Tamat Sekolah, Salah Satu Eks Siswi SMKN 1 Bengkulu Utara Tidak Bisa Ambil Ijazah

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Miris dialami Nadila (17) warga Kecamatan Padang Jaya Bengkulu Utara, selepas ia menyelesaikan jenjang pendidikan tingkat menengah atasnya di SMKN 1 Bengkulu Utara, ia justru tidak bisa mempergunakan ijazahnya. Pasalnya, lantaran memiliki tunggakan sebesar Rp. 3 Juta, ijazahnya tidak bisa diambil. Hal ini diakui oleh Nadila, yang ditemui awak media di tempat kos-kosannya di Arga Makmur.

“Saya belum tahu pasti kak, ditahan atau seperti apa. Tapi, melihat pengalaman teman saya, yang tidak bisa mengambil ijazah, karena ada tunggakan. Saya pun, tidak berani datang ke sekolah tersebut untuk mengambil ijazah, karena tunggakan saya besar kak,” ujarnya kepada awak media.

Ia pun menjelaskan, dirinya menyelesaikan jenjang pendidikannya pada tahun 2019 ini, bulan Juni lalu. Saat ini, ia tidak bisa berbuat banyak karena tidak memiliki ijazah. Padahal, ia memiliki keinginan bekerja. Namun saat ini dikatakannya, mau bekerja dibutuhkan ijazah minimal setingkat SMA. Sementara dirinya, terhalang akan hal itu.

“Saya pengen kerja kak, tapi kan sekarang mau bekerja menjadi sales aja, membutuhkan ijazah tingkat SMA. Ijazah saya nggak ada, ia saya saat ini hanya bisa bekerja sebagai tukang cuci piring di salah satu rumah makan di Arga Makmur,” tukas wanita lulusan jurusan multimedia ini.

Disinggung lebih jauh, apa penyebab tunggakannya bisa sebesar itu. Ia pun menceritakan perjalanan hidupnya, yang sudah tidak memiliki ibu lagi sejak ia naik kelas II SMKN 1 BU. Ia tidak memiliki uang untuk biaya sekolah, namun karena keinginannya tetap sekolah, ia pun terus bersekolah kendati tidak bisa membayar sekolah.

Alhasil, ijazah pun belum didapatinya karena tunggakan itu. Seperti apa, beasiswa yang didapatkan semasa di sekolah, ia juga menjelaskan hanya mendapatkan beasiswa tidak mampu pada kelas I. Sementara kelas II dan III, tidak lagi ia dapatkan padahal surat keterangan tidak mampu dari desa, sudah berulang-ulang ia sampaikan kepada pihak sekolah, namun tidak juga ia dapatkan beasiswa tersebut.

“Saat ini saya hanya bisa pasrah pak, mau menebus ijazah, saya tidak punya uang. Pengen saya, melihat teman lain melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, ataupun melamar kerja. Namun apa daya, jangankan biaya, ijazah saja hingga saat ini tidak bisa saya dapatkan,” keluhnya.

Belum Dapat Ijazah, Bukan Dialami Sendiri

Selain itu, ia juga menceritakan bahwa bukan hanya dirinya yang mengalami nasib serupa. Disebutkannya, temannya bernama Reza Anisya Syafitri warga desa Karang Anyar II Kecamatan Arga Makmur BU, juga hingga saat ini belum menerima ijazahnya. Lantaran, tunggakan sekolah yang belum bisa dibayarkannya. Namun, temannya juga sempat mengatakan kepadanya sebelum berangkat ke Jakarta bekerja, akan menebus ijazahnya tersebut ketika ia memiliki uang nanti.

“Ada juga temen saya, bukan hanya saya sendiri. Ia mau gimana lagi kak, sekarang kami hanya bisa pasrah,” tutupnya.

Sementara itu, berdasarkan Permendikbud Nomor 16 Tahun 2012, tertuang didalam Pasal 14 disebutkan. Bahwa, satuan pendidikan di kota/Kabupaten dan Provinsi, tidak diperkenankan menahan ijazah dengan alasan apapun. Menanggapi hal ini, sayangnya pihak SMKN 1 Bengkulu Utara belum dapat dikonfirmasi awak media, lantaran ketika didatangi. Pihak sekolah, sudah tutup, karena diluar jam belajar.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment