camat juga menjelaskan, dalam penjelasannya oknum kades ini juga sempat mengatakan, saat melakukan penandatangan surat perjanjian, tanpa ada orang lain yang menyaksikan. Hanya oknum kades dan kepala Suku saja. Tapi anehnya, kalau tidak merasa bersalah, kenapa surat perjanjian tersebut ditandatanganinya oleh oknum kades. Mencari tahu hal ini, ia pun bersama Sekcam, mendatangi Desa Kota Lekat mudik dengan tujuan menemui pihak korban dan para anggota BPD. Tiba di lokasi, rombongan langsung bertemu sekaligus konfirmasi terkait hal tersebut, dengan salah seorang Ketua BPD bernama Rizen, dan salah satu anggotanya bernama Taswin

“Biar jelas persoalan ini, ayo kita sama-sama menemui ketua BPD dan anggotanya yang menandatangani selaku mengetahui dalam surat perjanjian ini ke Desa Kota Lekat Mudik,” tukasnya.

Sementara itu, terkait kejadian ini, yang tersebarnya surat perjanjian yang merupakan komitmen oknum Kepala Desa yang dinilai telah melanggar norma ini. Kapolres BU AKBP Anton Setyo Hartanto, S.Ik melalui Kapolsek Kerkap Ipda Ratno, membenarkan informasi yang beredar. Diaki Ratno, pihaknya sudah menurunkan Kanit Intel dan Reskrim untuk melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan informasi dari warga. Hal ini dilakukan, guna mengantisipasi konflik di tengah-tengah warga yang dapat terjadi imbas dari kasus ini.

“Benar, kami telah menerjunkan anggota untuk melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan informasi. Namun demikian, saya sampaikan hingga saat ini belum ada laporan resmi dari warga. Namun, kami tetap akan mengumpulkan data dan keterangan dari warga guna menjaga kondusifitas warga. Untuk sementara, belum diketahui motif dan tujuan perbuatan oknum kades tersebut. Kami tetap memantau, kami harap tetap kondusif,” singkat Ratno.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment