5 Tahun Jembatan Tanjung Putus Tanpa Pembangunan

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Masyarakat desa Tanjung Putus Kecamatan Kerkap Kabupaten BU, terpaksa memperbaiki jembatan secara swadaya masyarakat dengan bergotong royong. Pasalnya, jembatan yang sudah mengalami kerusakan yang sangat parah tersebut, merupakan akses utama transportasi masyarakat desa. Namun, sudah lima tahun ini belum pernah tersentuh pembangunan.

Diketahui, kondisi jembatan yang sudah rusak parah, lantai kayu sudah terlihat berlubang menganga dan keropos. Sehingga, dinilai sangat berbahaya bagi para pengguna jalan, yang melintas diatas jembatan. Jembatan tersebut, berukuran lebih kurang 64 meter, dengan kelebaran kurang lebih 4 Meter. Pantauan awak media, saat ini lantai jembatan hanya berupa satu helai papan, yang menjadi penghubung dua desa di Kecamatan Arma Jaya. Antara lain, desa Pagar Banyu dengan Desa Pematang Sapang.

Perbaikan jembatan ini, sangat dibutuhkan masyarakat. Mengingat ketika hujan, pengendara motor tak berani melintas. Lantaran, selain hamparan balok kayu yang licin, takut terperosok saat menginjak balok-balok kayu yang telah keropos.

“Kami khawatir, jika melintas diatas jembatan ini. Namun, karena jalan ini merupakan akses terdekat, dan satu-satunya didesa kami ini. Kami, tetap melewatinya dan perlu tantangan melewati, agar tak terjatuh ke dasar sungai,” ujar Erna warga desa Tanjung Putus.

Masyarakat Swadaya Gotong Royong, Tambal Lantai Jembatan

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Putus Kus Endah pun tidak membantah kondisi tersebut. Ia pun mengakui, sudah setiap tahun mengusulkan ke Pemerintah Daerah (Pemda) BU melalui Musrembang Kecamatan. Agar, jembatan Tanjung Putus tersebut, dapat menjadi prioritas perbaikan. Mengingat, ini merupakan salah satu akses utama transportasi penghubung antar desa. Namun sayangnya, hingga saat ini belum juga ada perbaikan.

“Jembatan ini, sudah sejak 5 tahun lalu, belum pernah tersentuh perbaikan. Selama ini, usulan selalu kami masukkan, namun tidak tahu seperti apa, dan kapan perbaikan akan dilaksanakan,” katanya.

Untuk menghindari korban jiwa masyarakat, pihaknya bersama dengan masyarakat sementara ini melakukan gotong royong seadanya, memperbaiki lantai jembatan dengan material seadanya. Mengingat, kondisi jembatan sudah rusak parah dan tidak bisa dilewati baik roda empat maupun roda dua.

“Kita kerahkan warga, gotong royong bersama memperbaiki jembatan ini. Ini kami lakukan, agar sementara ini dapat digunakan untuk transportasi sementara masyarakat, hingga ada ketentuan waktu dari pihak Pemkab untuk melakukan perbaikan,” demikian Kades.

Baca : Warga Dapil I dan Dapil III, Keluhkan Infrastruktur Jalan Tak Tersentuh Pembangunan

Lapporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment