Lagi Bansos Terindikasi Bermasalah, E-Warong BPNT Diduga Markup

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Bantuan Sosial (Bansos) Pemerintah kembali menjadi sorotan banyak pihak. bagaimana tidak, setelah sebelumnya kesenjangan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dinilai tidak lazim diterima oleh masyarakat dengan ekonomi keatas. Di Bengkulu Utara, kembali Bansos menjadi masalah atas laporan masyarakat. Ini terjadi di desa Batu Layang Kecamatan Hulu Palik Bengkulu Utara. Dimana, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk 40 masyarakat di desa tersebut, disinyalir rugikan masyarakat dan terindikasi ada markup yang dilakukan oleh oknum E-Warong yang ditunjuk oleh pihak Dinsos dan Bank Mandiri. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa Batu Layang Zulkarnaen, yang dikonfirmasi awak media.

“Informasi itu benar mas, kami sudah menerima laporan dari masyarakat penerima BPNT, kalau harga beras dan telur ditempat E-Warong yang ditunjuk oleh Dinsos dan Bank Mandiri terlalu tinggi ketimbang harga pada umumnya,” ujar Kades.

Kades pun mengakui, jika berdasarkan laporan masyarakat ada tiga perihal yang menjadi pertanyaan masalah bantuan BPNT di desanya ini. Pertama, soal KPM penerima, yang setiap bulannya berganti-ganti penerima, apakah seperti itu?.

Selanjutnya, masyarakat mempertanyakan harga yang dipatok oleh e-Warong, dimana harga perkarpet telur itu mencapai Rp. 50 Ribu, sementara pada umumnya harga terlur perkarpet diwilayah ini Rp. 45 ribu/karpet. Kemudian harga beras, yang dinilai terlalu mahal. Bagaimana tidak, KPM BPNT mengambil beras di e-Warong wilayah ini per cupaknya (1,5 Kg) mencapai Rp. 22 Ribu, padahal harga beras ini sudah selas ditentukan per kilogramnya hanya Rp. 12 Ribu sehingga jika dikalkulasikan percupaknya Rp. 18 Ribu.

Dan terkahir, keluhan masyarakat penerima BPNT juga, tidak diperbolehkan mengambil barang di warung lain ataupun di e-Warong empat lain, dan ini menimbulkan tanda tanya besar mengapa pendamping BPNT melarang KPM malarang penerima mengambil di e-warong lain.

“Tiga pokok masalah itulah yang kami terima laporan dari masyarakat, dan kami berharap pihak Dinas Sosial agar melakukan evaluasi dan pengecekan langsung kebenarannya ini,” imbuh Kades.

Suwanto : Kita Cek, Terbukti Cabut E-Warong

Sementara itu, Kepala Dinsos BU Suwanto ketika dikonfirmasi terkait temuan ini, sangat terkejut dan merasa geram dengan ulah oknum e-warong ini. Ia pun menjelaskan, dirinya sudha gerah dengan ulah oknum ini, karena setiap e-Warong sudha diberikan keuntungan, namun mengapa masih mengambil keuntungan dari penerima KPM lagi. Ini dinilainya sudha tidak benar, dan pihaknya akan langsung melakjukan pengecekan kebenarannya, jika terbukti akan mencabut langsung status e-warong dan untuk pendamping akan diberikan sanksi.

“Kami cek dulu, jika benar kami akan bertindak tegas mencabut status e-warong ini. Kemudian untuk pendamping, akan kami panggil dan evaluasi,” singkat Wanto.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment