RubrikNews.com, BENGKULU – Pelarangan beribadah di Masjid Al-Aqsa serta penindasan yang dilakukan oleh kaum Zionis Israel memunculkan empati bagi rakyat Indonesia, tak terkecuali rakyat Bengkulu. Sabtu (29/7/2017) siang, ratusan umat Islam yang mengatasnamakan Solidaritas Forum Umat Islam Bengkulu menggelar aksi simpatik dengan melakukan longmarch dari Masjid Jamik Kota Bengkulu hingga Simpang Lima Ratu Samban.
Massa yang membawa Bendera Palestina serta spanduk yang berisi desakan bagi kebebasan Palestina ini sebagai wujud solidaritas masyarakat Bengkulu terhadap rakyat Palestina.
Dalam aksi tersebut, seluruh perwakilan organisasi baik Organisasi Kepemudaan (OKP) maupun unit kerohanian Islam dari universitas se-Bengkulu dan Ikatan Dai (Ikadi) Bengkulu, memberikan orasi mengecam dan mengutuk keras perbuatan yang dilakukan oleh Israel kepada rakyat Palestina.
Koordinator aksi Dodi Umartin mengatakan, bahwa aksi ini merupakan aksi solidaritas umat muslim Bengkulu terhadap kekejaman tentara Israel kepada rakyat Palestina dimana beberapa waktu lalu terjadi agresi militer Israel terhadap Masjid Al-Aqsa.
“Rakyat Palestina dilarang beribadah di Masjid Al-Aqsa bahkan imam besar Masjid Al-Aqsa dianiaya oleh tentara Israel. Kami tidak bisa menutup mata karena rakyat Palestina membutuhkan kita”, ujarnya.
Perwakilan Ikadi Bengkulu, Ustadz Adi Sucipto mengatakan, bahwa sebagai umat Muslim, kita harus berkontribusi nyata untuk menolong rakyat Palestina yang sedang dirampas haknya.
“Kita harus mengorbankan harta bahwa jiwa untuk rakyat Palestina karena mereka membutuhkan pertolongan kita sebagai sesama muslim. Kita juga harus berkontribusi dengan doa, kita panjatkan doa untuk rakyat Palestina dan semoga Allaah SWT mendengar doa kita dan mengembalikan tanah Palestina kepada kaum muslimin”, ajak Ustadz Adi.
Selain orasi, aksi simpatik ini juga diisi dengan pembacaan puisi dan penggalangan dana dimana hasil dana yang terkumpul akan disumbangkan kepada rakyat Palestina melalui Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP) Bengkulu.

