Sikapi Covid 19 Pagelaran Ogoh-ogoh Batal Dilaksanakan, Umat Hindu Ritual Di Banjar

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Menyikapi wabah virus Corona (Covid 19), yang saat ini telah mendunia. Banyak sekali agenda daerah yang terpaksa di batalkan, mengingat begitu berbahayanya pandemik ini bagi masyarakat. Salah satu contohnya, pagelaran wisata Ogoh-ogoh yang merupakan agenda daerah tahunan yang selalu diselenggarakan setiap tahun di Bengkulu Utara. Padahal sebelumnya, sudah diagendakan akan digelar di Alun-alun Rajo Malim Paduko Arga Makmur, namun terpaksa dibatalkan lantaran pencegahan penyebaran pandemik ini. Alhasil, desa Sumber Agung Kecamatan Arma Jaya Bengkulu Utara, terpaksa tetap menyelenggarakan giat ogoh-ogoh ini namun hanya sebatas di Banjar masing-masing. Hal ini dibenarkan oleh Sekretaris Banjar Desa Rama Agung Ketut Juhandi kepada awak media.

“Iya, kita memang sudah mengagendakan mengikuti pawai ogoh-ogoh yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Namun, karena intruksi pemerintah, kita pun menerima untuk pembatalan ini. Kendati demikian, karena giat ini merupakan acara keagamaan, untuk di beberapa banjar tetap dilaksanakan yang hanya diikuti oleh masyarakat Hindu,” ujarnya.

Ketut pun menjelaskan, giat ogoh-ogoh ini merupakan giat agama guna menangkal gangguan negative ketika umat hindu menjalankan ibadah Nyepinya. Dan ini merupakan simbol, agar keberadaan unsur negative dihilangkan sehingga mmeberikan masyarakat umat hindu tenang dalam menjalankan ibadah. Namun, karena penyebaran pandemik yang sudha mendunia ini, pihaknya pun berinisiatif tetap melaksanakannya namun hanya sebatas di Banjar masing-masing saja.

“Syukurnya mas, kegiatan yang hanya diikuti dan dapat disaksikan oleh umat hindu ini, Selasa (24) dapat berjalan lancar. Maskipun, kita tidak bisa memberikan hiburan bagi khalayak ramai guna agenda pariwisata Bengkulu utara, kami pun tetap mamkluminya dan tetap menjalankannya sesuai dengan ritual agama yang kami anut,” bebernya.

Untuk diketahui, Ogoh-ogoh Banjar Sumber Agung bernama Bute Kale yang merupakan unsur negative. Giat yang dilaksanakan, di sebut oleh umat Hindu menjelang Nyepi ini Caru Sedekah Bumi atau Taur Agung.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment