Dikonfirmasi Soal Amortisasi, Pinca BB Arga Makmur Disinyalir Alergi Wartawan

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait adanya potongan biaya Amortisasi, atau biaya finalti pelunasan pinjaman nasabah, oleh Bank Bengkulu. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mewajibkan pihak Bank Bengkulu melakukan pengembalian, kepada nasabah yang terkena dampak tersebut. Namun di Kabupaten Bengkulu Utara, pihak Bank Bengkulu alergi terhadap wartawan, yang ketika akan meminta konfirmasi terkait hal tersebut.

Hal ini terlihat ketika awak media, mendatangi kantor cabang Bank Bengkulu Arga Makmur. Ketika ditanya, stafnya mengaku Pinca yang bernama Agustian Domargo tengah berisitirahat, dan meminta awak media kembali menemuinya pada pukul 14.00 WIB. Namun, ketika didatangi pada waktu yang telah ditentukan, lagi-lagi staf mengatakan Pinca tidak bisa ditemui.

Ironisnya lagi, Agustian Domargo dihubungi awak media via ponsel, baik melalui pesan singkat maupun telpon tidak menjawab. Justru, ketika dihubungi, telpon awak media di riject. Hal ini menimbulkan tanda tanya awak media, karena ketika menyambangi kantor Bank Bengkulu, awak media juga menjumpai beberapa PNS, yang meminta kembali potongan Amortisasi tersebut. Sejumlah PNS tersebut, juga pulang dengan tangan hampa tanpa mendapatkan apapun informasi, terkait hak mereka tersebut.

“Kami sudah mendengar informasi, yang dijalani oleh PNS di Bengkulu Selatan, yang menuntut ke OJK dan berhasil menang. Dengan hasil, mendapatkan kembali hak mereka. Dengan referensi hal tersebut, kami ikut mendatangi Bank Bengkulu Arga Makmur. Guna, menuntut hal serupa sesuai dengan apa yang di wajibkan, oleh pihak OJK terhadap pihak Bank Bengkulu, untuk mengembalikan potongan Amortisasi pinjaman,” ujar salah satu PNS yang namanya enggan disebutkan.

Bank Bengkulu Keok Di OJK Bengkulu

Untuk diketahui, dilansir salah satu media online di Provinsi Bengkulu. Yang berjudul, keok Di OJK, Bank Bengkulu wajib kembalikan biaya Amortisasi Nasabah. Dalam rilisnya, disebutkan kejadian ini menimpa PNS di Kabupaten Bengkulu Selatan, yang merasa di rugikan dan melapor ke OJK.

Terkait dengan potongan biaya amortisasi, atau biaya finalti pelunasan pinjaman nasabah Bank Bengkulu beberapa waktu lalu, dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hasilnya Bank Bengkulu ‘keok’. Bank Bengkulu pun diwajibkan mengembalikan uang nasabah tersebut.

Hal tersebut, diungkapkan salah seorang Nasabah Bank Bengkulu, Nopi Heryanto. Menurutnya, aturan biaya amortisasi tersebut dikenakan oleh Bank Bengkulu, bagi nasabah yang akan melakukan top up.

“Kalau pinjaman Rp250 juta, biaya amortisasi itu dipotong mencapai Rp20 juta, jika nasabah mau melakukan pelunasan dan top up. Padahal dalam PK (Perjanjian Kredit) tidak ada itu. Ini sangat memberatkan nasabah. Makanya, saya mengkoordinir tujuh orang teman saya, yang juga PNS di SMAN 9 dan SMAN 7 Bengkulu Selatan, untuk melaporkan hal ini ke OJK,” tegas Nopi yang berprofesi sebagai PNS di SMAN 9 Bengkulu Selatan ini.

Adapun tujuh orang yang dimaksud, yakni Hasro Amijyo, Wahirdin, Yudiman, Wisdianto, Ratna Juita, Depi Haryanto dan Muktar Lizi.

“Tanggal 3 Januari, kami melakukan pertemuan di OJK. Hasilnya pihak OJK memutuskan Bank Bengkulu wajib mengembalikan biaya amortisasi tersebut, kepada nasabah. Selang beberapa hari, alhamdulillah dikembalikan. Total uang yang dikembalikan, untuk tujuh orang tersebut mencapai Rp 120 jutaan,” beber Nopi.

Bank Bengkulu Wajib Kembalikan Amortisasi Nasabah

Hasil keputusan OJK, jelas Nopi, pihak Bank Bengkulu wajib mengembalikan biaya amortisasi, yang telah dipungut dari nasabah. Kepada nasabah Bank Bengkulu, yang biaya amortisasinya belum dikembalikan, Nopi Heryanto menyarankan. Agar, segera menghubungi pihak Bank Bengkulu untuk mengurus pengembalian uang.

“Semestinya, Bank Bengkulu mempublikasikan nama-nama nasabah, yang telah dikenakan biaya amortisasi. Dan sudah menjadi kewajiban, Bank Bengkulu untuk mengembalikan uang, yang menjadi hak nasabah itu,” sampai Nopi.

Nopi berkeyakinan, masih banyak nasabah Bank Bengkulu, yang dulunya ditarik biaya amortisasi saat top up. Namun, uang tersebut belum dikembalikan oleh pihak Bank Bengkulu. Karena, menurutnya, Bank Bengkulu mulai memberlakukan biaya amortisasi tersebut, sejak akhir tahun 2017 hingga akhir 2018.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment