Dihimbau Anggota Poktan Yang Ada Keluhan Terkait Program Poktan, Untuk Melapor Ke Dinas Perkebunan Bengkulu Utara

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Program replanting, yang tengah berjalan dan digagas Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara pada awal seblum Pemilu ini, menuai berbagai macam kritikan. Baik itu secara internal Kelompok Tani (Poktan) maupun dari pihak luar. Untuk itu, pihak Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara, menghimbau kepada masyarakat terutama anggota Poktan untuk segera berkoordinasi dengan pihak dinas Perkebunan. Jika dalam hal pelaksanaan program ini, terlebih dalam pengadaan bibit, terkesan ada keluhan. Hal ini disampaikan, oleh Kepala Bidang Pengembangan Dinas Perkebunan Tatang Suryadie. H. SP. M.Si.

“Kami tidak bisa mengawasi satu persatu setiap anggota poktan, dalam pelaksanaan program replanting ini. Diharapkan, kepada setiap anggota poktan ataupun masyarakat. Agar, segera melapor atau berkoordinasi dengan kami. Jika, terdapat masalah ataupun keluhan atas jalannya pelaksanaan program replanting ini,” ujarnya.

Tatang mengakui, jika setiap program tidak mungkin, tidak ada pro dan kontra. Terlebih lagi, ini menyangkut hajat orang banyak. Terkait, adanya informasi negatif, soal pengadaan bibit yang syarat dipertanyakan. Lantaran, pengadaan bibit sawit program replanting, yang diterima oleh anggota kelompok Tani Sejahtera Desa Suka Makmur Kecamatan Giri Mulya, diragukan kualitasnya. Dimana, bibit yang sudah dibagikan terkesan ada yang ditutup-tutupi, dengan anggota kelompok tani sebagai penerima. Termasuk, harga bibit setiap batangnya, anggota tidak mengetahuinya. Seperti yang disampaikan, oleh salah seorang anggota poktan, yang tidak ingin namanya disebutkan.

Bahwa Kelompok Tani Sejahtera, mengambil bibit sawit bukan dari PT Bio Nusantara. Sementara, poktan lain yang termasuk di dalam program replanting yang lainnya, mengambil dan menggunakan bibit dari PT Bio Nusantara. Ia harapkan, segera berkoordinasi dengan pihak dinas Perkebunan BU, agar dapat di mediasi ataupun dicarikan solusinya.

“Soal itu, silahkan datang kesini (Dinas Perkebunan,red), akan kita bahas bersama-sama. Biar jelas, jangan sampai ada dusta diantara kita. Terlebih lagi, ini menyangkut adanya indikasi permainan didalam internal poktan itu sendiri. Nanti akan kita mediasi, dan dicarikan solusinya seperti apa,” demikian Tatang.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment