Update Status Di Medsos Sebut Keracunan Sate, Warga Karang Indah Terancam Dipolisikan

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Bahayanya update status di media sosial, kali ini terjadi di Kabupaten Bengkulu Utara. Bagaimana tidak, salah satu akun medsos Bernama “Bunga L”, terancam dipolisikan. Pasalnya, pemilik akun, update status dengan menyebutkan bahwa dirinya telah keracunan, disebabkan pasca menkonsumsi sate yang dijual di pinggir jalan, tepatnya di sepanjang jalan Perumnas Arga Makmur. Hal ini sontak mendapatkan berbagai macam, komentar dari netizen, mulai dari ikut menghujat, hingga mengingatkan pemilik akun akan bahayanya pencemaran nama baik, atas hal yang belum bisa dibuktikan.

Terancam dipolisikan, ini setelah awak media mendapatkan klarifikasi, dari pihak pedagang sate madura yang tepatnya, seperti yang disebutkan oleh akun medsos Bunga L. Dimana pedagang ini, menjajakan dagangannya di perlintasan jalan Perumnas Arga Makmur. Diungkapkan Pak Achong, pihaknya tidak terima dengan pernyataan, yang disebutkan oleh pemilik akun tersebut. Dimana, tudingan yang disampaikan tidak berdasar. Terlebih lagi, menyebutkan bahwa dagangannya, yang merupakan dari daging kambing yang segar, dinyatakan beracun. Padahal, apa yang disebutkannya tidak bisa dibuktikan dengan jelas. Baik itu, melalui hasil laboratorium maupun keterangan saksi lainnya.

“Kami tidak terima pak, kemungkinan besar kami akan membawa masalah ini ke jalur hukum. Namun, hal ini akan kami lakukan, setelah adanya hasil laboratorium, yang menyatakan keracunan pemilik akun medsos tersebut, berasal dari sate yang kami jajakan,” ujarnya.

Sementara itu, pembelaan yang datang dari pihak pedagang sate, menyebutkan. Pihaknya, menjajakan dagangan sate kambing madura ini, sudah bertahun-tahun, dan itupun tidak pernah ada yang mengeluhkan, kalau dagangannya tersebut mengandung racun. Selain itu, jika memang dagangannya yang dijajakannya, pada hari Minggu malam (14/4), terdapat kandungan racun. Mengapa, korbannya hanya pemilik akun itu dan keluarga?. Lalu, dimana korban lainnya?.

“Mereka (Pemilik akun,red) asal tuduh aja, akibatnya nama baik kami tercemar. Sejatinya, mereka jika memang disebabkan oleh sate, semestinya orang lain juga pasti mengalami keracunan. Karena, pembeli kami malam dimana pemilik akun membeli sate pada kami itu, banyak,” bebernya.

Suami Pemilik AKun, Beli Sate Diluar Nalar Manusia Umum

Selain itu, kepada awak media. Pak Achong juga mengaku, ingat dengan pembeli yang merupakan pemilik akun, yang telah menuduhnya tersebut. Dimana, pak achong menyebutkan sang pembeli ini, membeli sate padanya diluar nalar manusia. Bagaimana tidak, suami dari pemilik akun mengaku ketika membeli sate padanya, beralasan istrinya tengah ngidam. Dan meminta, agar dalam kandungan sate yang dibelinya tersebut, untuk ditambahkan porsi kuah sate lebih banyak, dan juga porsi sambalnya lebih banyak.

“Kali aja bukan keracunan pak, melainkan kesakitan karena rasa sate, yang dikonsumsi terlalu pedas. Itu, lain dari porsi pada umumnya. Kalau porsi umum pak, kami hanya menambahkan sambal pada sate tersebut satu sendok. Sementara, suami dari pemilik aku meminta, agar sambal di masukkan sebanyak 6 sendok, ditambah kuahnya di perbanyak. Lagian, yang dibeli itu cuma satu porsi, dan itu juga diluar nalar manusia,” tandasnya.

Pemilik Akun, Ngaku Salah Ketik

Disisi lain, untuk memastikan apa yang ditulis pemilik akun ini, awak media berhasil menyambanginya di RSUD Arga Makmur. Bertemu, dengan suami dan ibunya, yang menyebutkan telah keracunan setelah memakan sate dari pak Achong. Diakui pemilik akun, ia salah menulis, dimana tulisannya yang menyebutkan kejadian memakan sate pada hari Senin sekitar pukul 10.00 WIB, dan keracunan pada pukul 11.45 WIB pada hari Jum’at. Hal itu dianggapnya tidak sengaja, lantaran kesal dengan pedagang sate, yang mengakibatkannya hingga dirawat di RSUD Arga Makmur.

“Saya hanya salah menulis, kejadian yang sebenarnya. Malam tadi Minggu (15/4). Kami sekeluarga memakan sate, yang dibeli oleh suami saya di depan SKB, ketika sudah memakan sate itu. Kami sekeluarga, ibu, suami dan saya sendiri, langsung merasa pusing, mual dan muntah. Hingga kami tidak sanggup untuk berdiri, dan digotong oleh tetangga ke RSUD Arga Makmur,” ujarnya.

Dikatakannya, dirinya mengaku benar telah menuding makanan sate, yang ia konsumsi tersebut mengandung racun. Karena, berdampak pada ia dan keluarga, mual dan muntah. Makanya, lantaran kesal ia pun memosting status di medsos Facebook. Agar, orang lain jangan sampai mengalami hal serupa dengannya. Ketika disinggung awak media, ia akan dipolisikan lantaran telah menuding tanpa dasar yang jelas, baik itu hasil laboratorium. Bahwa, ia keracunan akibat mengkonsumsi sate ataupun, ada pernyataan lain yang dapat membuktikan, sate yang ia konsumsi itu mengandung racun. Pemilik akun medsos, yang diketahui masih dalam kondisi hamil muda tersebut, langsung terdiam, dan mengaku bahwa itu hanya kesalahan penulisan.

“Masa iya, kami korban justru menjadi terlapor. Semestinya kami yang melapor, karena menjadi korban atas makanan yang dijajakan oleh pedagang sate itu. Kami akan menunggu hasil lab, jika nanti terbukti, tidak menutup kemungkinan kami yang akan melapor,” tandasnya.

Pengecekan Lab, Di Bengkulu

Sementara itu, pihak RSUD Arga Makmur ketika dikonfirmasi awak media, mengaku belum dapat mengeluarkan hasil lab. Mengingat, pengecekan laboratorium itu bukan di RSUD Arga Makmur. Melainkan, pihak RSUD mengirimkannya ke Bengkulu atau ke Palembang, dan hasilnya akan keluar beberapa hari kedepan.

“Kita tidak punya lab untuk pengecekan kandungan makanan. Makanya, kita mengirimkan ke Bengkulu, dna hasilnya nanti kita lihat beberapa hari kedepan, setelah dapat kiriman,” singkat Direktur RSUD Arga Makmur dr. Jasmen Silitonga.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment