TPS Limbah B3 Puskesmas Bengkulu Utara, Jauh Dari Kelayakan

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Nyaris di seluruh Tempat pelayanan kesehatan Puskesmas di Kabupaten Bengkulu Utara, belum memenuhi Standar Kelayakan atas Tempat Penyimpanan Sementara (TPS), untuk limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3). Dampaknya, kesehatan masyarakat dapat terancam, jika pemerintah tidak respon atas penanganan limbah di tempat pelayanan kesehatan ini.

Hal ini terlihat, dari tinjauan dilapangan yang mana TPS beberapa puskesmas di Bengkulu Utara, masih dalam kondisi tidak layak atau tidak memenuhi syarat. Terlebih lagi, masih menyatu dengan gedung induk tempat pelayanan kesehatan. Hal ini pun, sempat diakui oleh salah satu pihak Puskesmas, yakni Puskesmas Air Napal Bengkulu Utara.

“Kami mengakui, jika TPS kami di puskesmas ini masih jauh dari syarat. Namun demikian, TPS kami tetap selalu diawasi dan dalam keadaan steril, serta terkunci,” ujar Sri Nengsih bagian Kesling Puskesmas Air Napal kepada awak media.

Sementara diketahui, syarat TPS sejatinya memiliki tujuan agar tidak mencemari lingkungan dan berdampak mengganggu kesehatan, baik diinternal tempat pelayanan kesehatan maupun pada masyarakat umumnya. Serta, mencegah terjadinya peledakan, kebakaran dan keracunan. Untuk itu, semestinya TPS itu wajib ditempatkan pada lemari tempat penyimpanan B3, dibuat agar aman dari pengaruh alam dan lingkungan.

Selanjutnya, memiliki sirkulasi udara dan ventilasi baik. Kemudian, suhu ruangan terjaga konstan dan aman, aman dari gangguan bioligis (tikus, serangga). Dimana, tata letak dan pengaturan penempatan limbah B3 mempertimbangkan, pemisahan dan pengelompokan bangunan dari tempat pelayanan kesehatan untuk menghindari reaktivitas.

Penyusunan tindakan melebihi batas maksimum, agar tidak roboh dan dalam kondisi rapi. Khusus bahan dalam wadah slinder/tabung gas bertekanan, ditempatkan yang aman, tidak lembab, dan aman dari sumber panas. Sementara itu, untuk sarana, sarana K3 disiapkan dan digunakan, selain petugas dilarang masuk dan menggunakan APD, inspeksi secara periodic, pemeriksaan kondisi lingkungan.

Dinkes Bengkulu Utara Ngaku, Terganjal Anggaran

Menanggapi hal ini, pihak Dinas Kesehatan Bengkulu Utara ketika dikonfirmasi, tidak membantah jika kondisi dari TPS di Puskesmas di Bengkulu Utara belum terpenuhi dengan baik, terlebih pemisahan bangunan guna menghindari reaktifitas. Hal ini dikatakan, oleh Plt Kepala Dinkes Bengkulu Utara Syamsul Ma’arif melalui Herman Prambudi selaku Kabid Yankes, yang menjelaskan. Belum terpenuhinya kelayakan bangunan TPS Puskesmas, lantaran terkendala anggaran. Mengingat, untuk pembuatan tempat penyimpanan secara khusus, harus secara bertahap. Namun demikian, pihaknya, terus berupaya untuk memenuhi hal tersebut, namun tidak dapat secara serta singkat.

“Puskesmas yang ada di Bengkulu Utara ini ada 22, dan itu pastinya kita harapkan sudah memenuhi standar pelayanan kesehatan semua. Namun hal tersebut, terganjal anggaran. Kendati demikian, mulai tahun 2020, kita terus mengupayakan, agar semua puskesmas dapat memenuhi standar kelayakan dari semua lini pelayanan kesehatan, terlebih kelayakan untuk penyimpanan limbah B3,” imbuhnya.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment